Sekeren-kerennya rokok elektrik, ternyata bahayanya jauh lebih besar dari rokok biasa. Kok bisa?

Rokok jenis elektrik ini sering banget ya kita jumpai terutama di kalangan anak muda. Anggapan kekinian dan keren melekat banget ketika mereka dengan bangga menyedot asap rokok dari rokok elektrik.

Apalagi wacana kenaikan harga rokok biasa sepertinya turut menyumbang rokok elektrik ini jadi naik daun. Hmmm…usut punya usut rokok elektrik ini justru lebih berbahaya loh.

Scroll for more info yaa…

#1. Kenalan dulu sama Vaporizer

via : theofficialk2increase.com

Sebelum masuk lebih dalam, kenalan dulu sama yang namanya vaporizer. Vaporizer itu alat yang merubah cairan menjadi uap dengan varian rasa yang berbeda. Menariknya, vaporizer ini bisa mengeluarkan rasa vanilla, mocha sampai menthol. Asalnya rasa ini, ditentukan dari cairan yang dijual terpisah dengan alatnya. Dari sinilah pecinta rokok elektrik jadi kecanduan untuk nyobain beragam rasa.

#2. Banyak orang beranggapan bahwa rokok elektrik itu nggak aman karena nggak ada takaran bahan

rokok
Foto : mulaisekarang.com

Kalau dibandingkan dengan rokok biasa, dibungkusnya tertera beberapa bahan yang digunakan misalnya nikotin, tapi berbeda sama vaporizer yang nggak ada keterangannya. Itu kenapa orang-orang jadi beranggapan kalau rokok elektrik ini nggak aman.

 

BACA JUGA: Daripada beli rokok, lebih baik beli barang-barang ini aja – Bagian I

 

BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan juga dibuat bingung karena nggak bisa mengukur berapa jumlah zat berbahaya yang terkandung.

#3. Nggak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat juga dibikin galau sama kehadiran rokok elektrik

via : meetdoctor.com

Kontroversi rokok elektrik ini juga dirasakan sama Amerika Serikat. Penggunaan vaporizer menjadi komoditi yang digemari di kalangan anak muda sana. Ini dibuktikan dari peningkatan pengguna hingga 10 kali lipat selama 4 tahun dari angka 3 juta pengguna, data ini disampaikan dari Centers for Disease Control and Prevention yang menjadi Badan Departemen Kesehatan AS di tahun 2015.

Karena peningkatan inilah The US and Drug Administration (FDA) semacam BPOM, melarang penjualan rokok elektrik terutama untuk warga yang masih berusia 18 tahun.

#4. Dari penelitian juga fix bahwa rokok elektrik jauh lebih berbahaya

via : liputan6.com

Adanya kontroversi ini memunculkan sebuah penelitian dari Institut Nasional Kesehatan Jepang yang menyimpulkan bahwa, rokok elektrik jauh lebih berbahaya hingga 10 kali lebih berisiko untuk menghasilkan kanker. Beberapa kandungan berbahaya seperti formalin dan asetadelhida turut dicatut dari cairan yang menjadi rasa rokok elektrik.

 

BACA JUGA: Daripada beli rokok, lebih baik beli barang-barang ini aja – Bagian II

 

Hmmmm…apapun jenis rokoknya lebih baik dihindari gaes! Udah jelas-jelas bisa memberi dampak buruk bagi tubuh. Setuju nggak?