Kerempeng, mana keren? Begitulah slogan iklan sebuah produk susu protein penambah berat badan. Hemm…memang sih, bagi sebagian orang nih, tubuh yang ‘kerempeng’ atau ‘tipis’ itu bikin minder plus bikin risih.

Terutama bagi kaum adam, kalau punya badan yang kurus siap-siap saja deh dijuluki ‘gepeng’, ‘ceking’, ‘cungkring’, ‘tiang listrik’, atau paling-paling diwanti-wanti sama teman se-geng kalau ada angin gede semoga enggak ikut terbang. Dikira layangan kali ya?

Cewek yang bertubuh kurus pun juga kerap mendapatkan perlakuan yang sama. Aneh ya, kalau badan gemukan dikit dibilang ‘kok gemukan sih?’ atau ‘duh, jangan gemuk-gemuk, kurusin dikit!’.

cara menaikkan berat badan
Badan kurus bikin minder dan jadi bahan bully | Foto: philly.com

Sekarang giliran badan kurus diprotes juga, ‘ih, kok kurus banget? Diet ya?’, ‘aduh, jadi cewek jangan tepos-tepos, cowok enggak doyan!’, ‘ya ampun, kurus banget kayak orang cacingan!’, ‘ya ampun, kamu enggak makan sampai kurus begini?’, atau ‘mikirin apa sih sampai kurus begini?’.

Padahal, kamu yang bertubuh kurus sebenarnya juga risih dengan bentuk tubuh yang terlalu kurus. Kadang lihat teman yang tubuhnya agak berisi dikit tuh rasanya iri, pengin minta sedikit lemaknya biar penampilanmu terlihat lebih fresh (enggak dikira sebagai pemakai narkoba!).

6 penyebab rendahnya berat badan seseorang

cara menaikkan berat badan
Ada banyak penyebab seseorang memiliki tubuh yang kurus | Foto: deccanchronicle.com

Kamu pun sudah mencoba berbagai cara menaikkan berat badan, tapi belum ada hasil yang berarti. Minum susu protein sudah, minum suplemen penambah nafsu makan juga, bahkan minum obat cacing pun dijabanin! Kok masih segitu-segitu saja sih tubuhnya?

Berat badan yang kurang dari ukuran normal standar kesehatan bisa dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Menurut situs Family Doctor yang dikelola oleh American Academy of Family Physicians, sebagaimana Kita Muda lansir dari National Geographic Indonesia, berikut adalah penyebab kenapa seseorang memiliki berat badan yang rendah atau terlalu kurus:

Faktor genetik atau keturunan

Kawan Muda tentu punya nih teman yang porsi makannya banyak banget dan hobi ngemil juga, tapi badannya ya ‘tipis-tipis’ saja. Ternyata oh ternyata, setelah ditelusuri kedua orangtua dan saudara-saudaranya juga rata-rata memiliki perawakan yang kecil (kurus).

Orang-orang seperti ini kemungkinan besar dilahirkan dengan metabolisme yang tinggi dari orang kebanyakan atau secara alami nafsu makannya kurang dari orang lain.

Latihan dan aktivitas fisik yang tinggi

Apakah aktivitasmu sehari-hari cukup menguras tenaga? Misalnya lebih sering bergerak daripada duduk dan selalu aktif mengerjakan sesuatu? Kemungkinan besar inilah yang membuat tubuhmu cenderung langsing karena kamu membakar lebih banyak kalori melalui aktivitas fisik yang tinggi tadi.

Menderita penyakit tertentu

Enggak hanya orang gemuk saja lho yang diidentikkan dengan penyakit. Orang kurus pun enggak selamanya sehat. Yup, tubuh yang kurus juga bisa jadi tanda seseorang mengidap penyakit tertentu. Misalnya, tiroid, diabetes, penyakit pencernaan, atau bahkan kanker.

Mereka juga bisa menderita penyakit coeliac, sebuah kondisi di mana tubuh enggak bisa menyerap nutrisi. Kelenjar yang terlalu aktif atau disebut juga hipotiroidisme juga menyebabkan metabolisme seseorang bekerja secara berlebihan dan bisa menyebabkan penurunan berat badan yang enggak normal.

Konsumsi obat-obatan terntentu

Ada jenis obat-obatan tertentu yang bisa menyebabkan mual dan muntah. Jenis pengobatan seperti kemoterapi pada penderita kanker juga bisa membuat nafsu makan seseorang berkurang.

Permasalahan psikologis

Stres dan depresi bisa mengganggu kebiasaan makan yang sehat. Kurangnya rasa percaya diri juga bisa menyebabkan gangguan makan, lho. Misalnya saja orang yang takut banget gemuk, mereka bisa parno saat melihat makanan atau bahkan merasa bersalah saat mengonsumsi sesuatu meskipun dalam jumlah yang sedikit (seperti yang terjadi pada para penderita anoreksia).

Pada kasus tertentu, kurang tidur atau kurang istirahat yang cukup ditambah stres berat juga bisa membuat seseorang mengalami penurunan berat badan.


BACA JUGA:


Badan kurus vs. badan gemuk, mana yang lebih baik?

cara menaikkan berat badan
Badan kurus belum tentu bebas dari penyakit | Foto: thebodyisnotanapology.com

Sebenarnya, enggak ada yang salah dengan berat badan yang terlalu kurus. Namun enggak bisa dipungkiri, kekurangan ‘lemak’ dan cenderung memiliki indeks massa tubuh di bawah normal juga enggak baik bagi tubuh karena membuat Kawan Muda lebih rentan terserang  penyakit.

Selama ini kita mungkin diwanti-wanti dengan risiko kelebihan berat badan, tapi kurang diwanti-wanti dengan risiko kekurangan berat badan. Keduanya enggak ada yang lebih baik, baik kelebihan maupun kekurangan berat badan sama-sama memiliki efek yang buruk bagi tubuh.

Kawan Muda mungkin sudah tahu kalau penderita obesitas atau kelebihan berat badan sangat rentan terkena risiko penyakit diabetes, jantung, tekanan darah tinggi dan stroke. Bagaimana dengan mereka yang kekurangan berat badan? Ternyata oh ternyata, orang dengan berat badan di bawah normal juga berisiko terkena penyakit paru-paru, gagal jantung, dan bahkan berisiko cepat meninggal dunia! Ngeri banget kan?

Selain itu, mereka yang punya badan terlalu kurus juga memiliki kesehatan tulang yang rendah sehingga mudah terkena patah tulang/rapuh (lemak dibutuhkan sebagai bahan bakar pembentukan hormon esterogen yang berguna untuk menjaga kesehatan tulang).

Cewek yang terlalu kurus juga lebih rentan mengalami morning sickness saat hamil muda dan risiko keguguran pada trimester pertama 72% lebih besar. Buat para cowok nih, terlalu kurus bisa mempengaruhi kualitas sperma karena indeks massa tubuh yang enggak ideal akan mempengaruhi komposisi hormon dalam tubuh.

Whoa, ternyata punya badan kurus enggak berarti aman dari risiko penyakit, ya. Itulah mengapa, dokter dan pakar kesehatan enggak pernah menyarankan kita untuk memiliki tubuh kurus. Mereka selalu menyarankan untuk mempertahankan berat badan yang sesuai (ideal) dan yang penting sehat. Lantas, orang dengan berat badan sehat dan nomal itu yang seperti apa sih?

Mereka yang dianggap bertubuh normal dan sehat adalah yang memiliki nilai indeks masa tubuh (BMI) antara 18,5 dan 24,9 (perhitungan untuk orang dewasa, ya). Rumus untuk menghitung BMI adalah:

cara menaikkan berat badan
Rumus menghitung BMI | Foto: Doktersehat.com

7 cara menaikkan berat badan secara alami dan aman

cara menaikkan berat badan
Cara menaikkan berat badan secara alami dan aman| Foto: reddit.com

Setelah mengetahui cara menghitung BMI atau kamu mungkin sudah menghitung BMI dengan aplikasi online, masih punya keinginan untuk menaikkan berat badan? Buat Kawan Muda yang punya indeks BMI di bawah normal dan ingin menaikkan berat badan, Kita Muda bakal share nih cara menaikkan berat badan secara alami dan aman.

Kita Muda enggak melarang kok kalau kamu pengin minum susu protein atau suplemen lainnya. Namun, cara menaikkan berat badan secara alami ini bisa menjadi alternatif yang bisa dicoba kalau kamu ingin menaikkan berat badan tanpa risiko. Yuk, langsung saja kita simak tipsnya berikut ini.

Cara #1: Tambahkan kalori yang sehat dalam makananmu

cara menaikkan berat badan
Tambahkan kalori yang sehat dalam makananmu | Foto: mariamarlowe.com

Cara menaikkan berat badan yang pertama adalah dengan mengonsumsi lebih banyak kalori. Eits, tapi kalori yang sehat ya biar badan tetap sehat pula. Hindari makanan berkalori yang mengandung lemak jahat. Kalori yang sehat itu seperti apa sih? Misalnya saja kacang-kacangan, buah alpukat, telur, keju, gandum utuh, atau susu full cream.

Cara #2: Konsumsilah makanan yang padat gizi, jangan makan banyak tapi ‘angin’ doang

cara menaikkan berat badan
Konsumsilah makanan yang padat gizi| Foto: Star2.com

Selanjutnya adalah perhatikan nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi. Kamu memang doyan makan, tapi kalau yang masuk perut adalah makanan enggak sehat, ya sama saja bohong! Pastikan menu makananmu sehari-hari kaya akan nutrisi, vitamin, mineral, dan protein yang bisa menaikkan berat badan. Misalnya, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, daging tanpa lemak, dan lainnya.

Cara #3: Makan dalam porsi kecil, tapi sering

cara menaikkan berat badan
Makan dalam porsi kecil, tapi sering | Foto: livelighter.com

Biar berat badan bertambah ya, sering-seringlah makan. Namun jangan kalap juga porsinya. Makan boleh sering, tapi harus dikontrol porsinya. Misalnya nih, kalau kamu biasanya makan 2—3 kali sehari, coba deh makan 5—6 kali sehari dengan porsi yang sedikit. Cara ini bisa meningkatkan asupan kalori harianmu.

Cara #4: Perbanyak cemilan sehat

cara menaikkan berat badan
Perbanyak cemilan sehat | Foto: lifehack.com

Biar berat badan bisa naik, kamu bisa nih memperbanyak ngemil di sela-sela waktu makan. Namun ingat ya cemilannya tetap cemilan sehat, lho! Kamu bisa mengonsumsi buah-buahan, roti gandum, susu, kacang-kacangan, dan keju. Hindari cemilan tinggi kalori dan lemak tapi rendah gizi semacam keripik kentang, permen, cokelat, dan sebagainya.

Cara #5: Perhatikan konsumsi air putih

cara menaikkan berat badan
Hindari kebiasaan makan sambil minum| Foto: TheHealthSite.com

Konsumsi air putih memang baik bagi tubuh, tapi terlalu banyak air putih atau mengonsumsinya di waktu yang enggak tepat juga enggak baik juga. Misalnya nih, kamu terlalu banyak minum air sebelum makan atau kebiasaan makan sambil minum, cara ini bikin kamu cepat kenyang sehingga bisa mengurangi nafsu makan. Oleh karena itu, sangat penting mengatur kapan waktu yang tepat untuk minum 😉

Cara #6: Olahraga untuk menambah massa otot

cara menaikkan berat badan
Olahraga untuk menambah massa otot sehingga badan terlihat lebih berisi | Foto: swimming.org

Untuk menambah massa otot dan membuat badan lebih berisi, Kawan Muda bisa mencoba beberapa jenis olahraga tertentu seperti angkat beban, aerobik, push up, berenang, dan lain sebagainya. Psst…tahu enggak sih kalau olahraga secara rutin bisa meningkatkan nafsu makan? Cocok banget nih buat kamu yang pengin menaikkan berat badan.

Cara #7: Istirahat yang cukup

cara menaikkan berat badan
Istirahat yang cukup agar tidak stres | Foto: huffingtonpost.com

Seperti yang Kita Muda singgung sebelumnya, orang tertentu bisa mengalami penurunan berat badan karena kurang tidur dan stres. Jika kamu termasuk salah satunya, yuk, perbaiki waktu tidurmu. Luangkan waktumu untuk tidur malam yang berkualitas. Lagipula, kurang tidur juga enggak baik lho buat kesehatan!

Itulah sejumlah cara menaikkan berat badan yang efektif dan sehat. Kawan Muda enggak perlu ngoyo sih melakukannya, yang penting rutin dan disiplin. Jika belum ada kemajuan yang berarti setelah mencoba cara menaikkan berat badan di atas, jangan ragu lho untuk berkonsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, Kawan Muda 😉