Pengen liburan yang beda? Wisata budaya saja di 5 desa adat di Indonesia ini

Liburan ke pantai, gunung, atau air terjun itu sudah biasa. Kalau wisata budaya ke desa adat dan tradisional yang ada di Indonesia, Kawan Muda pernah nggak?

Wisata ke desa adat akan memberikanmu pengalaman yang luar biasa dan langka; kamu akan dibuat takjub dengan kekayaan budaya dan keunikan  suku bangsa di Indonesia. Berkunjung ke sana nggak hanya menyegarkan pikiran, kamu bisa belajar banyak dari nilai-nilai tradisional yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

 

BACA JUGA: Suka wisata kuliner? Yuk, cobain jajanan kaki lima terbaik dunia di 9 kota ini!

 

Nah, kalau Kawan Muda belum begitu familiar dengan destinasi wisata ini, tenang. Di artikel ini, Kita Muda akan membedah satu per satu desa adat menarik yang wajib kamu kunjungi.  Apa saja? Ini dia…

1. Kampung Baduy

via: Instagram @edoalfiyan

Buat kamu yang “lelah” melihat hingar bingar kota dan butuh sesuatu yang masih alami untuk liburan, Kampung Baduy adalah pilihan yang tepat. Berkunjung ke sini, kamu akan dimanjakan dengan alam yang masih asri dan belum tersentuh tangan jahil manusia. Selain itu, melebur dengan masyarakat tradisional yang hidup tanpa teknologi, akan membuatmu kembali belajar nilai-nilai kebersamaan dan hidup sederhana.

Untuk menikmati keindahan alam di kampung yang masih terawat dan bersih ini kamu haru menyiapkan stamina karena perjalanannya cukup melelahkan. Dari pintu masuk pemukiman suku Baduy, Desa Ciboleger, kamu harus berjalan kaki selama 5 jam menuju pemukiman Baduy Luar dan Baduy Dalam. Hmm, lumayan juga ya, tapi tenang saja, sepanjang jalan kamu bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan perbukitan yang memukau.

Lokasi: Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.

2. Desa Penglipuran

via: Instagram @dhenydewa

Liburan di Bali bisa jadi pengalaman yang luar biasa kalau yang dieksplor nggak hanya pantai-pantainya saja. Coba deh mengunjungi Desa Penglipuran yang disebut-sebut sebagai desa yang paling bersih dan cantik di Bali. Di desa ini kamu bisa menikmati kebudayaan dan adat Bali yang masih kental.

 

BACA JUGA: Pontianak, kota khatulistiwa dengan destinasi wisata menarik yang wajib kamu kunjungi!

 

Selain menikmati kebudayaan yang masih asli, kamu akan disuguhi rumah-rumah khas Bali yang berjajar cantik. Suasananya juga masih sejuk dan segar, karena selain letaknya di ketinggian 700 mdpl, desa ini bebas dari kendaraan bermotor. Seru banget kan? Nah kalau kamu ingin datang ke sini, lebih baik datang saat perayaan hari raya galungan atau setelah hari raya galungan, ya, biar suasana adatnya makin kental.

Lokasi: Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

3. Desa Trunyan

via: Instagram @murthikrisna

Masih di Bali nih, ada Desa Trunyan yang terkenal karena tradisi pemakamannya. Oke, di sini memang agak seram sih karena kamu akan melihat banyak tengkorak manusia yang berserakan, hieey. Eits, tapi tenang, di tempat ini kamu bisa menikmati keindahan dan keasrian Danau Batur juga kok. Karena letak desanya terpencil, sejauh mata memandang matamu akan dimanjakan dengan pemandangan hijau yang indah.

Untuk mengunjungi desa ini nggak susah kok, pertama kamu harus menuju Dermaga Kedisan (Desa Kedisan, Kintamani) di salah satu sisi Danau Batur. Kamu bisa menyewa perahu dengan harga sekitar Rp 50.000—100.000 untuk menyeberang ke Desa Trunyan. Perjalanannya sekitar 30—45 menit saja. Kalau berangkat dari Denpasar, kamu akan menempuh perjalanan darat selama 2 jam.

Lokasi: Desa Trunyan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

4. Desa Kete Kesu

via: Instagram @kulicitra

Berkunjung ke Tana Toraja rasanya nggak lengkap kalau kamu belum ke Desa Kete Kesu. Di sini kamu bisa melihat potret kehidupan masyarakat Tana Toraja yang masih menjunjung tinggi adat istiadat warisan leluhur mereka. Nah, sama seperti Desa Trunyan, masyarakat desa ini juga memiliki tradisi pemakaman yang unik, jadi jangan kaget kalau lihat makam-makam tua dengan tengkorak dan tulang belulang di sekitarnya, ya!

 

BACA JUGA: 8 destinasi wisata ini menjadi bukti kalau Sumatera Barat itu rancak bana!

 

Selain lihat yang mistis-mistis nih, kamu bisa menikmati keindahan alam desa yang dikepung pegunungan ini. Rumah adat Tongkonan yang berhadap-hadapan dan berjajar rapi juga menjadi daya tarik tersendiri. Oh ya, Tongkonan yang ada di sini usianya ada yang lebih dari 300 tahun, lho! Kalau kamu berkunjung ke sini lebih baik datang pada bulan Juni hingga Desember agar bisa menyaksikan upacara Rambu Solo (upacara pemakaman adat yang dirayakan dengan meriah).

Lokasi:  Desa Kete Kesu, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

5. Desa Wae Rebo

via: Instagram @erykavindra

Desa yang berada di ketinggian 1200 mdpl ini adalah desa tradisional terindah di Indonesia. Pemandangan di tempat ini menakjubkan; perbukitan hijau yang indah, desanya yang diselimuti kabut tipis, dan tentunya tujuh buah Mbaru Niang (rumah khas masyarakat Wae Rebo yang berbentuk kerucut) yang berdiri anggun di sana. Hemm, tempat ini mirip desa-desa di negeri dongeng deh pokoknya, hehe.

Untuk menikmati keindahan negeri dongeng ini dibutuhkan perjuangan dan tenaga ekstra. Letaknya yang ada di atas gunung membuatmu harus trekking sejauh 7km atau sekitar 3—4 jam. Tapi semua akan terbayarkan saat kamu sampai dan disambut keramahan penduduknya.

Lokasi: Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

***

Jadi, udah kepikiran mau liburan ke desa mana? Dari 5 desa di atas, mana nih yang paling menarik perhatian dan sudah masuk daftar liburanmu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *