Kawan Muda, kalian tahu Bakmi Djawa 2 Djaman yang terkenal di Jogja? Buat Kawan Muda yang tidak tinggal di daerah Jogja, Bakmi ini terletak di Jalan Parangtritis, Mergangsan, Jogjakarta.  Di tahun 2018, restoran ini masih memakai tungku arang pada proses memasaknya. Harga yang dibandrol pun cukup murah, mulai dari Rp11.000.

Pemilik Bakmi Djogja 2 Djaman, Pak Murlidi, memiliki kisah yang menarik tentang bagaimana beliau memasarkan produknya, dari mulai tidak ada pembeli satu pun selama tiga hari higga sekarang Kawan Muda harus menunggu hingga 2 jam, lho, untuk menyatapnya!

Penasaran kan dikasih apa sih ini bakmi kok tiba-tiba laku keras? Simak terus yuk kisahnya, Kawan Muda!

1. Tidak ada yang membeli dagangannya saat tiga hari pertama berjualan

jual mi
via antaranews.com

Sebelum sesukses sekarang, Pak Murliadi memulai usahanya dengan berkeliling menjual bakmi. Namun ternyata setelah tiga hari berjualan tidak ada satu pun pelanggan yang membeli bakmi jualannya.

2. Selama seminggu, sambil mendorong gerobaknya Pak Murliadi ‘pura-pura’ bilang kalau dagangannya habis

sold out
via chaosatwork.com

Lelah tidak ada yang membeli jualannya, akhirnya Pak Murliadi hanya berkeliling membawa gerobak tanpa membawa dagangannya, sambil teriak “habisss habisss” dari pagi hingga sore selama satu minggu.

Hal ini membuat orang-orang penasaran mengapa dagangannya selalu habis. Setelah melakukan hal ini, dagangannya selalu laku keras, loh, Kawan Muda! Untungnya Mie Djawa ini beneran enak.

3. Bikin pancingan dengan merekrut pembeli ‘bohongan’ untuk menarik perhatian orang

bertanya
via wikihow.com

Ingin mengembangkan bisnisnya, Pak Murliadi membuka restoran Bakmi Djawa 2 Djaman. Ketika ingin membuka restoran mie, beliau membayar 5 – 10 orang di sekitar tokonya untuk menanyakan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar toko “Mas/Mbak, Bakmi 2 Jaman di mana ya?” Hal ini membuat orang-orang penasaran, apa dan di mana Bakmi 2 Djaman?”

4. Setelah bikin orang penasaran, Pak Murliadi akhirnya menyebarkan brosur

nyebar brosur
via hukumonline.com

Seminggu kemudian, Pak Murliadi menyebar brosur berisikan “Akan dibuka Bakmi 2 DJaman”, membuat orang-orang menyadari “Ooh ini Bakmi 2 Djaman yang selalu ditanyakan orang-orang.”

5. Trik marketing-nya sukses. Saat pembukaan, warung Bakmi Djawa 2 Djaman diserbu pembeli!

Antri
via illustrationsource.com

Saat pembukaan tokonya, ternyata banyak yang beli loh, Kawan Muda! Bahkan harus menunggu selama 2 jam-an untuk menikmati lezatnya Bakmi Djawa ini.

Whoa, benar-benar inspiratif banget nih Pak Murlidi. Sepi pembeli enggak membuatnya cepat menyerah dan bahkan nekat melakukan strategi pemasaran unik.

Memang sih, agak bohong-bohong dikit, tapi kan kebohongannya untuk tujuan positif. Toh, bakmi Pak Murlidi memang benar-benar enak rasanya.

Gimana, Kawan Muda pengin mencoba strategi pemasaran unik ala Pak Murlidi ini?

Sumber: ask.fm @bramantyo17