Hal-Hal Ini Sering Dilakukan Para Ibu yang Tanpa Disadari Membahayakan Kesehatan Bayi dan Anak!

12.109 views
via: brightside.me

Setiap orangtua pasti memiliki cara-cara tersendiri dalam merawat bayi atau anaknya, terutama bagi kaum ibu nih. Meskipun merawat anak bukanlah hal yang mudah, para ibu pastinya sudah belajar cara merawat bayi dari ibu mereka atau dari kebiasaan yang umumnya dilakukan para ibu saat membesarkan anaknya.

Sayang, tak sedikit dari kebiasaan para ibu yang ternyata malah menimbulkan bahaya bagi anak. Dan bahkan ada, lho, kebiasaan yang sudah diwariskan secara turun-menurun! Hemm, kalau begini enggak bisa disepelkan lagi nih karena berhubungan dengan kesehatan anak.

Nah, kira-kira kebiasaan apa saja sih yang ternyata berbahaya bagi anak? Simak yuk ulasannya berikut ini.

1. Menggunakan baby walker untuk mengajari anak berjalan.

via: brightside.me

Baby walker kerap kali digunakan orangtua untuk mengajari bayinya berjalan. Ketika kecil dulu, Kawan Muda mungkin menggunakan alat yang serupa.

Namun tahukah kamu, banyak pakar tumbuh kembang yang enggak merekomendasikan pemakaian baby walker pada bayi. Bukannya mempercepat anak dalam proses berjalan, baby walker ternyata membuat anak lebih lambat berjalan.

Selain itu, The American Academy of Pediatrics menganggap baby walker sebagai alat yang berbahaya untuk bayi. Di AS, terdapat sekitar 8.000 kasus kecelakaan pada bayi per tahunnya akibat penggunaan baby walker. Pemerintah Kanada bahkan melarang penggunaan baby walker.

2. Memberikan jus buah dan susu sapi murni pada anak-anak berusia kurang dari satu tahun.

via: brightside.me

Menurut American Academy of Pediatrics dan Australian Government’s National Health and Medical Research Council, selama enam hingga dua belas bulan pertama, orangtua dilarang memberikan jus buah atau susu sapi murni pada bayi karena bisa menimbulkan kontaminasi dan alergi.

Meskipun jus buah kaya akan vitamin, kandungan gulanya cukup tinggi. Jika diberikan terlalu banyak pada bayi atau balita, bisa menyebabkan masalah gigi dan obesitas. Karena itulah jus buah yang diberikan pada bayi harus diencerkan atau berikan buah  utuh saja tanpa di jus. Itu pun baru boleh diberikan setelah usia 12 bulan.

Begitu juga dengan susu sapi, nutrisinya terlalu tinggi dan belum diperlukan oleh bayi. Susu sapi bisa membahayakan ginjal, memicu anemia hingga alergi.

3.

via: brightside.me

Saat membelikan mainan untuk anak-anak usia prasekolah, hindari mainan yang kurang realistis. Misalnya, boneka dengan bentuk-bentuk atau warna-warna unik yang tidak ada di dunia nyata.

Ini untuk menghindari perilaku agresif, rasa ketakutan tanpa sebab, hingga depresi yang mungkin terjadi saat dia beranjak dewasa. Memang, tidak semua anak berperilaku demikian. Namun, alangkah baiknya sebagai orangtua, Kawan Muda melakukan tindakan pencegahan.

Pilihlah mainan dengan warna dan bahan yang alami, misalnya yang terbuat dari kayu atau kain. Jenis permainan juga sebaiknya yang mendidik dibanding yang berunsur hiburan. Dan yang terpenting, mainan tersebut jangan membatasi kreativitas anak.

4. Membedong bayi dengan baju hangat secara berlebihan.

via: brightside.me

Membedong bayi memang bisa membuatnya tetap tenang dari gangguan sekitar sekaligus membuatnya tetap hangat. Namun, Kawan Muda harus memperhatikan kondisi si bayi juga. Yup, jangan sampai si bayi merasa sesak atau kepanasan karena dibedong.

Terlalu sering “membungkus” bayi dengan baju hangat, apalagi saat kondisi tidak terlalu panas, akan membuat tubuh bayi tidak terbiasa pada perubahan cuaca. Dan ini bisa membuat si bayi mudah terkena penyakit yang berhubungan dengan udara dingin. Bayi pun nantinya akan memiliki imunitas yang rendah.

5. Dengan mudah memberikan gadget pada anak-anak dan kurang bijak menetapkan batasan.

via: brightside.me

Paparan sinar biru yang berasal dari layar gadget memiliki efek yang buruk baik pada orang dewasa dan anak-anak. Menurut studi yang dilakukan Harvard University, sinar biru adalah adalah sinar yang paling berbahaya bagi retina.

Sinar biru yang masuk retina, dalam jangka panjang bisa mengakibatkan degenerasi makula, dan ini bisa berujung pada katarak dan kebutaan. Pada anak-anak, risiko tersebut lebih tinggi karena kondisi mata yang belum sempurna.

Gadget boleh diberikan pada anak, tapi harus ada dalam pengawasan penuh orangtua. Penggunaannya pun enggak boleh lebih dari satu jam sehari.

Nah, sekarang sudah tahu kan cara asuh yang seperti apa yang “berbahaya” untuk tumbuh kembang dan kesehatan anak?

Buat Kawan Muda yang sudah menjadi orangtua, semoga informasi di atas bermanfaat, ya. Yuk, sebarkan informasi ini ke orang-orang terdekat 🙂

Sumber: Brightside.me