Walapun jenisnya sama, ternyata bahan pembersih seperti sabun, sampo, dan deterjen, sabun pencuci piring, dll., enggak boleh dipakai untuk tujuan yang sama loh. Seperti kebiasan beberapa orang yang lebih memilih mengganti sampo dengan sabun mandi daripada harus ke warung dulu untuk beli yang baru.

Meskipun sekarang ini sudah ada produk sabun mandi 2 in 1, bukan berarti semua produk sabun mandi bisa beralih fungsi. Karena memang tiap produk memiliki fungsinya masing – masing.

Sebagian orang memang memiliki kebiasan yang unik, seperti mengganti sampo dengan sabun mandi tadi. Namun pertanyaannya adalah, apakah memang enggak boleh memakai sampo sebagai sabun mandi dan sebaliknya?

Kita Muda akan menjelaskan nih, kenapa kamu tak harusnya menukar nukar fungsi produk pembersih tersebut.

via: hipwee.com

Daya cuci yang berbeda, membutuhkan bahan kimiawi yang berbeda juga

Dalam pembuatan sabun, bahan dasar yang dipakai adalah sebagian bahan alami dan sebagian pula bahan kimiawi. Seperti penggunaan minyak dan lemak yang tenyata diambil oleh sumber yang alami, yang kemudian diproses bersama asam basa KOH dan NaOH (Kalium Hidroksida, Natrium Hidroksida)

Berbeda dengan pembuatan sampo yang biasa dibuat dari beberapa ekstrak tumbuhan yang digabungkan bersama beberapa bahan kimiawi. Dalam pengelompokannya, bahan pembuatan sabun dikelompokan menjadi 2, yaitu bahan dasar yang berperan untuk membuat busa, dan bahan pelengkap yang disesuaikan dengan fungsinya, seperti anti ketombe, dll.

Lalu ada pula deterjen yang ternyata memiliki daya cuci yang sangat kuat, dibandingkan dengan sabun dan sampo yang ternyata sangat lemah. Deterjen sendiri mengandung bahan kimia yang bernama Alkyl Benzene Sulfonat (ABS)


BACA JUGA:


Karena bahan dasar yang berbeda, maka masing – masing fungsinya juga berbeda

Seperti yang sebelumnya kita ketahui, ketiga produk ini memiliki bahan dasar yang berbeda. Sabun yang menggunakan bahan alami sebagai dasarnya memang aman untuk diaplikasikan di badan.

Sementara sampo memiliki kandungan yang sangat tepat di tiap produknya, jika sabun dipakai sebagai pengganti sampo, maka yang terjadi bisa saja rambutmu akan rusak. Begitupun sebaliknya, daya cuci sampo tidak akan cukup untuk menggantikan peran sabun mandi.

Beda cerita dengan deterjen yang telah kita ketahui memiliki daya cuci yang paling kuat. Jika diaplikasikan kebadan yang ada malah kulitmu bisa saja menjadi memerah dan gatal.

Bahan pengawet yang ternyata berbeda ditiap produk tersebut

Sabun, sampo, dan deterjen ternyata menggunakan bahan pengawet yang berbeda. Untuk sabun, pemilihan jenis minyak yang digunakan menentukan ketahanan lama tiap produknya. Biasanya, para produsen sabun memilih untuk menjaga kadar pH sabunnya dibawah angka 10.5, alasannya adalah untuk menghambat pertembuhan bakteri menjadi lebih efektif

Sementara itu pada sampo, bahan pengawat seperti paraben, formalin, atau triclosan dipilih untuk mencegah perkembangan bakteri di dalam produknya. Begitupun pada deterjen, bahan kimia yang memiliki reaksi cukup kuat ini ditujukan untuk ketahan produk deterjen itu sendiri.

Kesimpulannya,dengan mempertimbangkan bahan dasar, bahan pengawet, serta fungsinya yang jelas – jelas berbeda, kamu harusnya enggak saling menukar fungsi ketiga produk tersebut.

Sumber: Hipwee