Tak disangka, 8 mainan anak ini termasuk mainan yang paling berbahaya! Duh, awasi adik-adik kamu deh…

5.619 views
via: brightside.me

Mainan anak tak selamanya baik untuk anak-anak. Ya, meskipun didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan anak, anak-anak harus berada di bawah pengawasan orangtua sepenuhnya. Karena seorang anak cenderung ingin tahu dan tak jarang berusaha memasukkan segala sesuatu yang dipegang ke dalam mulut.

Ini akan berdampak buruk pada anak jika mainan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. Apalagi jika ada elemen kecil yang mudah tertelan. Apabila Kawan Muda punya adik atau sepupu yang masih kecil di rumah—atau mungkin anak kamu sendiri—ada baiknya kamu hati-hati dengan 8 jenis mainan anak ini, kenapa?


Baca Juga :


Karena mainan-mainan ini ternyata sangat berbahaya, jika orang tua tidak mengawasi mereka dengan baik saat bermain. Penggunaannya pun ada batasan usianya, sehingga orangtua diharapkan lebih bijak membaca petunjuk penggunaan sebelum membeli mainan. Penasaran mainan apa saja? Yuk, kita lihat daftarnya berikut ini, seperti yang dilansir dari Brightside.me.

1. Fidget spinner

via: brightside.me

Permainan yang belakangan ini begitu populer bahkan di kalangan orang dewasa ini ternyata tidak 100 persen aman untuk anak-anak. Bahkan beberapa negara bagian di Amerika Serikat melarang penggunaan mainan ini di sekolah-sekolah.

Mengapa permainan ini dilarang? Seorang anak 10 tahun di Houston, AS, hampir meninggal setelah menelan pecahan Fidget Spinner. Selain itu terdapat bahaya lain seperti peggunaan baterai lithium pada hoverboards-nya bisa memicu kebakaran.

2. Balon tiup

via: brightside.me

Terlihat menyenangkan bukan meniup balon? Hemm, tapi hati-hati, ya, karena kandungan zat berbahaya dalam bahan pembuatan balon bisa merusak tubuh, lho. Tak hanya itu, balon tiup juga berbahaya digunakan anak di bawah usia 8 tahun karena sering menyebabkan anak tersedak saat meniupnya.

Kita Muda tidak menakut-nakuti, karena sudah ada beberapa kasus dimana anak meniup balon tapi balon tersebut pecah dan masuk ke tenggorokan atau tertelan yang membuat anak tersedak. Percaya atau enggak, sejak tahun 1988 balon tiup menjadi penyebab utama kematian anak di AS karena tersedak.

3. Kubus ajaib atau puzzle magnetik

via: brightside.me

Butiran magnet pada permainan ini bisa Kawan Muda “ubah” menjadi bermacam-macam bentuk. Permainan ini dibuat dari magnet berkekuatan tinggi dan sangat tidak dianjurkan diberikan pada anak-anak di bawah 12 tahun. Yup, karena butirannya bisa tertelan dan sebisa mungkin jauhkan benda ini dari barang elektronik.

4. Senapan air

via: brightside.me

Mudah ditemukan dimana saja, bahaya penggunaan senapan air jangan pernah diremehkan, lho. Anak-anak paling sering “menembak” temannya dari jarak dekat dan mengarah ke wajah. Nah, semprotan senapan air berpotensi mencederai mata mereka. Sebenarnya tidak masalah bermain senapan air, tapi pastikan untuk mengawasi adik atau anak Kawan Muda saat menggunakan permainan ini, ya.

5. Mainan dengan baterai

via: brightside.me

Apa sih yang enggak ditelan bayi atau anak-anak? Rasa ingin tahunya sangat tinggi sehingga jika ada benda asing mereka ingin menggigit atau menelannya. Apalagi baterai kancing yang kecil! Baterai yang tertelan bisa menyumbat saluran cerna dan menyebabkan lubang di kerongkongan (senyawa asam dalam baterai bisa larut jika tertelan dan menyebabkan jaringan eksofagus terbakar). Wah, harus super hati-hati dan diawasi nih kalau memberi anak mainan dengan baterai.

6. Pelampung lengan

via: brightside.me

Memasangkan pelampung di kedua lengan anak bisa mencegah anak dari bahaya tenggelam saat berenang. Eits, tapi jangan senang dulu karena pelampung bisa menyebabkan iritasi, lho. Kandungan isophorone, fenol, dan heksanon pada bahan pelampung menyebabkan iritasi kulit yang berlangsung lama. Isophorone dan fenol juga bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

7. Permainan “dokter-dokteran”

via: brightside.me

Karena ingin bermain peran seperti dokter, anak-anak bisa saja mengaplikasikan benda mainan tersebut pada temannya. Akan berbahaya jika permainan yang ukurannya kecil tersebut masuk ke dalam hidung atau anak-anak benar-benar menelan pil mainan yang ada dalam permainan tersebut.

8. Mainan dengan baling-baling

via: brightside.me

Mainan apa pun yang memiliki baling-baling ada baiknya tidak diberikan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Jika bahan baling-balingnya tajam, anak-anak bisa terluka. Apalagi kalau memberikan helikopter remote control pada anak. Sudah pernah tahu belum seorang pemuda 19 tahun tewas akibat tertebas baling-baling helikopter mainannya? Uh, seram ya!

Memilih mainan anak memang tidak bisa sembarangan. Bahan dasar pembuat mainan, risiko atau potensi bahaya mainan tersebut, dan batasan usia yang boleh menggunakannya harus diperhatikan baik-baik agar keselamatan adik atau anak-anak Kawan Muda tidak terancam.

Semoga informasi di atas bermanfaat, Kawan Muda 🙂