Bukan hanya pemilihan bahan makanan saja yang harus diperhatikan saat memasak, tetapi juga cara memasaknya. Kawan Muda mungkin memilih bahan atau produk makanan yang terbaik. Namun saat mengolahnya dengan cara yang kurang tepat, semua akan jadi sia-sia.

Bahan makanan yang tadinya fresh dan bermanfaat bagi tubuh malah berubah menjadi racun yang bisa membahayakan kesehatan. Sebelum keterusan menerapkan cara memasak yang salah dan mempertaruhkan kesehatanmu, Kita Muda akan mengulas satu per satu kesalahan memasak yang selama ini jarang kita sadari. Apa saja?

1. Memasak menggunakan minyak yang salah

via: rd.com

Jenis minyak apa yang kamu gunakan saat memasak? Minyak zaitun, minyak goreng biasa, atau kamu terbiasa masak menggunakan mentega? Tahu enggak, ternyata menggunakan ketiga bahan ini untuk memasak itu ada aturannya, lho, karena ketiganya memiliki titik asap yang berbeda.

Saat menggunakan minyak zaitun untuk menumis atau menggoreng, pastikan tidak memasak dalam waktu yang terlalu lama karena minyak zaitun enggak bisa digunakan untuk suhu yang terlalu panas. Kalau terlalu lama, minyak bisa pecah dan nutrisinya hilang.

Mentega adalah pilihan yang tepat untuk memasak di kondisi api yang besar, tapi kamu harus tetap memperhatikan takaran mentega yang digunakan.

2. Suhu yang terlalu panas

via: rd.com

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, suhu yang terlalu panas bisa menghilangkan nutrisi pada minyak sehat yang kamu gunakan. Selain itu, suhu yang terlalu panas akan menghasilkan asap dan menciptakan rasa gosong pada masakan. Ketika kamu menumis sayuran dan menggunakan api yang terlalu besar, antioksidan dalam sayuran bisa hilang.


BACA JUGA:


3. Menenggelamkan sayuran dan daging dalam minyak

via: chefsteps.com

Menggoreng makanan dalam minyak yang terlalu banyak  dan dalam suhu tinggi (teknik deep frying) bisa mengubah makanan tersebut menjadi enggak sehat karena minyak tak jenuh bisa berubah menjadi minyak jenuh. Apalagi kalau kamu menggoreng menggunakan minyak kelapa sawit atau minyak jagung yang mengandung banyak lemak jenuh.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng seperti ini bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke. So, gunakan minyak secukupnya atau olah dengan teknik lain seperti mengukus atau merebus.

4. Membakar atau menggoreng makanan hingga ada gosong-gosongnya

via: rd.com

Bagi sebagian orang, bagian gosong pada daging yang dibakar akan membuatnya makin nikmat. Misalnya saja saat membuat sate, kalau belum ada tanda-tanda gosong, enggak bakal diangkat atau dianggap belum matang. Padahal, bagian gosong (meskipun itu sedikit) ini bisa memicu kanker kalau kamu terlalu sering mengonsumsinya.

Bahkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko kanker karena mengonsumsi daging gosong meningkat sebanyak 31-80 persen! Meskipun  rasanya memang enak, mulai sekarang hati-hati deh kalau doyan ama bagian-bagian gosong begitu :”(

5. Membolak-balik daging terlalu sering

via: Shutterstock.com

Jangan ragu untuk memasang timer saat memasak, terutama saat memasak daging. Memang sih terlihat ribet, daripada kamu membolak-balik dagingmu terus, malah bikin dia lama matangnya! Saat menggoreng daging, jangan pernah menyentuhnya dengan spatula sampai tiba saatnya untuk membaliknya.

Jika kamu tergoda dan terus mengecek kematangan daging dengan membolak-baliknya, daging tersebut enggak akan matang dengan merata.

6. Tidak tahu cara memotong daging yang benar

via: Knifegeeky.com

Sering kesulitan saat memasak daging? Entah itu sulit matang atau sulit dikunyah saat sudah matang? Hemm, sepertinya kamu enggak menggunakan cara yang benar saat memotong daging. Yup, untuk menghasilkan daging yang lembut dan matang sempurna, dibutuhkan teknik memotong daging yang benar.

Potonglah daging vertikal arah serat daging, jangan memotongnya searah serat daging. Memotong searah serat akan menyebabkan daging yang sudah dimasak menjadi kenyal atau alot bila dimakan.

Bagaimana, sekarang sudah tahu kan cara mengolah makanan dengan benar agar hasilnya sempurna dan sehat? Selamat mencoba dan semoga sukses dengan acara masak-memasak Kawan Muda 😉

Sumber: Reader’s Digest