Jangan Sampai Takut Hamil Karena Termakan Mitos! 8 Mitos Kehamilan Ini Perlu Diluruskan Kebenarannya Karena Tidak Semuanya Benar!

1.998 views

Bagi wanita, kehamilan merupakan salah satu momen terpenting dalam sejarah kehidupan. Perasaan ketika ada seseorang yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim tentu merupakan pengalaman yang tidak akan tergantikan oleh siapapun. Meskipun ada beberapa wanita yang tidak menyukai masa kehamilan karena membuat bentuk tubuh mereka berubah, hormon dan mood yang naik turun, serta mual dan nafsu makan berlebihan yang mereka rasakan, tetapi tetap kehamilan adalah suatu hal unik yang akan dialami wanita jika waktunya tiba.

Tetapi nih ada beberapa stereotype atau mitos yang ada dibalik kehamilan wanita dan membuat kita berpikir kalau stereotypes atau mitos tersebut benar adanya. Benar nggak ya kira-kira stereotypes ini? Dilansir dari Brightside, ini dia 6 stereotypes tersebut:

1. Wanita hamil “harus” makan untuk 2 orang

via: brightside.me

Kebanyakan mitos yang beredar di kalangan wanita adalah ketika mereka hamil, porsi makanan masuk ke tubuh haruslah cukup untuk 2 orang. Padahal ini belum tentu benar, lho! Menurut pakar nutrisi dari Institute of Medicine di Amerika Serikat, jika seorang wanita memiliki berat badan yang ideal dan sehat, mereka tidak perlu untuk mengonsumsi kalori tambahan di awal kehamilan. Para pakar ini merekomendasikan kalori yang dikonsumsi sebesar 340 dan 450 pada masa kehamilan bulan kedua dan ketiga. Jadi daripada makan terlalu banyak, lebih baik makan dengan asupan kalori dan nutrisi yang baik, agar bayinya tumbuh sehat.

2. Kehamilan membuat wanita “bodoh”

via: brightside.me

Uh oh, satu lagi stereotype yang harus diluruskan. Perubahan secara drastis pada tingkat hormon wanita membuat mereka lebih emosional dan sensitif selama kehamilan. Tetapi bukan berarti kecerdasan otak mereka berkurang, buktinya banyak wanita yang bisa membuat buku atau meluncurkan bisnis mereka sendiri selama hamil dengan hasil yang luar biasa sukses. Tetapi memang istilah momnesia benar-benar ada dan terjadi pada wanita hamil. Momnesia ini terjadi ketika otak wanita sedang beradaptasi dengan perubahan tubuh, dan berusaha membuat bond antara bayi dan wanita yang mengandung. Karena proses adaptasi inilah wanita cenderung untuk lupa terhadap kegiatan mereka, dan sulit melakukan kegiatan bersamaan.

3. Proses USG menyakiti janin di kandungan

via: brightside.me

Hampir semua dokter merekomendasikan wanita untuk melakukan USG sebanyak 3 kali selama kehamilan, yang dilakukan pada setiap 3 bulan sekali. USG ini perlu untuk mengetahui perkembangan janin sekaligus melihat adanya ancaman penyakit seperti bakteri dan virus, bagi kesehatan bayi. Tapi karena adanya stereotype ini, banyak wanita yang tidak melakukan USG karena takut menyakiti janinnya. Padahal nih, USG menggunakan gelombang suara dan tidak memakai sinar X-ray seperti yang dibayangkan. Sehingga nggak akan ada efek radiasi yang ditimbulkan dari proses USG rutin. Sudah terjawab, kan?

4. Banyak wanita “ngidam” makanan asin selama kehamilan

via: brightside.me

Ketika sedang hamil, tubuh wanita mengirimkan “sinyal” atas nutrisi dan mineral yang kurang di tubuh. Hal uniknya adalah, tubuh mengirimkan sinyal dengan cara yang aneh. Misalnya nih, tiba-tiba ingin makan kapur atau abu hanya karena dibayangkan begitu enak. Tapi ada juga yang menginginkan makanan unik seperti sate ular pada saat hamil. Jadi yang diidamkan oleh wanita hamil bukan hanya makanan khusus, namun juga semua jenis makanan yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Nggak hanya makanan asin, manis pun juga menjadi idola wanita hamil.

5. Stress tidak baik untuk wanita hamil

via: brightside.me

Nggak usah pada saat hamil, saat masih melajang saja stress merupakan hal buruk, kok. Pasti kita akan mengalami situasi yang membuat kita mengalami stress dan panik, dan hal ini normal dalam kehidupan. Yang membuat beda adalah perilaku kita dalam menghadapi stresst tersebut. Terlalu sering khawatir dan stress terhadap kondisi bayi akan membuat tubuh menjadi lelah dan tidak bersemangat. Jadi daripada kamu membuat masa kehamilan menjadi suatu hal yang stressful, coba berhenti terlalu khawatir dan belajar untuk menikmati momen yang ada.

6. Konsumsi air harus dikurangi pada bulan ketiga kehamilan

via: brightside.me

Kalau di masa lalu nenek dan ibu kita selalu disarankan untuk tidak mengonsumsi air terlalu banyak. Menurut mereka terlalu banyak mengonsumsi air akan mengakibatkan pembengkakan di tubuh pada bulan ketiga kehamilan. Padahal nih berdasaarkan penelitian dari pada ahli yang ditulis dalam buku What to Expect When You’re Expecting, pembengkakan tidak diakibatkan oleh meminum air terlalu banyak. Malah meminum air membantu agar pembengkakan di tubuh berkurang.

 

Nah gimana Kawan Muda? Terungkap kan semua stereotypes dan penjelasan mengenai kehamilan? Jadi nggak perlu lagi percaya hal-hal yang nggak ada pembuktian ilmiahnya. Oke, Kawan Muda?