Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan normal bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika jam terbang pekerjaanmu sangat tinggi dan enggak memungkinkanmu untuk berlibur. Gaji mungkin boleh tinggi, tapi kalau kamu enggak punya kesempatan sama sekali untuk #MerdekaDari kerjaan yang menumpuk (meski dibayar tinggi juga!!), kapan bisa menikmati hidup?

‘Alah…sekarang sih nabung dulu. Kan kalau punya banyak uang, liburan bisa kapan-kapan…’

Pemikiran tersebut enggak sepenuhnya salah, tapi enggak dibenarkan juga. Tahu enggak, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pergi berlibur atau mengambil cuti bisa membuat seseorang lebih rajin dan produktif bekerja. Tak hanya baik untuk kesehatan fisik, cuti bekerja untuk kesehatan mental sebenarnya dibutuhkan oleh semua pekerja, lho!

Kamu mungkin berusaha untuk menyelesaikan beban pekerjaan yang berat. Namun, pernahkah kamu bertanya pada diri sendiri secara sadar, apakah kamu baik-baik saja? Mungkin fisikmu sehat, tapi apakah hal tersebut berlaku demikian dengan kondisi kejiwaanmu? Jangan malu untuk mengajukan cuti, meskipun itu hanya sehari.

Waktu sehari untuk #MerdekaDari kerjaan menumpuk, bisa memunculkan ide-ide baru dan membuatmu makin produktif keesokan harinya. Kamu juga bisa terhindar dari risiko obesitas, hipertensi, stroke, atau bahkan serangan jantung karena tekanan pekerjaan tinggi.

Sekarang, yuk, tanyakan pada diri sendiri. Apakah kamu tengah merasakan hal-hal ini? Jika jawabannya adalah ‘iya’, saatnya kamu meminta izin atasan untuk #MerdekaDari kerjaan menumpuk.

1. Seberapa sering kamu melakukan kesalahan saat bekerja? Entah itu keliru atau lupa mengerjakan sesuatu.

Kehilangan fokus saat bekerja bisa menjadi tanda bahwa kamu butuh cuti | via: techrepublic.com

Sering kehilangan fokus bisa menjadi pertanda bahwa kamu butuh ‘istirahat’. Jika memang pekerjaanmu benar-benar menuntut belakangan ini, carilah waktu yang tepat untuk mengambil jatah cuti.

#MerdekaDari kerjaan menumpuk dengan pergi berlibur (meski hanya liburan keliling kota) bisa meredakan stres dan membuatmu fokus kembali.

2. Apakah kamu tidur cukup dan nyaman setiap harinya?

Bekerja terlalu keras hingga jam tidur berantakan | via: scarymommy.com

Jika jam tidurmu berantakan atau kamu sulit tidur karena ‘dihantui’ rentetan pekerjaan yang harus dilakukan atau pekerjaan yang harus diselesaikan keesokan harinya, ini berarti kamu butuh piknik.

Kamu butuh #MerdekaDari kerjaan menumpuk untuk sementara waktu. Jangan malu untuk mendiskusikan hal ini dengan atasan kamu. Apalagi jika kamu belum mendapatkan jatah cuti sama sekali 😉


BACA JUGA:


3. Mulai berangan-angan ingin pergi ke suatu tempat dan bahkan membuat daftar tempat yang ingin dikunjungi.

Berangan-angan pergi ke suatu tempat tapi tidak kunjung merealisasikannya | via: notanomadblog.com

Ketika melihat foto teman di media sosial yang tengah menikmati keindahan pantai di Bali atau menikmati keramahan Kota Jogja, kamu mendadak iri. Dalam arti, hatimu berteriak karena ingin berlibur juga. Kamu pun mulai mengutuk pekerjaan yang menumpuk.

Nah, kalau sudah berada di fase ini, kamu memang butuh #MerdekaDari kerjaan menumpuk. Bukan butuh lagi sih, tapi wajib. Coba deh cari tanggal terbaik untuk minta cuti dan ajukan ke atasanmu. Namun jangan dadakan, ajukan jauh-jauh hari. Kalau dapat izin, tinggal cari destinasi wisata seru deh buat melepas stres 😉

4. Ketika keluar sebentar dari kantor, pergi makan siang misalnya, kamu merasa seperti liburan singkat.

Makan siang rasanya seperti liburan singkat | via: helwyssocietyforum.com

Pernah enggak kamu merasa sumpek banget, sampai-sampai pas keluar kantor rasanya, tuh, plong? Dan kamu senang banget berada jauh dari kantor meski hanya untuk makan siang?

Jika sering merasakan hal ini, kamu memang butuh liburan. Enggak perlu berpikir dua kali deh untuk rehat sejenak, entah itu untuk berwisata kuliner atau pergi ke destinasi wisata impian. Yang penting pikiranmu bisa #MerdekaDari kerjaan yang menumpuk.

5. Apakah hubungan personalmu terbengkalai? Misalnya saja mulai jauh dari keluarga atau teman?

Pekerjaan menumpuk membuat seseorang kehilangan waktu berkualitas dengan keluarga atau teman terdekat | via: investors.com

Coba deh diingat-ingat, kapan terakhir kali kamu ngobrol dari hari ke hati sama keluarga atau teman terdekat? Kalau sudah lama banget enggak quality time bareng mereka, kini saatnya kamu rehat sejenak dari sejenak dan memperbaiki hubungan dengan mereka.

Pekerjaan memang penting, tapi keluarga adalah harta yang paling indah bukan? Merencanakan liburan singkat dengan keluarga atau orang terkasih sepertinya menjadi solusi yang tepat.

Bagaimana? Apakah kamu ternyata mengalami beberapa dari 5 tanda di atas? Kalau iya, buruan deh #MerdekaDari kerjaan menumpuk untuk beberapa hari.

Eits, tapi jangan lupa izin atasan, ya. Dan pastikan juga kamu sudah melakukan semua kewajiban di kantor 😉