Suka sebal enggak sih dengan modus penipuan yang dilancarkan lewat SMS? Coba deh hitung, berapa banyak sms penipuan yang masuk setiap harinya? Dalam satu hari bahkan bisa satu sampai tiga sms atau chat, lho! Mulai dari bilang kita menang undian dari bank atau produk tertentu hingga mengaku sebagai orangtua atau kerabat kita.

Mungkin beberapa dari Kawan Muda memilih masa bodoh dengan sms seperti itu, mending enggak usah dijabanin lah ya. Namun ada juga nih yang memilih mengerjai balik oknum penipu tersebut. Mungkin mereka sudah terlalu lelah kali ya dengan tingkah para penipu.

Lucunya, sms balasan yang dilancarkan enggak disampaikan dengan nada marah atau dengan umpatan. Gaya sms untuk membalas si penipu malah cenderung kocak, seperti yang terlihat di bawah ini:

1. Nah lho, makannya jangan ngaku-ngaku anak. Kena marah kan jadinya…

via: pulsk.com

2. Bapaknya lupa kalau sudah meninggal, terus yang sms hantu dong?

via: pulsk.com

3. Sejak kapan ya saya punya pacar? Jangan ngaku-ngaku deh lu…

via: pulsk.com

4. Mana ada penipu yang ngaku penipu? Kocak banget nih si penipu :”)

via: pulsk.com

5. Situ  yang mau beli kenapa yang jual yang musti ribet nelepon? Langsung transfer saja kan beres :”)

via: pulsk.com

6. Siapa yang nanya? Bodo amat mau ditilang atau mau koprol, situ siapa emang ngaku-ngaku?

via: pulsk.com

7. Aku enggak mau jadi yang kedua, kamu jahat… *efek sering diduakan, eh*

via: pulsk.com

8. Berabe kan kalau sms nyasar ke orang yang sudah menikah, dikira pelakor atau pebinor lho nanti? Enggak mau kan di-bully rame-rame?

via: pulsk.com

9. Wadaw, ngaku-ngaku pihak bank, eh, sms-nya nyasar ke pegawai bank itu! Senjata makan tuan, nih?

via: pulsk.com

10. Niatnya iseng balas, eh, berlanjut jadi percakapan panjang. Jadi akrab nih ama penipu, udah kayak teman…

via: pulsk.com

11. Sebenarnya enggak salah juga lho sarannya, mending uangnya ditabung daripada dibuang-buang buat nipu :”)

via: pulsk.com

12. Dekat kantor polisi ada toko pulsa kok, kenapa enggak beli di situ biar cepat?

via: pulsk.com

13. Sudah salah, masih terus saja. Sudah ketahuan bohongnya, lho… *ehm, namanya juga usaha yes*

via: pulsk.com

14. Lama-lama muak terlahir dari keluarga yang suka malak pulsa. Fine, bye!

via: pulsk.com

Aduh, kepikiran saja ya mereka buat nanggepin si penipu. Namun kalau dipikir-pikir bisa tuh idenya dicoba, ya sekali-kali ngerjain penipu lah biar mereka juga ngerasain rasanya diisengin, hehe.

Kawan Muda pernah enggak ngerjain balik para penipu sms? Share dong pengalaman lucu kamu saat dapat sms atau telepon penipuan semacam ini 😉

Sumber: Pulsk