Memiliki tubuh ideal (dengan tinggi yang juga ideal) tentu menjadi idaman banyak orang. Kalau urusan tubuh ideal, bisa lah ya didapat melalui olahraga dan menjaga pola makan yang seimbang. Namun kalau tinggi ideal, hemm, bagaimana ya cara menambah tinggi badan di usia yang enggak lagi muda? Maksudnya, buat Kawan Muda yang sudah berada di usia 20-an, apakah masih bisa (dan mungkin)  menambah tinggi badan?

Menurut informasi yang beredar di masyarakat selama ini, tubuh tidak bisa bertambah tinggi lagi jika menginjak usia sekitar 20 tahun. Tubuh dipercaya mengalami pertumbuhan tinggi dengan pesat di usia-usia pubertas yaitu sekitar 15—19 tahun dan jika usia seseorang sudah menginjak 20 tahun ke atas, menambah tinggi badan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Namun tahukah kamu, anggapan ini enggak sepenuhnya benar, lho!

cara menambah tinggi badan
Kamu masih bisa bertambah tinggi di usia 20-an | Foto: dayre.me

Menurut dr. Adithia Kwee dari KlikDokter.com, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi badan seseorang, yaitu genetik (keturunan atau tinggi badan kedua orangtua), gizi, dan lingkungan. Kalau urusan genetik kita memang enggak bisa mengganggu gugat, tapi kita bisa mencoba cara menambah tinggi badan dari segi gizi dan lingkungan.

Dari segi gizi, yang perlu dilakukan adalah memperhatikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan dan perbaikan sel dan tulang, sedangkan dari segi lingkungan adalah melalui olahraga untuk melancarkan aliran darah serta membantu metabolisme agar berjalan dengan baik. Apakah dengan melakukan cara ini tubuh sesorang dijamin bisa bertambah tinggi?

Pengaruh lempeng pertumbuhan dan kelenjar pituitari pada tinggi badan seseorang

Unsur genetika memang berperan besar dalam menentukan tinggi badan seseorang, tapi ini tidak menutup kemungkinan bahwa tinggi badan seseorang akan  bertambah (ya, meskipun enggak terlalu banyak). Selain itu, meskipun usia seseorang sudah lebih dari 20 tahun, penambahan tinggi badan masih mungkin dilakukan apabila lempeng pertumbuhan (lempeng epifisis) yang terdapat pada tulang panjang (misalnya tulang paha, tulang ruas-ruas jari, dan tulang kering) masih terbuka. Hal ini bisa diketahui dengan melakukan foto rontgen.

cara menambah tinggi badan
Selama lempeng pertumbuhan masih terbuka, tinggi badan masih bisa bertambah meski sudah melewati usia pubertas | Foto: lumenlearning.com

Dalam tubuh manusia juga terdapat kelenjar pituitari alias kelenjar utama tubuh yang memproduksi hormon pertumbuhan manusia. Kelenjar dengan ukuran kecil (sebesar kacang polong) ini ditemukan di dasar otak, dekat dengan bagian otak yang disebut hipotalamus. Nah, kelenjar ini memiliki tiga bagian, salah satunya adalah lobus anterior (bagian depan). Hormon HGH (human growth homemone) yang dihasilkan oleh bagian inilah yang memiliki peran penting mengatur petumbuhan otot dan tulang, metabolisme lemak, dan komposisi tubuh.

Memang sih, ledakan hormon ini terjadi di usia pubertas, biasanya dimulai antara usia 12 dan 13 tahun. Ledakan hormon HGH akan terus terjadi selama lima hingga enam tahun. Namun hal ini enggak berlaku mutlak atau sama pada tiap-tiap orang. Ada juga lho yang masih aktif menghasilkan hormone HGH meski sudah melewati masa-masa pubertasnya. Itulah mengapa, buat Kawan Muda yang pengin bertambah tinggi di usia 20-an masih ada banyak kesempatan, kok!

Kali ini Kita Muda bakal bocorin nih cara menambah tinggi badan yang aman dan efektif. Tenang, cara menambah tinggi badan yang bakal diulas di sini cukup mudah dilakukan kok dan enggak perlu merogoh kocek yang dalam. Cukup dilakukan secara rutin, Kawan Muda bisa merasakan hasilnya bahkan dalam waktu seminggu! Perempuan asal Inggris, Alice Robinson, pernah mencoba cara menambah tinggi badan secara alami ini dan tinggi badannya beneran bertambah 1,5  cm, lho, dalam seminggu!

Whoa, penasaran enggak tuh si Alice ngapain saja? Yuk lah, langsung saja kita intip cara-cara untuk mendapatkan tinggi badan ideal berikut ini.

5 Cara Menambah Tinggi Badan di Usia 20-an Secara Alami dan Efektif

1. Menjaga asupan nutrisi, konsumsilah makanan yang kaya akan protein, kalsium, serta vitamin yang penting untuk kekuatan tulang

cara menambah tinggi badan
Asupan nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D bisa membantu menambah tinggi badan | Foto: medicalnewstoday.com

Seperti yang Kita Muda singgung sebelumnya, salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi badan adalah kualitas gizi seseorang. Ini berarti, kita bisa mencoba cara menambah tinggi badan dengan memperhatikan asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat, tubuh akan mendapat ‘bahan bakar’ yang tepat pula untuk proses metabolisme dan sirkulasi, sehingga tulang bisa menyerap nutrisi dari yang ada dalam makanan tersebut dengan baik.

Konsumsilah makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D, karena dua nutrisi ini sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan kekuatan tulang, misalnya susu dan produk turunan susu lainnya (keju, yoghurt), kacang kedelai, bayam, jamur tiram, ikan salmon, tuna kaleng, dan jus jeruk.

Kawan Muda juga bisa mengonsumsi makanan kaya protein, baik protein hewani maupun nabati, seperti daging merah, daging ayam tanpa lemak atau ikan, kerang, cumi, putih telur, kacang-kacangan, tahu tempe, dan lain sebagainya. Namun, jangan mengonsumsi protein berlebihan yak arena bisa mempengaruhi penyerapan kalsium nantinya.


BACA JUGA:


2. Olahraga yang teratur, lakukan jenis olahraga atau gerakan-gerakan yang bisa menambah tinggi badan

cara menambah tinggi badan
Olahraga bisa menstimulasi terbentuknya hormon pertumbuhan tulang | Foto: livelovefruit.com

Olahraga ternyata bisa merangsang ujung saraf yang langsung berhubungan dengan kelenjar pituitari. Masih ingat kan dengan kelenjar yang menghasilkan hormon pertumbuhan tubuh ini? Nah, dengan berolahraga secara rutin setiap harinya, akan menstimulasi kelenjar ini untuk mengeluargan lebih banyak hormon pertumbuhan atau HGH.

Tak hanya itu saja, gerakan-gerakan tertentu  juga membantu peregangan otot tubuh sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan. Apalagi jika kondisi lempeng pertumbuhan masih terbuka, kamu bisa melakukan gerakan-gerakan tertentu secara rutin untuk memanjangkan bagian tubuh tertentu, seperti tulang-tulang kaki dan punggung.

Beberapa jenis olahraga untuk menambah tinggi badan antara lain bersepeda, bergelantungan di tiang, sikap lilin, cobra stretch (gaya kobra), cium lutut sambil berdiri, lompat tali, gerakan menendang ke depan,  basket, voli, aerobik, dan berenang. Ingat ya, untuk hasil maksimal harus dilakukan secara rutin!

3. Tidur ternyata bisa menambah tinggi badan, kok bisa?

cara menambah tinggi badan
Tidur cukup dengan posisi yang tepat bisa memperbaiki postur tubuh | Foto: rd.com

Nah lho, bingung kan? Masa iya sih tidur saja bisa bikin tinggi badan bertambah? Ternyata oh ternyata, dengan cukup tidur dan tentu saja kasur yang nyaman bisa menstimulasi kelenjar hipofisis (kelenjar di bawah otak) agar menghasilkan hormon pertumbuhan (somatotropin). Hormon pertumbuhan ini berfungsi mengendalikan pertumbuhan tulang. Dan proses ini lebih aktif terjadi saat Kawan Muda tidur.

Tidur yang cukup dengan posisi tidur yang tepat juga bisa membantu meregangkan bagian disk di tulang belakang, ini akan membantu menambah tinggi serta mengurangi kemungkinan cedera punggung atau nyeri punggung. Lantas, bagaimanakah posisi tidur yang baik?

Posisi tidur terbaik adalah tidur telentang. Nah, biar Kawan Muda enggak berpindah posisi saat tidur (tiba-tiba berguling ke samping atau tengkurap), tarulah bantal di kedua sisi tubuh dan di bawah lutut. Cara ini akan membuatmu terus berada di posisi telentang saat tidur.

4. Menambah tinggi badan dengan bantuan sinar matahari pagi

cara menambah tinggi badan
Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tulang | Foto: perthurbanrunners.com

Cara menambah tinggi badan secara alami selanjutnya adalah berjemur di bawah sinar matahari pagi. Well, sinar ultraviolet (UV) dari matahari memang bisa berdampak buruk pada kulit kita, tapi enggak berarti kita harus menghindar dari sinar matahari lho ya! Sinar matahari bahkan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk buat kamu yang pengin menambah tinggi badan.

Yup, terpapar sinar matahari selama 10—15 menit bisa menghasilkan 1.000—3.000 IU vitamin D. Seperti yang sudah Kita Muda jelaskan sebelumnya, vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan tulang karena meningkatkan penyerapan kalsium sehingga bisa menguatkan tulang. Namun ingat ya, baiknya kamu berjemur sebelum pukul 9 pagi atau setelah pukul 4 sore.

Berjemur di sini enggak harus diam doang kayak orang berjemur di pantai, kamu bisa melakukan aktivitas lain seperti jalan kaki atau jogging. Meskipun sinar matahari pada waktu-waktu tersebut dinilai aman, jangan lupa melindungi tubuh dengan sunblock terbaik yang kamu miliki ya, Kawan Muda.

5. Hindari bahan-bahan yang menghambat pertumbuhan tubuh

cara menambah tinggi badan
Rokok dan minuman beralkohol bisa merusak dan menghambat pertumbuhan tulang | Foto: health.com

Pada poin pertama Kawan Muda dianjurkan untuk menjaga pola makan jika ingin menambah tinggi badan. Ini berarti, kamu harus meninggalkan hal-hal yang bisa menghambat pertumbuhan tinggimu seperti konsumsi rokok dan alkohol yang berlebihan.

Minuman beralkohol dan rokok bisa mempercepat proses pengeroposan tulang. Hal ini akan membuat tulangmu menjadi rawan mengalami patah tulang atau bungkuk karena pengurangan kepadatan massa tulang.

Merokok meningkatkan kadar karbon monoksida dalam aliran darah dan zat ini ‘mencegah’ aliran darah dan nutrisi ke daerah-daerah tubuh yang penting seperti tulang. Hormon anabolic yang berhubungan dengan otot dan pertumbuhan tulang juga akan terpengaruh jika kamu kebanyakan merokok (dan ini akan mempengaruhi postur tubuhmu).

Nah, sekarang Kawan Muda sudah tahu kan bagaimana cara menambah tinggi badan dengan mudah dan alami meskipun usiamu sudah 20-an? Yuk, mulai sekarang lakukan 5 hal di atas secara rutin biar bisa mendapatkan tinggi badan yang kamu idam-idamkan. Selamat mencoba 😉