#NgobrolinUtang: Pinjam Duit saat Kepepet Sih Sah-Sah Saja, tapi Begini Caranya Biar Enggak Bikin Keki Orang yang Diutangin!

970 views
via: moneycrashers.com

Belum akhir bulan tapi uang sudah menipis? OH NO! Padahal masih ada kebutuhan mendesak dan tagihan yang harus dibayar. Kalau sudah begini, Kawan Muda mungkin mengandalkan keluarga atau teman agar mendapatkan pinjaman.

Jika jumlahnya enggak seberapa sih, misal pinjam uang buat bayar makanan karena kita lupa bawa dompet, mungkin enggak akan ‘ribet’ urusannya. Namun kalau mau pinjam uang dalam jumlah yang lumayan, ada aturan-aturan yang wajib Kawan Muda penuhi nih.

Ya, meskipun kamu pinjam uang ke orang terdekat, tetap saja enggak boleh seenaknya. Apalagi masalah utang bisa membuat hubungan kedua belah pihak berantakan. Wuidih, enggak mau kan mengalami hal tersebut? Masa iya hubungan dekat rusak gara-gara masalah utang? Agak gimana gitu…

Itulah sebabnya, jika kamu memang super kepepet buat ngutang, begini nih trik berutang yang baik biar terhindar dari persoalan pelik akibat utang yang bisa muncul di kemudian hari.

Berikan penjelasan kenapa kamu sampai harus meminjam uang, harus sejelas-jelasnya dan ada baiknya kamu jujur…

via: rd.com

Sebagai peminjam uang, kamu harus punya alasan yang jelas kenapa sih kamu butuh banget uang itu? Jawabanmu akan menjadi pertimbangan buat mereka, apakah mereka meminjamkan uangnya atau enggak nantinya.

Nah, biasanya demi mendapatkan pinjaman, ada yang nekat mengarang alasan ini-itu. Beuh, jangan deh. Lebih baik utarakan niatmu sesungguhnya. Selain itu, pinjamlah uang sesuai kebutuhanmu, jangan naik-naik ke puncak gunung nominalnya mentang-mentang dibolehin ngutang.


BACA JUGA:


Negosiasikan dengan baik jangka waktu pinjaman atau bagaimana kamu mengembalikan pinjaman tersebut.

via: inc.com

Meskipun kamu pinjam uang ke orang terdekat, jangan sampai bikin mereka susah atau merugi. Kamu kan diuntungkan karena dapat pinjaman uang, pihak yang dipinjam uangnya juga harus merasa ‘nyaman’.

Dalam artian, kamu akan mengembalikan uangnya di saat yang telah ditentukan, dengan jumlah nominal uang sesuai dengan yang kamu pinjam di awal.

Terkadang kan ada tuh peminjam uang yang beralasan ini-itu sehingga saat sudah waktunya melunasi utang, uang mereka kurang. Jadilah si pihak yang meminjamkan uang merelakan kekurangan tersebut. Jangan sampai begini ya, meskipun sama temanmu sendiri!

Kalau perlu, kamu bisa membuat surat perjanjian atau bukti peminjaman uang. Mungkin agak aneh, bisa jadi kesungguhanmu untuk melunasi utang!

via: surveymonkey.com

Kebiasaan buruk saat meminjam uang pada teman atau keluarga sendiri adalah melupakannya dan tidak menepati janji untuk mengembalikannya di waktu yang telah ditentukan. Alasannya benar-benar klise, ‘ah, sama teman atau saudara sendiri saja, santai lah…’.

Hei, bagaimana jika mereka membutuhkan uang tersebut tapi sungkan untuk menagihnya? Sebagai pihak yang meminjam uang, harusnya kamu yang lebih pro aktif. Tunjukkan kalau kamu bertanggung jawab dan bisa mengembalikan uang tersebut tepat waktu.

Biasakan juga untuk menulis bukti peminjaman uang di atas kertas, sekalipun kamu meminjam pada orangtua atau teman. Tak hanya menunjukkan bahwa kamu orang yang bertanggung jawab, cara ini akan membuatmu lebih ‘disiplin’. Kedua belah pihak pun tidak akan merasa dirugikan nantinya.

Nah, itulah trik sederhana yang wajib kamu terapkan saat berniat pinjam uang pada teman, keluarga, atau siapa pun itu. Ingat ya, meskipun pinjam uang saat kepepet itu sah-sah saja, jangan  jadikan berutang sebagai kebiasaan!

Jika kamu sering banget melakukan hal ini, hemm, ada baiknya untuk memeriksa gaya hidupmu terlebih dahulu. Bisa saja kan selama ini kamu besar pasak daripada tiang? Semoga tips di atas bermanfaat ya, Kawan Muda 😉