Menurut Penelitian, Makan Tahu Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan. Kok Bisa Sih?

Fans tahu pun tercengang….

Tahu adalah salah satu sajian yang wajib ada di meja makan. Tak hanya enak, harga tahu juga terjangkau sehingga semua kalangan gemar mengonsumsi makanan bertekstur lembut ini. Namun tahukah kamu, meski bergizi dan merupakan sumber protein nabati, mengonsumsi tahu terlalu sering ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Yup, di dalam tahu terdapat kandungan senyawa anti nutrisi yang ternyata bisa menghambat proses penyerapan zat gizi tertentu dalam tubuh. Senyawa ini sebenarnya juga terdapat  dalam tempe, namun kandungannya lebih sedikit dibanding tahu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Dementia and Geriatric Cognitive juga menyebutkan bahwa mengonsumsi tahu 9 kali atau lebih dalam seminggu juga mempengaruhi fungsi otak. Biar Kawan Muda paham nih penyakit apa saja yang bisa ditimbulkan akibat terlalu sering mengonsumsi tahu, simak yuk ulasannya berikut ini.

1. Bahan baku tahu atau kedelai yang dimodifikasi secara genetik bisa memicu kanker

via: splendidtable.org

Kedelai adalah salah satu produk pangan yang dimodifikasi secara genetik. Cara ini memang meningkatkan kandungan gizi pada kedelai, tapi efek samping jangka panjangnya adalah bisa memicu penyakit ginjal, liver, dan bahkan kanker.

Namun, tak semua kedelai dimodifikasi secara genetik, tapi rata-rata sih demikian. Sebagai tindakan preventif, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi tahu setiap hari.

2. Kandungan isoflavone genistein dalam tahu juga memicu hipotiroidisme

via: healthpositiveinfo.com

Ternyata oh ternyata, salah satu kandungan yang terdapat pada kedelai yaitu isoflavone genistein bisa menghambat kelenjar tiroid memproduksi hormon yang cukup sehingga menyebabkan hipotiroidisme.

Nah, seseorang yang menderita hipotiroidisme akan mengalami proses metabolisme tubuh yang melambat sehingga energi yang diproduksi tubuh akan berkurang. Ini akan terjadi jika kamu terlalu sering mengonsumsi tahu. Kamu akan gampang lelah dan letih, tenggorokan kering, sensitive cuaca dingin, lemah otot, bahkan bisa memicu penyakit jantung.


BACA JUGA:


3. Asam fitat yang terdapat pada tahu bisa menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh

via: rd.com

Seperti yang Kita Muda singgung sebelumnya, tahu mengandung senyawa anti nutrisi (asam fitat) yang lebih banyak dibanding tempe dan senyawa ini mengikat zat-zat gizi tertentu  seperti kalsium, zat besi, dan sebagainya, sehingga tubuh tidak bisa menyerapnya.  Ketika tak mampu menyerap zat-zat gizi tersebut, tubuhmu otomatis akan kekurangan nutrisi.

4. Kandungan phytoestrogen pada tahu menurunkan fungsi otak dan meningkatkan risiko pikun atau penyakit Alzheimer

via: huffingtonpost.com

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa kandungan phytoestrogen mempercepat proses degenerasi sel otak. Penurunan fungsi otak akan terjadi jika kamu mengonsumsi tahu di atas sembilan kali dalam seminggu.

5. Tahu juga bisa memicu masalah pencernaan

via: shutterstock.com

Terlalu sering mengonsumsi tahu, apalagi tidak diimbangi dengan serat yang cukup, bisa menyebabkan penyakit pencernaan seperti nyeri lambung, kembung, dan lain sebagainya. Selain itu, tahu juga butuh waktu lama untuk dicerna dan mengandung senyawa tertentu yang bisa menginduksi keasaman.

6. Mengonsumsi tahu terlalu sering bisa melemahkan tulang

via: express.co.uk

Terlalu banyak mengonsumsi tahu bisa menyebabkan defisiensi vitamin D karena kandungan pada tahu menghampat jaringan tulang untuk menyerap vitamin D. Akibatnya, tulangmu akan menjadi lemah dan rapuh.

Nah, sekarang Kawan Muda tahu kan efek samping terlalu sering mengonsumsi tahu? Pada dasarnya sih apa yang dikonsumsi berlebihan pasti akan membahayakan kesehatan.

Namun, tak berarti kamu enggak boleh mengonsumsi tahu ya. Hanya saja jangan mengonsumsinya terlalu sering dan imbangi dengan konsumsi protein dari bahan makanan lainnya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya 😉

Sumber: Boldsky