Marak Pengemudi Ojol Nakal, Yuk Kenali 4 Modus Kejahatan yang Sering Digunakan Pengemudi Ojol untuk Mengelabui Korbannya!

Tak bisa dipungkiri, keberadaan transportasi online seperti ojek online benar-benar memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan bisa dibilang ojek online adalah solusi kebutuhan masyarakat atas transportasi murah , cepat, dan aman. Namun sayang, akhir-akhir ini bermunculan pengemudi ojek online ‘nakal’ yang begitu meresahkan masyarakat.

Bagaimana tidak, oknum tidak bertanggung jawab ini memanfaatkan transportasi online sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya melalui cara-cara yang tidak dibenarkan. Seperti pengalaman pahit yang dialami oleh perempuan cantik asal Jakarta, Yun Siska Rochani. Yun dirampok kemudian dibunuh oleh pengemudi taksi online yang mengantarnya.

Peristiwa seperti ini tak hanya satu dua kali saja terjadi, itulah sebabnya sebagai pengguna tranportasi online kita harus meningkatkan kewaspadaan. Nah, ada beberapa modus kejahatan nih yang sering digunakan para pengemudi ojek online untuk menjerat korbannya. Apa saja?

MODUS 1: Pura-pura nunggu penumpang di depan rumah, tapi ternyata ada niatan buat ngerampok rumah kita…

via: boombastis.com

Pengemudi ojek online biasanya suka mangkal di tempat-tempat tertentu, sehingga pemandangan mereka mondar-mandir dekat rumah kita bukanlah sesuatu yang aneh lagi. Namun, waspadalah jika pengemudi ojol itu berhenti terlalu lama di depan rumahmu dan gerak-geriknya terlihat mencurigakan (mengintip-intip atau mengamati kondisi rumahmu).

Biasanya sih mereka beralasan menunggu penumpang, tapi kalau kalau sudah dalam tahap mengamati rumahmu, segeralah cari bantuan (jika kamu sendirian). Karena bukan tidak mungkin kalau rumahmu dijadikan sasaran perampokan.

MODUS 2: Penumpang dibawa muter-muter, enggak sesuai rute dan suka lewat tempat yang sepi-sepi.

via: merdeka.com

Kalau yang satu ini adalah modus yang sering banget digunakan oleh pengemudi ojek online nakal. Biasanya sih mereka beraksi di malam hari. Penumpang akan dibawa melewati rute yang berbeda atau rute yang enggak kamu kenal dengan alasan cari jalan pintas.

Setelah sampai di tempat yang dianggap aman untuk melancarkan niat jahatnya, dia langsung menurunkan penumpang dan meminta penumpang menyerahkan barangnya. Hemm, syukur-syukur sih kalau cuma dirampok. Ada juga yang menyakiti bahkan membunuh korbannya. Waspada ya guys!

MODUS 3: Barang yang dikirim dengan jasa ojek online enggak diantar ke tujuan dan driver-nya minta tebusan kalau pengin barang itu diantar!

Beberapa waktu seorang perempuan bernama Hally Innayah menjadi korban pemerasan pengemudi ojek online. Hally menggunakan jasa pengemudi ojek online untuk mengantarkan dokumen-dokumen pentingnya seperti STNK dan BPKP mobil. Sayang, dia mendapatkan pengemudi yang tak bertanggung jawab.

Ya, pengemudi ojek online tersebut tiba-tiba mengabari Hally bahwa dia tak akan mengirimkan barangnya kalau Hally tidak mentransfer sejumlah uang. Merasa diperas, Hally pun melaporkan pengemudi nakal tersebut ke pihak yang berwajib.

MODUS 4: Bilangnya jemputan anak, ternyata penculik.

via: keselamatankeluarga.com

Buat Kawan Muda yang punya anak atau adik yang masih kecil, modus yang satu ini wajib banget kamu waspadai. Ya, pengemudi dengan modus ini biasanya mengaku-ngaku sebagai suruhan orangtua untuk menjemput anak di sekolah.

Untuk meyakinkan pihak sekolah atau si anak, dia berkomplot dengan rekannya yang akan mengaku sebagai orangtua atau saudara si anak lewat telepon. Dan ketika si anak berhasil didapatkan, dia akan meminta tebusan pada orangtua aslinya. Waduh, jangan lengah dengan penculikan anak berkedok ojek online seperti ini, ya.

Karena kejahatan di jalan enggak bisa diprediksi, agar aman saat menggunakan transportasi online ada beberapa hal yang harus Kawan Muda perhatikan.

Pertama, pastikan plat nomor transportasi online yang menjemput sesuai dengan yang diaplikasi. Jika kamu naik di malam hari, kirimkan plat nomor transportasi online yang menjemput ke teman atau keluarga dekat. Kamu juga bisa memberikan foto dan identitas pengemudi apada orang terdekat.

Tak ada salahnya juga membawa alat pertahanan untuk berjaga-jaga seperti pepper spray. Ketika berada di dalam transportasi online, usahakan kamu enggak tertidur dalam mobil kalau sendirian. Saat kamu mencurigai gerak-gerik pengemudi, segeralah minta turun di tempat yang ramai.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Kawan Muda 😉

Sumber:  Boombastis, Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *