Bagi pasangan yang baru menikah atau sedang merencanakan pernikahan, hunian tentu menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan dan bahkan masuk dalam skala prioritas. Mau tinggal di mana nantinya setelah menikah? Rumah mertua?

Ya, setahun atau dua tahun boleh lah ‘numpang’ di rumah mertua atau orangtua ambil mencicil tabungan untuk kredit rumah. Namun jangan sampai terus-terusan menggantungkan diri kepada mereka. Lebih baik kamu dan pasangan segera mewujudkan niat membeli rumah untuk keluarga kecil kalian nantinya.

Membeli rumah mungkin bukanlah perkara yang mudah, terutama jika kamu belum pernah berurusan dnegan hal ini sebelumnya. Perlu sering berdiskusi nih dengan pasangan biar bisa mendapatkan rumah yang sesuai keinginan dan sesuai budget.

Jangan sampai nih gara-gara ngebet pengin punya rumah sendiri, kamu dan pasangan malah kurang perencanaan atau bahkan kurang informasi. Bisa-bisa kamu dapat rumah yang jauh dari rumah idaman! Enggak mau kan hal buruk tersebut terjadi?

Nah, ada beberapa hal nih yang bisa Kawan Muda jadikan pertimbangan membeli rumah. Dengan memahami tips memilih rumah yang akan Kita Muda ulas di bawah ini, kamu dan pasangan akan lebih mudah menemukan rumah idaman. Simak baik-baik, ya 😉

1. Hitung dengan Teliti

Hitung dengan cermat berapa ongkos dan biaya yang akan Kawan Muda keluarkan untuk rumah baru tersebut | via: crownofharts.com

Tips membeli rumah pertama adalah menghitung dengan cermat berapa ongkos dan biaya yang akan Kawan Muda keluarkan untuk rumah baru tersebut. Mulau dari berapa uang mukanya, beraba cicilan per bulannya, pajak, bunga jangka panjangnya, asuransi, dan biaya tambahan lain seperti pemasangan infrastruktur, ongkos pulang-pergi (ke kantor atau ke sekolah anak), dan biaya perbaikan rumah (jika kamu membeli rumah bekas misalnya).

2. Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman

Lakukan perbandingan tawaran KPR yang ditawarkan oleh beberapa bank sebelum membeli rumah | via: dream.co.id

Pertimbangan membeli rumah selanjutnya adalah perbandingan tawaran KPR yang ditawarkan oleh beberapa bank. Yup, kalau kamu berencana membeli rumah dengan sistem cicilan dan KPR, jangan malas melakukan riset dan mencari informasi KPR yang disediakan beberapa bank. Pahamilah baik-baik skema KPR mereka, kalau perlu tanyakan pada teman atau kerabat yang membeli rumah lewat KPR juga.

Jangan ragu untuk bertanya informasi mendetail pada pihak bank yang menyediakan KPR, seperti tawaran bunga pinjaman atau soal fasilitas pinjaman yang bisa diberikan bank tersebut.

3. Pastikan Rekam Jejak Kredit yang Baik

Kalau kamu berniat memanfaatkan tawaran KPR dari bank, pastikan rekam jejak kreditmu baik, ya | via: merdeka.com

Nah, tips memilih rumah yang satu ini juga enggak kalah penting, Kawan Muda. Masih ada kaitannya juga sih dengan poin nomor dua. Setelah mendapatkan informasi dari bank-bank yang menawarkan KPR, pastikan kamu enggak memiliki jejak kredit yang ‘buruk’, ya. Dalam artian, kamu sudah membereskan masalah utang atau enggak memiliki beban utang yang tinggi di bank.

Rekam jejak kreditmu ini akan mempengaruhi keputusan pihak bank, apakah mereka akan memberimu pinjaman untuk membeli rumah atau enggak. Nah, agar bisa segera mewujudkan keinginan memiliki rumah idaman, jangan sampai punya riwayat pelunasan utang yang buruk, ya!

4. Baca Kontrak Secara Cermat

Baca kontrak dengan cermat sebelum membeli rumah | via: brokelawoffice.com

Kesalahan membaca atau memahami kontrak bisa menjadi bumerang bagimu di kemudian hari. Itulah sebabnya, bacalah kontrak dengan baik saat membeli rumah, baik kotrak yang disediakan peminjam dana atau agen penjual rumah. Kalau ada istilah atau isi kontrak yang belum Kawan Muda pahami, jangan ragu untuk bertanya dan usahakan untuk membaca dengan rinci kontrak tersebut (jangan dibaca sepintas lalu!).

5. Survey dan Pelajari Lingkungan Rumah

Ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan saat memilih lokasi rumah | via: forum.rumah123.com

Memilih lokasi rumah juga harus dipertimbangkan dengan baik. Cobalah melakukan survei kecil-kecilan ke lokasi calon rumah idamanmu. Lihatlah bagaimana interaksi masyarakat di sana, keamanannya, dan apakah lingkungan tersebut cocok untuk membesarkan anak-anakmu nantinya.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan saat memilih lokasi rumah, seperti legalitas tanahnya terjamin, luas lahan dan karakter lahannya, akses jalannya mudah dijangkau, lokasinya minim potensi bencana alam seperti banjir atau tanah longsor, kelengkapan sarana prasarana (fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, pertokoan, dan lain sebagainya), dan potensi perkembangan lokasi (apakah ada kemungkinan ada perkembangan di daerah tersebut 5—10 tahun ke depan, entah itu dengan adanya akses jalan baru atau pembangunan kawasan bisnis/kuliner).

6. Jangan Lupa Perangkat Rumah

Kebutuhan perangkat rumah untuk mengisi bakal calon rumah barumu juga harus dipertimbangkan sejak dini | via: walmart.com

Tips membeli rumah untuk pasangan muda selanjutnya adalah menganggarkan perangkat rumah untuk mengisi bakal calon rumah barumu. Yup, meski belinya masih nanti-nanti, enggak ada salahnya kan  untuk sekalian menghitungnya sesaat sebelum membeli rumah. Takutnya karena dikira sepele, uangnya sudah ludes duluan karena dialokasikan untuk membayar bangunannya. Nanti rumah kamu diisi apa dong :”)

7. Pisahkan Anggaran Pengeluaran

Godaan duniawi terkadang menjadi penghambat rencana kamu dan pasangan untuk memiliki rumah idaman | via: prepaid365.com

Godaan duniawi terkadang menjadi penghambat rencana kamu dan pasangan untuk memiliki rumah idaman. Nah, agar hal tersebut enggak terjadi, kamu dan pasangan harus memisahkan ‘anggaran rumah tangga’ kalian ke dalam beberapa pos, yaitu pos biaya hidup , pos tagihan, pos dana investasi/tabungan, dan pos dana sosial.  Dengan mengelompokkan uang dalam tiga pos begini, kamu dan pasangan akan lebih disiplin menyisihkan uang untuk membeli rumah.

8. Jangan Menunggu Pasar

Jangan terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba enggak pasti untuk membeli rumah | via: completefrance.com

Kadang kita suka kemakan iklan atau nasihat-nasihat dari agen properti yang menyarankan untuk membeli rumah pada saat-saat tertentu. Padahal, pergerakan pasar properti itu serba enggak pasti, Kawan Muda. Kalau misalnya momennya sudah pas, kamu sudah nemu rumah yang diinginkan dan budget juga sudah oke, langsung saja dibeli, Jangan terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba enggak pasti, bisa-bisa rumahnya disabet orang lain atau harganya naik lagi!

9. Hindari Emosi Saat Memilih

Hindari emosi saat memilih rumah | via: aussie.com.au

Kalau memilih rumah, jangan terlalu melibatkan emosi kamu. Misalnya nih, nyari yang halaman belakangnya bagus, catnya harus sesuai keinginan kamu, atau preferensi yang bersifat personal lainnya.

Lebih baik fokus ke hal-hal yang bersifat jangka panjang dari bangunan tersebut, seperti lokasinya, struktur bangunannya, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik. Hal tersebut bisa jadi pertimbangan dalam memilih rumah, bukan malah selera pribadi!

Nah, itulah tips memilih rumah buat kamu  yang baru saja mulai membangun rumah tangga dan sedang mencari hunian idaman. Semoga berbagai pertimbangan membeli rumah di atas bermanfaat, ya!