Utang atau pinjaman itu seperti dua sisi mata uang, dia bersifat memudahkan siapa pun yang mengalami kesulitan keuangan. Namun di sisi lain, dia menimbulkan masalah baik untuk orang yang utang dan orang yang dipinjam uangnya. Apalagi kalau utangnya mendadak amburadul.

Benar memang kata penyair terkenal asal Amerika Serikat, Ogden Nash, bahwa utang itu menarik ketika pertama kali didapat, tapi menjadi menyebalkan saat ingin menyingkirkannya. Meski memang enggak mudah untuk #MerdekaDari utang, terutama  buat kamu yang punya gaya hidup yang lumayan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk jadi orang yang bebas utang.

Perlu Kawan Muda ketahui bahwa meminjam uang itu enggak salah, kok. Namun, pastikan kamu pinjam sesuai kebutuhan, jangan meminjam karena ingin inilah itulah. Berabe banget ‘kan kalau enggak bisa bayarnya? Ngeri juga kalau harus gali lubang tutup lubang dengan berutang agar bisa memenuhi keinginan yang sebenarnya enggak penting-penting amat.

Mumpung masih muda, hayuklah dibiasakan hidup #MerdekaDari utang biar enggak jadi kebiasaan buruk di masa tua nanti. Kita Muda akan kasih sedikit pencerahan nih biar kamu jadi golongan kaum-kaum yang #MerdekaDari utang. Cus yuk intip bagaimana triknya.

1. Coba pahami baik-baik mana yang merupakan ‘kebutuhan’ dan mana yang hanya ‘keinginan’ sesaat!

Pisahkan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya keinginan sesaat saja | via: doctorleatherph.com

“Butuh beli baju ber-merk nih untuk menunjang penampilan. Masa kerja di perusahaan XX bajunya merk lokalan!”

Butuh atau pengin punya saja biar gaya? Membeli baju baru memang enggak salah, apalagi jika kamu memang membutuhkannya. Namun, haruskah beli yang mahal? Bukankah kamu membutuhkan baju baru untuk dikenakan? Apakah ada yang menuntutmu untuk membeli baju ber-merk?

Jika kamu mampu membelinya sih enggak masalah, kalau enggak sesuai kantong? Lebih baik beli yang nyaman, enggak peduli merk-nya apa. Daripada beli yang ber-merk tapi masih banyak cicilan sana sini dan bajunya cuma dipake sekali? Belum lagi kalau bajunya ngutang! Hemm….

2. Memperbaiki pola hidup, lebih berhati-hati dalam mengelola uang yang kamu punya.

Membatasi acara nongkrong yang tidak perlu agar bisa hidup hemat | via: ashwoodrecovery.com

Lingkaran pergaulan mungkin menuntutmu untuk mengeluarkan uang lebih. Namun, kamu harus lebih bijak dan keras pada diri sendiri. Dalam artian, kamu harus tahu kapan harus menuruti gaya hidup dan kapan harus berhenti.

Misal nih, kebutuhan hangout bareng teman kantor atau teman dekat. Masa iya sih kamu harus nongkrong tiap hari sama teman kantor? Seminggu sekali sih oke, ‘kan sudah ketemu tiap hari sama mereka? Cobalah untuk menolak dengan halus jika ada tawaran hangout ketika kamu dalam kondisi kepepet (anggaran untuk nongkrong sudah tipis atau nongkrongnya di tempat mahal).

Jangan gedein gengsi, teman-teman kamu pasti pengertian, kok. Atau kamu bisa menyiasatinya nih dengan melakukan penghematan (bawa bekal sendiri atau botol minum sendiri misalnya), sehingga uang bisa dianggarkan untuk ongkos pertemanan.


BACA JUGA:


3. Bagaimana jika sudah terlanjur punya utang?!? Coba list utangmu dari yang terkecil nominalnya.

Catatlah jumlah utang yang kamu miliki dari nominal yang paling kecil | via: thespruce.com

Sifat buruk sesorang yang berutang adalah menunda-nunda membayar utang, apalagi yang nominalnya kecil (dengan harapan direlakan orang yang kasih utang). Jangan merugikan orang lain dengan sikapmu ini, ya!

Biar kamu bisa #MerdekaDari segala utang, pun utang yang nominalnya kecil, catatlah kepada siapa saja kamu berutang dan berapa nominalnya. Urutkan dari yang terkecil hingga nominal utang yang paling besar. Jangan sampai ada yang terlewatkan, lho, ya!

Kalau sudah tahu daftar jumlah utangmu, cobalah cek keuangan. Coba cari kemungkinan utang-utang mana yang bisa dibayar dengan jumlah simpananmu yang ada saat ini. Tak ada salahnya juga kamu selesaikan masalah utang bernominal kecil, baru kemudian mencicil untuk utang yang nominalnya besar.

4. Menentukan tenggat waktu untuk utang-utang bernominal besar dan menentukan berapa nominal yang harus kamu cicil per bulannya.

Cicil pembayaran utang, agar tidak menumpuk. Mulailah dari yang nominalnya kecil | via: thisisinsider.com

Enggak bisa bayar utang langsung lunas? Bayarlah secara bertahap dan pastikan kamu konsisten saat melakukan pembayaran tersebut. Yup, kamu harus sudah menyisihkan pendapatan untuk cicilan utang dan pastikan membayarnya sebelum tenggat.

Akan lebih baik lagi saat menerima gaji, kamu langsung menyisihkan uangnya untuk cicilan utang. Percaya deh, dengan disiplin mencicil sedikit demi sedikit, tumpukan utangmu akan lunas. Jangan malah lari dari kewajiban, kamu akan sulit #MerdekaDari utang dan makin stres deh jadinya 😉

5. Fokus melunasi utang dulu, jangan malah menambah utang untuk menutup utang!

Fokuslah untuk melunasi semua utangmu sekarang, jangan tergiur untuk berutang lagi | via: stylecaster.com

Semakin cepat utang itu lunas, maka akan semakin baik. Oleh karena itu, #MerdekaDari utang yang lama dulu deh baru nanti merencanakan utang lagi (eits, tapi utang untuk kebutuhan mendesak dan penting saja, ya!).

Sekarang, fokus dulu mengatur pendapatan dan pengeluaran agar bisa menyisihkan uang untuk membayar utang. Kalau perlu, coba putar otak, cari barang-barang yang enggak terpakai lagi di rumah dan bisa dijual. Dari sini kamu kan bisa dapat penghasilan tambahan. Lumayan kan buat bantuin bayar utang?

Utang itu memang nikmat, tapi percayalah, #MerdekaDari utang itu nikmatnya berkali-kali lipat, lho! Bayangkan betapa merdekanya hidup kita tanpa utang. Kamu pun enggak akan dilabeli ‘ngutangers’ oleh orang 😉