Mau Liburan ke Bromo? Pahami 3 Jalur Menuju Gunung Ini

Sebagai gunung berapi yang paling aktif di Indonesia, Gunung Bromo sudah meletus lebih dari 50 kali. Terlepas dari erupsi itu, Bromo juga aktif menawarkan keindahan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Banyak spot-spot cantik dan elok di Bromo yang bikin kita nggak puas kalau hanya ke sana satu kali seumur hidup. Ada sunrise point, Pegunungan Tengger, Bukit Teletubbies, penanjakan, Seruni, Pasir Berbisik, Bukit King Kong, hingga Bukit Cinta.

Sebagai salah satu wisata favorit di Jawa Timur, perjalanan ke Bromo terbilang cukup mudah dibanding gunung-gunung di Indonesia lainnya. Hal ini karena lokasi Gunung Bromo diapit oleh berbagai kota.

Buat kamu yang mau mendaki, liburan, atau honeymoon di Bromo. Informasi penting ini wajib kamu kantongi terlebih dahulu nih. Yuk langsung aja, simak 3 cara menuju Gunung Bromo.

Pasir Berbisik Gunung Bromo | via: tiajulianti.blogspot.com

1. Pintu Barat dari Kota Pasuruan

Jalur ini paling ramai digunakan. Baik oleh pengunjung yang dari Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, hingga mancanegara. Melalui Kota Pasuruan, kamu bisa masuk ke Desa Tosari menuju objek wisata berupa lautan pasir terlebih dahulu.

Disarankan pakai mobil jeep atau off road karena medan di sini terbilang berat. Nggak bisa kalau dilalui pakai kendaraan roda empat biasa. Apalagi city car, aduh jangan ya, eman banget sayang kasian mobilnya 🙁

Jalur ini berupa turunan dan tanjakan yang curam. Kamu bisa menyewa mobil jeep yang disediakan oleh pengelola wisata atau menggunakan motor trail. Kalau mau jalan kaki buat foto-foto dulu, boleh banget!

2. Pintu Utara dari Kota Probolinggo

Biasanya pengunjung yang dari Bali, Lombok, Banyuwangi, dan sekitarnya lebih suka menuju Gunung Bromo menggunakan jalur ini. Selain lebih dekat, jalur ini juga nggak lebih berat daripada jalur lainnya.

Merupakan pintu utara dengan masuk melalui kota sebelum Probolinggo. Lewat daerah Tongas,  menuju desa Cemoro Lawang. Medannya nggak terlalu curam tapi tetap aman kalau menggunakan kendaraan berroda besar. Nantinya kamu bakal turun ke lautan pasir juga.

Bromo merupakan wisata gunung yang terbilang ramai. Banyak pengunjung. Adat dan budaya Suku Tengger pun sampai saat ini masih dilestarikan. Sebagai pesona kekayaan alam Indonesia, sudah sepatutnya kamu turut menjaga kebersihan selama perjalanan hingga saat di beberapa titik wisata di Gunung Bromo.

3. Ekstrim dan Menantang dari Kota Malang

Ada dua jalur yang bisa dilalui dari Kota Malang. Jalur yang ini terbilang cukup ekstrim dan menantang. Tapi di balik itu, jalur ini juga dibilang paling indah di antara lainnya oleh beberapa pengunjung bahkan pengelola.

Pertama kamu bisa masuk melalui Kota Tumpang lalu ke Pronojiwo. Melewati cagar alam dengan hutan hijau yang rindang. Nanti kamu bakal tertuju ke dua arah. Kalau lurus ke selatan itu ke Ranu Pane yakni ke arah Gunung Semeru, kalau ke arah utara ke lautan pasir Bromo. Tepatnya berada di punggungan selatan Bromo.

Opsi lain bisa juga kamu mengitari Gunung Bromo lewat lautan pasir selama kurang lebih 3 jam dengan kecepatan standar. Jalurnya nggak curam, motor bisa lewat. Jarang dilewati dan nggak ada satu pun tempat singgah maupun rumah penduduk.

Jalur dari Malang yang ini juga bagus banget. Kamu bisa menikmati padang rumput dan sabana yang sangat luas di balik Gunung Bromo. Tapi harus hati-hati banget, jangan lewat jalur ini kalau lagi berkabut ya!

Perjalanan menuju ke Bromo bersama teman-teman dan orang tersayang katanya selalu mengesankan. Secapek apapun akan terbayar dengan keindahan yang disajikan oleh panorama Gunung Bromo.

Kalau kamu nggak berani ke sana sendiri, kamu bisa kok memilih travel agent. Banyak banget tour and travel yang punya paket Bromo Trip. Anyway, kalau liburan ke alam gini pastikan kamu mematuhi segala peraturan yang ada ya.

Have a safe trip!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *