Aduh, 6 Kebiasaan Ini Jangan Terus-terusan Dipelihara Kalau Enggak Pengin Terlihat Menyedihkan dan Kesepian!

Kita selalu diajarkan untuk tidak menjadi orang yang egois. Namun, banyak di antara kita yang mungkin salah mengartikan hal ini. Terkadang, karena takut berbuat egois, kita lupa menghargai dan membahagiakan diri sendiri.

Alih-alih menyakan pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya dirasakan, kamu malah bingung memikirkan atau bahkan menjaga perasaan orang lain. Pokoknya orang lain bahagia dulu deh, baru kita yang bahagia.

Padahal, sifat-sifat seperti ini malah membuat kita menjadi pribadi yang menyedihkan. Ketika kamu menyibukkan diri dengan masalah orang lain, pada suatu titik kamu akan merasa benar-benar kesepian. Belum tentu juga orang lain peduli dengan urusanmu bukan?

Oleh karena itu, berhenti melakukan 6 kebiasaan ini kalau enggak pengin terpuruk dan terlihat menyedihkan di mata orang lain.

1. Sulit berkata tidak pada orang lain. Kamu enggak bisa menolak saat orang lain memintamu melakukan apa pun. Meski di lubuk hati menolak, rasa tak enak membuatmu tak mampu berkata tidak.

via: brightside.me

Seharian kamu dibuat sibuk dan lelah mengerjakan sesuatu. Coba deh periksa kegiatanmu. Apakah kamu benar-benar menyelesaikan tugasmu atau lebih banyak menyelesaikan tugas orang lain? Jika ternyata kamu disibukkan oleh tugas-tugas yang seharusnya bukan tanggung jawabmu, inilah saatnya untuk menentukan prioritas.

Hei, untuk apa melakukan sesuatu yang enggak ada manfaatnya buatmu? Menolong teman memang penting, tapi kalau sampai mengorbankan waktu berhargamu demi orang lain, rasanya enggak sepadan banget. Ingatlah bahwa kamu tidak hidup untuk selalu membuat semua orang senang. Harusnya kamu tahu kapan harus mengerahkan bantuan untuk orang lain dan kapan harus menolaknya. Be wise!

2. Kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri dan berusaha keras untuk diterima oleh orang lain. Pujian orang lain begitu berarti untukmu dan membuatmu merasa diterima.

via: brightside.me

Siapa yang tak suka pujian? Tak bisa dipungkiri semua menyukainya, apalagi saat dipuji atas kerja keras yang kita lakukan. Namun, kamu enggak perlu terlalu ngoyo untuk membuat orang lain menghormati atau memujimu.

Jika kamu memang layak dipuji dan dihormati, semua orang akan melakukannya dengan sendirinya, kok. Kamu enggak perlu memikirkan apakah mereka akan mengatakan ini atau itu tentangmu. Daripada memikirkan hal yang enggak pasti, mending kamu memikirkan yang pasti-pasti saja seperti langkah selanjutnya untuk mewujudkan tujuan-tujuan hidupmu.


BACA JUGA:


3. Kamu ‘iya-iya’ saja terhadap sesuatu atau ketika menghadapi sesuatu. Kamu juga enggak berusaha untuk memperjuangkan pendapatmu dan memilih diam saja.

via: brightside.me

Lebih baik diam daripada urusannya panjang, diam itu emas. Oke, dalam beberapa kasus diam itu emas memang bisa diterapkan. Namun, jangan sampai motto ini membuatmu jadi orang yang pasif dan nurut-nurut saja, orang lain bisa memanfaatkan sifatmu yang seperti ini!

Setiap orang punya hak untuk beropini, kenapa harus mencegah diri sendiri beropini hanya demi menjaga perasaan orang lain atau cari aman? Biarkan dirimu bersuara, biarkan orang lain mendengar pendapatmu. Orang lain akan mengangapmu biasa saja jika kamu selalu diam.

4. Sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang dialami atau dirasakan oleh orang lain. Kamu merasa dirimu ikut bertanggung jawab atas kesedihan orang lain.

via: brightside.me

Jika  enggak bisa memenuhi permintaan orang lain atau enggak mampu membuatnya menyelesaikan masalah hingga ke akar-akarnya, kamu ikut-ikutan terbebani dan bahkan stres. Kamu yang sebenarnya enggak ada sangkut pautnya dengan masalah itu ikut-ikutan sedih, marah, kecewa, dan aura negatif tersebut bahkan dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu.

Hellooo….bangun Kawan Muda! Itu bukan masalahmu, lho, kenapa harus ikutan baper deh?! Oke, mungkin itu masalah sahabat atau pacarmu, tapi jangan ikut-ikut menceburkan diri ke jurang masalah juga. Membantu boleh, tapi ikut campur jangan. Ingat ya, membantu dan ikut campur itu beda cerita. Jadilah pihak yang membantu, bukan yang ikut campur karena hal ini hanya akan membuatmu kelabakan sendiri.

5. Kamu enggak menentukan batasan untuk orang lain sehingga menyusuhkan diri sendiri ketika dirimu tak mampu memenuhi permintaan orang lain.

via: brightside.me

Ketika orang lain punya masalah dan bercerita padamu, dengan sigap bak Superman atau Wonder Woman kamu mengabaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan dan membantu mereka menyelesaikan semua masalah itu dengan tuntas. Heiii, kamu memang berusaha untuk menjadi orang baik, tapi enggak begini juga caranya.

Yang namanya membantu itu harusnya enggak ada pihak yang merasa disusahkan. Coba tanyakan pada diri sendiri, kamu merasa lelah atau penat enggak saat orang lain meminta bantuanmu? Jika kamu merasa membantu mereka cukup menyita waktu dan bisa membuat pekerjaanmu terlantar, cobalah untuk membuat batasan bagi mereka dan juga dirimu sendiri!

6. Terpaksa melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai atau tak bisa kamu lakukan karena diminta oleh orang lain—dan kamu merasa tak enak jika menolaknya.

via: brightside.me

Kamu selalu terjebak dalam permintaan orang lain. Ketika dimintai tolong, rasanya sulit untuk mengatakan kamu tidak bisa atau bahkan takut mengatakan bahwa kamu tidak mau melakukannya. Kamu pun rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk memenuhi permintaan orang lain.

Sampai kapan kamu terus melakukan hal ini? Orang-orang akan memanfaatkan sikap sungkanmu ini untuk kepentingan mereka. Lagi-lagi kamu harus berani menentukan batasan dan berani berkata tidak jika memang itu terlalu memberatkanmu.

Berhenti melakukan 6 hal di atas tak berarti membuatmu menjadi orang yang egois. Saat ini Kawan Muda tengah belajar membuat batasan untuk diri sendiri dan orang lain.

Ya, tak hanya memprioritaskan dan membahagiakan orang lain di atas segalanya, dalam hidup kamu juga harus memastikan bahwa dirimu juga baik-baik saja.

Sumber: Brightside