Gelisah, punya masalah? Tips curhat berikut bisa membuatmu lebih merasa lega

curhat
Source : www.cosmopolitan.co.uk

Curhat emang asyik buat ngelepasin beban di hati. Asal kamu tahu ya… Tak semua beban itu akan membebaskan kita jika kita lepaskan. Maksudnya? Ya…. Adakalanya kita merasa, walaupun udah curhat tetep aja terasa masih ada ganjalan di hati. Kenapa begitu ya? Bisa jadi karena kita belum curhat dengan cara yang tepat.

Wah… Masa sih curhat kok mesti pake cara yang tepat. Because kalo salah curhat, bisa bisa malah jadi bumerang yang menambah masalah buat kita. Maksud hati curhat biat lega, eh… Malah masalah lain muncul dan tambah membebani kita.

Contohnya nih… Misalnya kita curhat gitu aja melalui status Facebook, trus ada yang tersindir dan salah faham. Nah…yang kayak gini nih yang bisa memperpanjang dan memperlebar masalah, karena tiba tiba kita ditimpuk kritik sama temen kita, dibilang lebay lah….dibilang cengeng lah atau bahkan dibilang gokil alias gila. Akhirnya kita timpuk lagi tuh temen yang ngritik kita dengan kata yang tak kalah pedas…. Akhirnya jadi timpuk-timpukan status deh… Lucu kan kalo dipikir-pikir?? Ya ga? Ya ga?

Itu sih cuma satu contoh kecil. Tapi apapun itu… Yang penting yang perlu kita tahu, gimana sih cara curhat yang OK?

Nih Lina kasih sedikit tips. Kita bahas satu persatu ya..

Pertama, curhat lewat tulisan.

menulis
Foto : jljconsultancy.com

Saat kamu merasa tegang, cemas, takut, atau gelisah, ambillah kertas kosong dan tulislah apapun yang kamu rasakan sepuas-puasnya di kertas itu. Tak perlu menyusun kata yang bagus atau menulis dengan tulisan rapi, toh ini bukan tugas mengarang Bahasa Indonesia. Yang penting tumpahkan lah sebanyak-banyaknya perasaanmu tanpa batas. Kalo diibaratkan makan. Makanlah sekenyang-kenyangnya sampai kamu merasa harus berhenti makan.

Kalo kamu ga punya kertas baru karena ga punya uang buat beli. Jangan halangi curhatmu. Curhatlah di kertas bekas yang penting masih bisa di beri tulisan. Kalo ga ada pensil, pake spidol, kalo ga ada juga, pake pensil alismu untuk nulis. Apapun deh pokonya bisa nulis.

Kamu bisa bayangin berapa banyak tulisanmu dan amarahmu tercurah tapi ga akan ada yang marah. Asyik kan?

Jangan protes sebelum mencoba.

Kedua, curhat lewat kreativitas.

olahraga
Foto : wallpapers-hd-wide.com

Saat kamu merasa diacuhkan, diolok-olok atau dianggap remeh oleh orang lain, baik itu teman, saudara atau bahkan orang tua sekalipun. Pikirkanlah kegiatan yang kamu sukai dan akan membuatmu jadi “dianggap”. Jika kamu senang memasak. Pikirkanlah cara untuk menjadi koki hebat dan salurkanlah hobimu dengan memasak jenis makanan yang kamu anggap paling enak. Atau jika kamu senang berolahaga, alihkanlah keteganganmu dengan berolahraga sesegera mungkin.

Curhat itu ga selalu berbentuk ungkapan perasaan tapi juga menyalurkan energi negatif menjadi energi positif. Seperti masakan gosong, ya harus cepat dibalik jangan dibiarkan tambah gosong. Seperti setrika panas yang harus cepat dicabut saklarnya agar tak merusak baju. Kalo kamu ga nyaman dan ga nyambung dengan temanmu si A, carilah teman lain yang emang bikin kamu enjoy dan positif. Jangan terus mengeluhkan temanmu yang menyakiti mu sementara kamu lupa bahwa kamu masih memiliki banyak teman yang lain.

Intinya, salurkan kegundahanmu pada kegiatan yang bisa mengembangkan kreatifitasmu.

Ketiga, curhat pada “sahabat baik.”

Pertanyaan
Foto : lifevolumeone.org

Kenapa ibu memberi tanda kutip pada kata “sahabat baik”, itu artinya bahwa sebelum kita curhat, kita harus benar-benar meyakini bahwa sahabat yang akan kita jadikan tempat curhat adalah benar-benar sahabat baik yang minimal mau mendengarkan kita dan syukur-syukur bisa memberi solusi.

Ada satu contoh kisah, seorang ibu muda yang terkena kanker saat putus asa bertanya pada sahabatnya, “apa yang bisa kulakukan saat aku tahu umurku tak lama lagi sementara aku tak punya potensi apa-apa untuk membuat hidupku lebih berguna” Lalu sahabatnya menjawab, “kamu pandai berbicara dengan orang lain, kamu cocok jadi sales”. Sejak perbincangan itu si ibu muda meyakini pendapat sahabat baiknya itu benar dan setelah itu tidak hanya usianya bertambah panjang, kankernya sembuh, bahkan ia pun mendapat banyak penghargaan sebagai wanita pebisnis terkemuka di Texas Amerika.

Begitulah arti sahabat. Kalo dengan menulis dan berkreasi kamu hanya mendapat solusi dari dirimu sendiri, mungkin dengan curhat kapada sahabat kamu memiliki keuntungan ganda, yaitu kamu merasa lega karena didengarkan, dan kamu mendapat solusi jitu atas masalahmu. Tentu saja solusi yang positif ya.

Jadi, berbicaralah kepada sahabatmu jika kamu merasa harus berbicara, berbagilah dan katakan bahwa kamu punya beban yang ingin kamu lepaskan….Jangan memutuskan sendiri jalan keluar dari masalahmu. Adakalanya kita harus mempertimbangkan pendapat orang lain, dalam hal ini yaitu sahabatmu.

Keempat, curhat ke orang tua atau guru.

ayah dan anak
Foto : www.lds.org

Wah yang ini nih yang paling sulit untuk dicoba…. Masa sih? Dalam benak kita yang namanya orang tua atau guru pasti bisanya cuma menasehati tanpa ngerti masalah yang sebenarnya. Curhat soal pacar, jawabannya pasti tak jauh dari kata : “Makanya, kata ibu juga jangan pacaran dulu.” huhhh…pasti cuma gitu-gitu aja, atau disaat lain kita curhat soal disakitin temen, jawaban ortu atau guru kayak gini : “Yang sabar aja, yang jahat jangan dibales jahat, biarin aja…“ehmm…jawaban yang menyebalkan…padahal kita muak banget sama temen yang nyakitin dan rasanya ingin ngebales aja.

Lalu gimana donk kita bisa yakin kalo curhat ke orang tua atau guru itu juga cara yang ok buat curhat. Sebelum kita bahas yang itu, coba kita tengok dulu syarat dan keuntungan yang kita dapat kalo kita curhat ke orang tua atau guru.

Syaratnya yaitu kita harus jujur, terbuka, dan berbicara dengan cara yang semestinya alias sopan dan baik. Adapun keuntungan yang bisa kita dapat yaitu kita bisa mendapat informasi yang benar dan nasehat yang benar pula.

Bila kamu memulai pembicaraan dengan orang tua dengan berbelit-belit apalagi berbohong, maka jangan harap curhatmu bisa ditanggapi dengan baik. Tapi kalo kamu jujur dan terbuka, kamu pun akan lebih mudah mendapat arahan. Yang jelas orang tua atau guru adalah orang yang lebih tua dari kamu dan pernah mengalami masa yang kamu lalui saat ini, oleh karenanya pasti mereka memberi informasi yang benar sesuai pengalaman yang telah mereka lalui. Nah…Ok banget kan kalo menggali pengalaman dari orang tua atau gurumu sehingga mereka berhasil melewati masa krisis dan menjadi orang tua yang berhasil saat ini. Daripada kamu dapat informasi begitu aja yang ga jelas sumbernya,lebih baik kamu menanyakan langsung pada orang tua atau gurumu tentang apa-apa yang ingin kamu ketahui.

Hehe… Yukk coba cara curhat di atas atau mungkin kamu semua bisa mencoba cara curhat mu selama ini yang emang kamu anggap jitu dalam menyelesaikan masalahmu…. Selamat mencoba ya…