7 hal remeh yang sering job seeker lupakan saat melamar kerja

2.766 views
via: dfiles.me

Saking ngebetnya pengin dapet kerjaan, calon pekerja seringkali bergerak membabi buta: menanyakan hal-hal yang padahal sudah diinformasikan dengan jelas hingga melakukan berbagai keteledoran. Rata-rata kekurangtelitian itu biasanya kerap terjadi pada hal-hal sepele. Ya, sepele, sekali lagi. Tapi jangan salah, hal sepele ini cukup berdampak terhadap kelangsungan nasibnya di perusahaan tempat ia mendaftar.

Kita Muda membedah setidaknya ada 7 hal remeh yang sering job seeker lupakan saat melamar kerja. Agar tak terlalu banyak pusing membayangkan, percontohan kali ini (beberapa) menggunakan pengalaman yang telah Kita Muda alami ketika melakukan rekruitmen pegawai beberapa bulan lalu atau beberapa waktu lalu. Dan, inilah 7 hal tersebut.

 

BACA JUGA: Merantau ke kota besar untuk bekerja? Ikuti 5 tips ini biar kamu bisa hidup hemat dan survive

 

1. Malas baca info dengan teliti!

Ada aja ya, orang-orang kayak begini. Jelas-jelas Kita Muda sudah mencantumkan syarat pendaftaran. Eh, masih saja ada yang melontarkan pertanyaan, yang jelas-jelas informasinya ditulis secara lengkap di dalam poster. Baca, Man, baca! Baca yang teliti!

2. Lupa memasukkan hobi atau kesukaan akan sesuatu.

main game di kantor
Foto : www.alankoh.net

Pada foto di atas, Kita Muda memasukkan “doyan nge-game” sebagai salah satu syarat rekruitmen. Ya bukan apa-apa. Cuma karena pekerjaan banyak, sering ada deadline dan permintaan ini-itu dari klien, jadi bakal stres kalau yang dipikirin hanya kerjaan melulu.

 

BACA JUGA: Suka mengeluh tentang pekerjaanmu? 3 Kisah ini akan membuatmu malu dan lebih bersyukur lagi!

 

Ada kalanya otak butuh istirahat. Apakah tidur? Bukan! Enak aja, kebablasan nanti. Heuheu. Ngegame aja. Berapa kali permainan gitu, nanti kalau udah kelar, balik kerja lagi.

3. Ekspresi muka dalam foto yang kurang dikondisikan.

bau badan
Foto : papasemar.com

Penginnya mengikuti petuah “Don’t judge book by it’s cover” sih. Tapi ya gimana, kalau perkenalan pertama dimulai dari mengirimkan foto dan CV, maka hanya itu yang bisa Kita Muda pakai untuk menilai calon pegawai tersebut.

Saran aja nih ya, besok-besok kalau ngirim foto ke Kita Muda, pastikan bahwa foto yang dikirim adalah foto yang menggambarkan gairah optimisme, kebahagiaan, keceriaan, dan keyakinan menjalani masa depan meski belum punya gebetan. Biar yang mau baca-baca CV juga seneng gitu loh, sekalian cuci mata. Tenang, orang-orang Kita Muda pada heteroseksual semua kok. Jadi kalau si penyeleksi sadar ada calon karyawan kece yang kelaminnya sejenis dengannya, bakal langsung dishare ke temen-temen kantor yang lawan jenis. Simbiosis mutualisme, lah. Adakalanya juga gantian.

4. Mencantumkan portofolio hanya dalam bentuk tulisan, bukan bukti bentuk jadi.

menulis to do list
Foto : www.phcorner.net

Kalau lowongan yang dibutuhkan adalah seorang penulis, jangan hanya bilang pernah bekerja di media A atau media B. Tapi tunjukkanlah juga tulisan-tulisanmu yang sudah termuat di sana. Kalau lowongan yang dibutuhkan adalah seorang video editor, jangan hanya bilang pernah mengedit video ini dan video itu.

 

BACA JUGA: Mengapa pria berpekerjaan mapan tak perlu khawatir dengan wanita berpenghasilan?

 

Tapi tunjukkan juga video hasil editan kamu, Kawan Muda. Kalau lowongan yang dibutuhkan adalah seorang desainer grafis, jangan hanya bilang pernah mendesain untuk event atau materi iklan ini dan itu. Tapi kirim juga hasil-hasil desainmu.

5. Informasi yang dicantumkan dalam CV berlebihan.

menulis
Foto : jljconsultancy.com

Fokus pertama adalah mencantumkan informasi yang dibutuhkan, informasi yang relevan. Setelah itu, mencantumkan informasi tambahan seperti pengalaman organisasi, misalnya. Contoh-contoh yang berlebihan itu kalau sampai menuliskan pernah ikut seminar ini dan itu, misalnya. Man, jadi peserta seminar itu gampang banget. Syaratnya cuma beli tiket seminar. Kalau itu sampai dimasukkan ke dalam CV, itu jumlah halaman pada filenya bisa menyerupai novel, tuh.

6. Lupa ganti nama file attachment.

Foto : Writer’s Digest

Jangan lupa, Kawan Muda, kalau mau ngirim file CV atau lamaran kerja via email, nama filenya diedit dulu. Jangan sampai file yang terkirim, namanya masih “Surat Lamaran Kerja (final)” atau “CV edit paling terakhir, enggak lagi lah ngedit-ngedit” gitu. Kan, malu-maluin.

7. Lupa ngedit nama perusahaan, padahal udah terkirim!

Menunda Pekerjaan
Foto : csdnews.com

Kita Muda paham sih, kamu pasti apply kerjaan ke mana-mana. “Tinggal ganti nama perusahaan di Surat Lamaran Kerja, beres deh!” katamu. Ya kalau inget sih bagus. Kalau sampai lupa ngedit nama perusahaan, padahal filenya udah terkirim, ya berabe jadinya.

 

BACA JUGA: Ibu ini rela berhenti kerja demi membawa putrinya keliling dunia

 

Kawan Muda, lain kali kalau lihat informasi kerja, sampai mengirim lamaran kerja, yang teliti ya. Jangan sampai melakukan kesalahan. Bukannya sok perfeksionis sih. Hanya saja, ini kan berpengaruh terhadap kelangsungan nasibmu di perusahaan tersebut. Ya masa kamu enggak mau teliti sih, sama hal-hal yang berkaitan erat dengan perutmu, isi dompetmu, kesuksesan kencanmu. Lain kali, lebih teliti lagi ya!

Hey Kawan Muda, apakah kamu pernah melakukan kesalahan sepele lainnya yang berhubungan dengan saat akan melamar pekerjaan? Kalau ada, selain 7 hal di atas, share di kolom komentar dong. Thanks!