10 alasan kenapa anak-anak di bawah 12 tahun sebaiknya dilarang main smartphone

anak kecil main smartphone
Source : Row.co.uk

Emang sih teknologi kian hari kian berkembang. Perkembangan ini pada akhirnya mempengaruhi manusianya sendiri termasuk anak-anak yang terlahir di era serba digital.

Sejak kecil mereka sangat erat banget sama teknologi terutama pemakaian smartphone. Kamu nggak usah jauh-jauh mengambil contoh anak mana yang suka main smartphone sejak usia 5 tahun, mungkin adikmu saat ini udah lebih lihai mantengi youtube daripada kamu sendiri.


BACA JUGA :


Berdasarkan penelitian dari The American Academy of Pediatrics & The Canadian Society of Pediatrics menyimpulkan, smartphone untuk anak di bawah 12 tahun sangat berdampak terhadap tumbuhkembangnya.

Apa aja dampaknya? Langsung scroll ke bawah aja ya..

#1. Perkembangan otak si anak jadi lebih cepat

Anak antara usia 0-2 tahun yang kebanyakan main smartphone, akan mempengaruhi pertumbuhan otak sehingga berkembang sangat cepat. Dan itu akan berlanjut hingga umur 21 tahun. Otak yang terlalu cepat berkembang, nyatanya membuat anak jadi kurang konsentrasi karena terlalu banyak terpapar teknologi seperti smartphone, internet bahkan televisi.

Parahnya lagi, jika tidak dicegah sedini mungkin anak akan mengalami gangguan kognitif dalam proses belajar, tempramental dan kurang bisa mengendalikan diri.

#2. Menghambat perkembangan gerak tubuhnya

Saat anak asik bermain gadget, mereka cenderung bermalas-malasan alias tidak banyak gerak. Penggunaan teknologi membatasi gerak fisik, sehingga dapat menghambat perkembangan tubuh mereka.

Sebuah penelitian di Amerika, menunjukkan sepertiga jumlah anak-anak yang mulai bersekolah mengalami hambatan perkembangan fisik, yang ditunjukkan dengan rendahnya kemampuan membaca serta pencapaian prestasi di sekolah mereka.

#3.  Meningkatnya resiko kegemukan

Penelitan menunjukkan hubungan antara gadget dan obesitas sangatlah berdekatan. Anak-anak yang dimanjakan dengan gadget, bermain seharian di dalam kamar cenderung lebih mudah terkena resiko kegemukan. Padahal 30% anak-anak yang mengalami obesitas juga berpotensi terserang diabetes, jantung dan stroke.

#4. Kebanyakan main gadget bisa menyebabkan susah tidur pada anak

Ketahuilah, sekitar 60% orang tua masih minim mengawasi anaknya saat bermain smartphone. 75% orang tua membiarkan anaknya bermain gadget di dalam kamar tidur. Selain itu 75% anak-anak usia 9 sampai 10 tahun mengalami susah tidur karena bermain smartphone berlebihan. Lalu apa yang terjadi? Hal ini bisa berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah.

#5. Menyebabkan gangguan mental

Mungkin yang ada dibenakmu adalah anak kecil nggak mungkin terkena gangguan mental, mereka masih senang-senangnya bermain dan nggak banyak pikiran. Namun kenyataannya, sejumlah studi menyimpulkan, anak berpotensi menjadi depresi, cemas, autis, bipolar dan perilaku kejiwaan lainnya karena terlalu berlebihan bermain gadget.

#6. Perilaku agresif hingga mencontoh adegan kekerasan

Smartphone sebagai media komunikasi tentu menyuguhkan berbagai macam konten termasuk aksi kekerasan. Anak bisa diibaratkan sebagai spons yang dapat menyerap apapun yang ia “sentuh”.

Jika adegan itu terlihat oleh anak, anak bisa menjadi agresif. Apalagi sekarang banyak video game yang menampilkan perilaku kekerasan fisik dan seksual. Bukan hal yang nggak mungkin anak bisa mencontoh adegan kekerasan tersebut.

#7. Jadi anak yang pelupa

Pelupa ini dalam artian lemot dalam menyerap pelajaran sehingga yang diterima hanya sepintas saja dan sifatnya sementara. Hal ini karena factor apa?

Teknologi internet memberikan informasi yang cepat, sehingga dapat diterima anak-anak tanpa melalui proses yang rumit. Jika dibiasakan anak yang terlalu cepat memproses informasi, cenderung kurang bisa berkonsentrasi dan daya ingatnya menurun.

#8. Kecanduan gadget

Semua berakar dari orang tua. Ketika orang tua terbiasa dengan gadget, anak jadi merasa diabaikan dan memilih untuk asik dengan smartphonenya seperti yang orang tua lakukan.

Akibatnya, hal itu jadi kebiasaan dan menimbulkan kecanduan. Penelitian Gentile menyimpulkan, satu dari sebelas anak berusia 8 sampai 18 tahun kecanduan terhadap gadget.

#9. Terkena radiasi

Kamu pasti sudah paham bahwa telepon seluler dan berbagai teknologi nirkabel mengeluarkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan. Kebanyangkan kalau anak-anak sejak kecil terlalu sering mainan smartphone? Halitu berisiko terpapar radiasi sehingga mengakibatkan menurunya sistem kekebalan tubuh dan berpengaruh ke otak.

#10.  Tidak berkelanjutan bagi masa depan mereka

Peneliti Cris Rowan mengungkapkan, anak-anak adalah masa depan kita, namun tidak ada masa depan ketika anak-anak terlalu banyak menggunakan teknologi canggih. Hal ini berhubungan dengan edukasi yang diterima anak-anak yang berasal dari gadget, tidak akan bertahan lama dalam ingatan. Oleh sebab itu, pendekatan pendidikan melalu gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka di masa depan, sehingga perlu dibatasi.

Written by Indah Puspita Hardinoto

Profile photo of Indah Puspita Hardinoto

Talk active ll Endel boleh, asal cerdas dan berkelas ll