Biar Cepat Diterima Kerja, Yuk Cari Tahu Dulu Cara Mengirim Surat Lamaran Pekerjaan yang Benar dan Sopan via Email

4.548 views
via: themuse.com

Di zaman yang serba modern seperti sekarang, proses pengiriman surat lamaran pekerjaan kebanyakan sudah dilakukan melalui surat elektronik atau e-mail. Yup, sekarang sudah jarang banget perusahaan yang meminta lamaran via pos.

Namun jangan mentang-mentang dikirimnya via e-mail yang kesannya ‘kekinian’, Kawan Muda jadi mengabaikan etika yang baik dalam menulis lamaran kerja. Memangnya kamu mau kirim e-mail ke teman?

Sayang, entah karena tidak tahu atau sudah terbiasa menggunakan cara-cara yang enggak formal saat menggunakan surat elektronik/aplikasi pesan singkat, pencari kerja zaman now sering mengabaikan kaidah penulisan surat lamaran pekerjaan via email.

Padahal nih ya, e-mail yang kamu tuliskan adalah penentu apakah kamu akan dipanggil di tahap selanjutnya atau tidak. Ada kurang satu step yang terlupakan saja, beuh, paling cuma dilirik doang atau parahnya langsung dilempar ke trash! Enggak mau kan?

Itulah sebabnya, Kita Muda bakal kasih tahu kamu nih beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengirim surat lamaran kerja via email. Apa saja?

1. Pastikan kolom subject terisi karena ini adalah pintu masuk pertama bagi HRD untuk memeriksa emailmu lebih lanjut.

via: helendearest.com

Sebagus apa pun prestasi atau pengalaman kamu, kalau lupa masukin subject di email lamaran pekerjaan, beuh, jangan harap deh pihak perusahaan akan menghubungimu. Ya, ada dua kemungkinan yang terjadi: pihak perusahaan cuma melirik dan melewati emailmu atau mesin email perusahaan secara otomatis menyeleksi email tanpa subject sebagi spam atau junk mail!

Kalau enggak mau hal tersebut terjadi, pastikan kolom subject yang tampak sepele ini diisi sebelum kamu klik tombol ‘kirim’. Biasanya dalam pengumuman lowongan kerja, pihak perusahaan sudah memberi subject tertentu. Namun, kalau enggak dijelaskan harus pakai subject apa, Kawan Muda bisa tulis:

Subject: [Lamaran Kerja—Posisi yang kamu lamar] Nama kamu

2.  Jangan lupa isi bagian body email, hal sepele yang bisa jadi penentu juga nih!

via: blog.haqqi.net

Memang sih, yang dilihat sama perusahaan adalah CV kamu. Namun, jangan hanya melampirkan CV saja di e-mail tanpa memberikan penjelasan niat kamu apa sih ngirim CV tersebut. Sebenarnya yang ditulis di body email itu mirip dengan surat lamaran pekerjaan yang dikirim via pos.

Nah, kalau sudah menuliskan surat lamaran pekerjaan (application letter) di body email, kamu enggak perlu lagi deh melampirkan application letter di attachment. Dan lebih baik kamu memang menuliskannya di body email karena jika body email kosong, email-mu kemungkinan akan langsung dilempar ke spam atau junk mail.

3. Masih berhubungan dengan body email, pastikan kamu menulisnya dengan rinci tapi enggak bertele-tele juga.

via: Kosngosan.com

Wadidaw, maksudnya rinci tapi tidak bertele-tele itu seperti apa ya? Jadi, jangan lupa awali dengan salam pembuka yang ditujukan pada HRD perusahaan bersangkutan. Misalnya nih, Dear/Yth. Bapak/Ibu kepala HRD Kitamuda.id (misal enggak tahu nama orangnya, ya).

Kemudian jelasin niatan kamu kirim email tersebut, biasanya sih diawali dengan kamu tahu lamaran tersebut dari mana dan dilanjutkan dengan memperkenalkan diri kamu secara singkat (sebutin kamu dari universitas mana). Setelah itu, jelaskan juga kenapa kamu tertarik melamar dan kenapa kamu layak dipertimbangkan oleh perusahaan.

Di penghujung body email, jelaskan bahwa kamu sudah melampirkan dokumen-dokumen yang diminta perusahaan di attachment. Akhiri dengan salam penutup, jangan dibiarin menggantung begitu saja.

4. Gunakan bahasa formal dan sopan, meskipun kamu melamar ke perusahaan yang punya kultur anak muda atau rata-rata pekerjanya masih muda.

via: malesbanget.com

Well, mungkin bakal terlihat kaku ya, apalagi jika kamu melamar ke perusahaan yang punya kultur anak muda, misalnya saja di Kitamuda.id. Namun, enggak berarti kamu bisa menulis seenaknya seperti sedang nulis email atau chatting teman.

Setidaknya gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta gunakan kata-kata yang sopan dan enggak alay. Tunjukkan kalau kamu benar-benar profesional, bukan asal!

5. Lebih baik gunakan alamat email yang formal saat mengirimkan surat lamaran pekerjaan.

via: helpx.adobe.com

Sebaiknya kamu memisahkan antara email untuk pekerjaan dan akun media sosial. Kan biasanya email untuk akun media sosial itu mengandung ke-alay-an maksimal, misalnya nih “[email protected]” atau “[email protected]”.

Sebenarnya sih enggak masalah, tapi takutnya kamu dinilai sebagai pribadi yang enggak serius. Oleh karena itu, mending punya satu email formal dengan nama aslimu ya 😉

6. Last but not least, usahakan lampiran file yang kamu unggah enggak lebih dari 1 MB. Kecuali kamu yang menyertakan banyak portofolio ya…

via: semangat-cari-kerja.blogspot.com

Biasanya sih ada perusahaan tertentu yang mengisyarakat bahwa file yang diunggah enggak boleh melebihi ukuran tertentu. Jika di tempat yang kamu tuju enggak mencantumkan hal tersebut, buat berjaga-jaga ada baiknya ukuran file yang kamu lampirkan enggak lebih dari 1 MB ya, kenapa?

Kan pelamar yang kirim email bukan kamu saja dan jangan sampai HRD bosan nungguin email kamu loading. Bisa-bisa langsung ditinggal deh sama dia, hieeey!

Nah, sekarang Kawan Muda sudah tahu kan trik jitu biar surat lamaran kerjaan via email kamu dilirik sama perusahaan? Semoga setelah menerapkan tahapan-tahapan ini, HRD segera menghubungi Kawan Muda ya. Selamat mencoba dan semangat buat kamu para job seeker di luar sana 😉

Gimana, sekarang kamu udah ngerti ya? Jangan cuma ngangguk-ngangguk dan dibaca doang, praktekkin gih. Pengen dapet kerja kan? Oh ya, tata krama ini juga berlaku saat kamu mengirim email ke calon sponsor, narasumber acara, dosen pembimbing, dll.

Sumber: Glints