4 Fase Krisis Usia yang Akan Kamu Hadapi Sepanjang Hidup dan Bagaimana Cara Jitu Agar Bisa Survive di Dalamnya

2.531 views
fase krisis usia
via: brightside.me

Sepanjang hidup, kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya krisis. Apakah ini suatu hal yang aneh? Oh, tentu saja tidak. Krisis adalah sebuah ujian yang menjadikan kita pribadi yang lebih dewasa dan lebih matang dari sebelumnya. Yup, kita harus membuang jauh-jauh anggapan bahwa krisis hidup itu selalu “buruk”.

Memang sih, saat kita berada dalam fase krisis rasanya tuh begitu menakutkan.  Namun tanpanya, kita enggak akan bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Anggap saja “krisis” sebagai ujian kenaikan kelas. Ketika mampu melewatinya, kamu berhasil menunjukkan kualitas dirimu dan bersiap menyambut fase yang baru dalam hidup.

Dalam hidup, setidaknya ada 4 fase krisis usia yang akan kamu hadapi. Apa saja?

1. Krisis 18 tahun

fase krisis usia
via: brightside.me

Apa yang kamu hadapi?

fase krisis usia
via: brightside.me

Kamu berada di ujung masa SMA atau baru lulus SMA. Layaknya anak ayam yang baru dilepas ke luar, kamu mendapatkan “kebebasan” untuk mencari jati diri dan mencoba hal-hal baru. Namun, di tengah euphoria kebebasan yang kamu rasakan, ada kegalauan saat harus menghadapi ujian akhir atau ujian masuk universitas. Kamu pun disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan ‘ingin kuliah di mana?’, ‘universitas mana yang harus kupilih?’, atau ‘bagaimana agar aku bisa lulus ujian masuk universitas?’.

Solusi:

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, jangan panik dan jujur pada dirimu sendiri. Ini soal pilihan kan, kamu pengin kuliah apa dan menjadi seperti apa nantinya? Coba tanyakan pada diri sendiri hal ini ‘jika hanya boleh memilih satu hal saja yang bisa kulakukan sepanjang hidup, apa yang akan kulakukan ya?’.

Jika kamu belum menemukan jawabannya juga, kamu bisa mengambil gap year atau jeda dulu sebelum melanjutkan kuliah. Yup, kamu bisa bekerja, traveling, atau mungkin melakukan persiapan yang lebih matang untuk ujian masuk universitas.

2. Krisis seperempat abad  atau quarter life crisis (25—30 tahun)

fase krisis usia
via: brightside.me

Apa yang kamu hadapi?

fase krisis usia
via: brightside.me

Di usia ini, kamu mungkin belum mendapatkan pekerjaan, belum menikah, atau bahkan enggak memiliki bisnis apa pun. Intinya, apa yang kamu inginkan akan terealisasi di usiamu yang sekarang ini ternyata enggak tercapai sama sekali—belum tercapai tepatnya. Kamu pun semakin hancur ketika melihat teman-teman yang selangkah lebih maju darimu.

Menurut Meg Jay dalam bukunya The Defining Decade, seseorang yang mengalami quarter life crisis akan merasa bahwa dirinya tengah terombang-ambing di tengah samudera. Sebenarnya dia bisa berenang ke mana saja, sayangnya enggak ada daratan yang terlihat sehingga dia enggak tahu harus berenang ke mana.

Solusi:

Cobalah untuk menenangkan diri dan renungkan kembali apa sih yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup? Susunlah kembali rencana masa depanmu yang baru dan tentu saja yang lebih realistis. Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena jalan hidup masing-masing orang itu berbeda.

Yup, ini hanya masalah waktu. Tertinggal bukan berarti gagal sama sekali bukan? So, bangkitlah dari krisis dan segera kejar impianmu kembali.


BACA JUGA:


3. Krisis 35 tahun

fase krisis usia
via: brightside.me

Apa yang kamu hadapi?

fase krisis usia
via: brightside.me

Di usia ini, kamu mungkin sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kehidupan rumah tangga yang indah pada awalnya berubah menjadi malapetaka ketika satu per satu masalah datang. Pada suatu titik, kamu akan merasa kecewa, jenuh dengan hidupmu, semakin melankolis, dan bahkan merasa depresi berlebihan.

Solusi:

Tak ada yang bisa mengubah hidupmu selain dirimu sendiri. Itulah sebabnya, jika ingin keluar dari peliknya krisis 35 tahun, kamu harus berani merubah hidupmu. Luangkan waktu untuk me time dan merenung. Ingatlah bahwa usiamu masih panjang, masih banyak rencana menakjubkan yang masih bisa kamu realisasikan. Kamu tentunya ingin dong anakmu belajar sesuatu berharga darimu?

Coba deh, baca buku atau film inspiratif yang ada kaitannya dengan permasalahan yang tengah kamu hadapi. Jika enggak cukup membantu, jangan ragu untuk mengunjungi psikolog.

4. Krisis setengah abad atau mid life crisis (45—50 tahun)

fase krisis usia
via: brightside.me

Apa yang kamu hadapi?

fase krisis usia
via: brightside.me

Berada di usia ini ada beberapa hal yang akan kamu hadapi, pensiun melakukan pekerjaan yang mungkin kamu senangi selama bertahun-tahun, pasangan yang mungkin sudah meninggal, serta anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan sibuk dengan rumah tangganya masing-masing. Ini adalah tahun-tahun yang membuatmu pesimis.

Masalah yang tengah dihadapi membuatmu berpikiran negatif tentang hidup. Kamu merasa hidupmu sia-sia dan banyak hal yang belum kamu perbaiki. Kamu pun enggak berani melihat ke depan karena takut dengan kematian atau takut kalau hidupmu tak akan seindah sebelumnya.

Solusi:

Tak ada kata terlambat dan inilah saatnya untuk memperhatikan hal-hal yang menurutmu berarti dalam hidup. Perlahan, kamu harus membuang pikiran negatif tentang hidupmu dan mulailah membuat rencana untuk melakukan hal-hal yang menurutmu penting untuk dilakukan.

Carilah kesibukan baru yang baik untuk kesehatan fisik dan mentalmu, misalnya olahraga atau aktivitas fisik lain, membaca buku, merawat tanaman, atau mungkin lebih sering  berinteraksi dengan teman lama atau anak-anak dan cucu. Intinya, buatlah kenangan indah di usia senjamu ini 🙂

Itulah tadi 4 fase krisis usia yang akan dan pasti kamu alami dalam hidup. Siapa pun akan mengalami krisis tersebut sehingga jangan merasa terpuruk dan pikirkan jalan terbaik untuk keluar dari krisis—jangan malah berlarut-larut tenggelam di dalamnya. Semoga informasi di atas bermanfaat, Kawan Muda 😉

Sumber: Brightside