Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi

1.858 views
Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
via: bustle.com

Kamu sedang menghadiri acara pernikahan teman. Dari kejauhan, seseorang yang kamu kenal melambaikan tangan dan berjalan mendekat. Kalimat pertama yang diucapkannya kemungkinan besar adalah ‘apa kabar?’.

Setelah puas bertukar kabar, untuk mengurangi kecanggungan yang muncul karena tak tahu lagi apa yang harus dibicarakan, pertanyaan basa-basi wajib sedunia yakni ‘kamu kapan, nih, nyusul?’  akan mengalir sempurna dari bibirnya. Atau mungkin pertanyaan template lain seperti mengomentari penampilan fisik yang berubah atau pekerjaan (yang menjerumus ke pertanyaan soal penghasilan).

Namun yang paling sering ditemui di Indonesia adalah pertanyaan ‘Kapan nikah’ dan pertanyaan lain yang masih ada kaitannya dengan pernikahan atau hubungan asmara. Kelihatannya sepele dan tujuannya memang untuk basi-basi, tapi pertanyaan tersebut bisa terdengar tidak sopan dan menyinggung orang-orang tertentu.

Bahkan menurut asisten dosen Social and Personality Psychology dari Universitas Airlangga, Rizqy Amelia Zein, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, pertanyaan basa-basi yang kelihatannya iseng tersebut bisa berdampak besar pada mereka yang tengah mengalami depresi.

Cara terbaik untuk menghindari kemungkinan buruk tersebut, seperti yang diungkapkan oleh penulis buku You Can’t Ask Me That, Christine Manby, adalah dengan memahami mana pertanyaan yang layak ditanyakan dan mana pertanyaan yang terlalu personal atau sensitif untuk ditanyakan.

Memahami di sini tak hanya melihat apakah kita merasa nyaman atau tidak saat ditanyai hal tersebut, pertimbangkan juga bagaimana perasaan lawan bicara dan apakah pertanyaan tersebut mampu menggiring ke pembicaraan yang lebih dalam/intim.

Kita Muda telah merangkum beberapa pertanyaan basa-basi yang umum ditanyakan, yang sebaiknya tidak kamu tanyakan lagi di acara reuni, pernikahan teman, atau acara kumpul keluarga.

1. “Kerja di mana sekarang? Gajinya gede enggak?”

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
“Kerja di mana sekarang? Gajinya gede enggak?” | via: greatist.com

Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan di acara reuni sekolah/kampus atau acara keluarga. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan menanyakan apa kesibukan temanmu sekarang. Namun jika pertanyaan tersebut akhirnya menjurus ke sesuatu yang sifatnya personal seperti gaji, sebaiknya pikirkan ulang untuk menanyakannya.

Daripada bertanya secara gamblang ‘apa pekerjaan kamu?’, lebih baik lontarkan pertanyaan yang lebih halus seperti ‘sekarang sedang sibuk apa?’. Dari situ kamu akan mendapatkan banyak obrolan seru dibanding hanya menanyakan ‘kerja di mana sekarang’ atau ‘gajinya gede enggak?’ yang lebih terkesan seperti pertanyaan ‘ya atau tidak’.

2. “Kok gendutan, sih?” atau “Kok kurusan, sih?”

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
“Kok gendutan, sih?” atau “Kok kurusan, sih?” | via: shutterstock.com

Ketika lama tak bertemu dengan teman lama, kamu tentu ingin mengetahui bagaimana kabar dan keadaannya saat ini. Daripada mengomentari soal fisiknya, meski kamu penasaran dan kaget melihat perubahannya, lebih baik tanyakan apakah dia masih tinggal di tempat tinggalnya yang lama atau apakah dia sudah pindah ke tempat lain karena sudah lama tidak pernah bertemu.

Temanmu mungkin memiliki penampilan yang berbeda, tapi itu bukanlah topik yang layak dibicarakan untuk memulai obrolan. Meski mungkin temanmu tidak keberatan, sebisa mungkin hindarilah jenis pertanyaan yang berkaitan dengan fisik.

3. “Ke mana saja sekarang? Kok jarang kelihatan?!”

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
“Ke mana saja sekarang? Kok jarang kelihatan?!” | via: liveabout.com

Temanmu tidak ke mana-mana, kamu saja mungkin yang tak memperhatikan atau tak peduli. Pertanyaan semacam ini bisa jadi boomerang bagi diri sendiri dan potensi berkembang menjadi obrolan yang seru sangat kurang.

Coba ubah dengan menanyakan apakah dia masih berdomisili di tempat yang sama, lalu ajaklah dia untuk mampir ke tempatmu atau mampir ke tempat yang sering kalian kunjungi dulu. Dari situ obrolan ringan bisa mengalir, karena pertanyaan yang berhubungan dengan nostalgia sangatlah ampuh untuk memecah kecanggungan.

4. “Sendirian saja, nih? Mana gandengannya?”

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
“Sendirian saja, nih? Mana gandengannya?” | via: zoosk.com

Meskipun kamu penasaran, jangan pernah tanyakan hal ini kepada siapa pun. Meski tujuannya hanya basa-basi. Dia datang sendiri atau datang bersama orang lain  bukanlah hal yang layak untuk ditanyakan karena sudah berhubungan dengan privasi orang tersebut.

Jangan pula menanyakan kenapa temanmu masih sendiri hingga saat ini. Karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan orang tersebut, jadi sebisa mungkin hindari pertanyaan yang terlalu sensitif untuk ditanyakan.

5. “Kapan nikah?” atau “Kapan punya momongan?”

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
“Kapan nikah?” atau “Kapan punya momongan?” | via: gettyimages.com

Pertanyaan ini sebetulnya memiliki makna yang positif, jika memang diutarakan dengan niatan yang baik. Saat diucapkan hanya untuk basa-basi, pertanyaan ini akan kedengaran kurang sopan, terutama jika menanyakannya pada orang yang punya hubungan yang cukup dekat denganmu.

Daripada sibuk ingin tahu kapan orang lain menikah atau punya momongan, sebaiknya tanyakan saja apa rencana atau kesibukan mereka mendatang. Karena pertanyaan ini bisa mengantarkanmu ke pembicaraan yang lebih berbobot dan tentu saja bisa meminimalisir kesalahpahaman dengan orang lain.

Cara Memulai Basa-Basi yang Tak Basi
Foto/Dok. Kitamuda.id