8 Tips mengatur keuangan setelah kamu menikah. Terapkan! Agar finansialmu nggak berantakan!

keuangan-setelah-menikah
Source : tipsofdivorce.com

Menikah adalah impian hidup semua orang – termasuk kamu yang masih jomblo – apalagi kalau impian tersebut bisa tercapai di usia muda. Meski begitu, impian kadang nggak sejalan dengan konsekuensi yang diterima. Menikah bukan sekadar ke KUA lalu menjadi SAH tapi SETELAHNYA. Ya, pasca menikah bukan perkara asik di ranjang semata tapi juga memikirkan banyak hal lainnya. Salah satunya “KEUANGAN“. Kamu dan pasanganmu harus pandai mengelolah keuangan untuk kehidupan rumah tangga ke depannya.

BACA JUGA : 6 Alasan kenapa orang Indonesia sering menulis gelar akademik di undangan pernikahan

Nah, karena sudah membahas soal keuangan, Kita Muda memberi tips bagaimana cara mengelola keuangan pasca menikah berdasarkan pengalaman Kawan Muda yang sudah menikah.

1. H+1 atau H+2 menikah, sudah pasti akan disibukkan dengan menghitung ‘amplop-an’ dan bingung mau digunakan untuk apa. Solusinya adalah fokus!

amplop
Foto : save-image.com

Realitanya, pernikahan di Indonesia terdapat kegiatan ‘amplop-an’ alias memberi uang yang dimasukkan amplop ketika kondangan. Kegiatan itu sudah jadi tradisi. Tentu saja, keesokan harinya kalian sudah disibukkan dengan menghitung amplopan tersebut dan merasa bingung serta gembira, uang tersebut enaknya dibuat apa. Jangan terlena gaes, fokuslah dengan apa yang ingin dicapai. Misalnya cicilan rumah atau menutup pengeluaran pesta pernikahan. Susun skala prioritas untuk kalian berdua.

BACA JUGA : “Resepsi pernikahan di gedung, perlu enggak sih?”

2. Tentukan siapa yang berhak mengatur keuangan tersebut.

pasangan bicara
Foto : www.huffingtonpost.ca

Dari kalian berdua pasti salah satunya pintar mengatur keuangan, entah sang suami atau Istri. Pilihlah dia jadi bendahara. Hal ini dimaksudkan untuk mengamankan uang-uang yang terkumpul pasca menikah sambil menunggu penghasilan bulanan dari pekerjaan masing-masing. Mendapat uang amplopan pasca menikah itu godaan banget loh, gaes!

3. Atur keuangan untuk kebutuhan sehari-hari selama 2 sampai 3 bulan ke depan pasca menikah.

hemat uang
Foto : www.gobankingrates.com

Berdasarkan pengalaman salah satu Kawan Muda yang udah menikah. Pengeluaran belum kembali normal pasca menikah, tapi akan terus bergulir hingga 2 sampai 3 bulan ke depan. Apalagi kalau kalian menikah sebelum lebaran, yang normalnya harga kebutuhan di pasaran akan meningkat. Entah sembako, baju atau peralatan rumah tangga lain yang harus kalian beli. Pengeluaran udah pasti banyak banget, bisa mencapai 2 sampai 3 kali lipat, percaya deh.

BACA JUGA : 8 Cara jitu biar kamu bisa berhemat sampai 50% setiap bulannya!

4. Buatlah pola pengeluaran kalian per bulan dengan mematok batas pengeluaran.

uang
Foto : www.merdeka.com

Pasca menikah, tentu kalian belum bisa memprediksi batas-batas pengeluaran per bulan, jadi belum kentara pola pengeluaran kalian per bulan berapa. Pola tersebut mulai terlihat ketika memasuki usia pernikahan 4 sampai 6 bulan.

Karena di masa itu, kalian masih asik memikirkan perjalanan bulan madu atau disibukkan dengan kegiatan foya-foya menikmati indahnya pernikahan. Nggak masalah kok itu wajar, tapi setelah itu kalian harus bisa membatasi pengeluaran per bulan. Misalnya, yang awalnya output 3 juta perbulan, mulai membatasi 2,5juta per bulan. Seiring berjalannya waktu pola perngeluaran makin terbentuk dan mulai terbiasa hidup hemat.

BACA JUGA : Buat kamu yang baru menikah, 11 destinasi ini cocok untuk bulan madumu sebagai pengantin baru

5. Tentukan juga berapa tabungan wajib per bulan untuk kebutuhan masa depan.

uang receh
Foto : www.merdeka.com

Setelah menentukan biaya kebutuhan sehari-hari, yang wajib dipikirkan selanjutnya adalah tabungan wajib per bulan. Tabungan ini penting banget untuk hal-hal yang belum terjadi tapi sangat berpengaruh di masa depan. Seperti tabungan hari tua, asuransi, tabungan anak dan lain-lain.

6. Rajin-rajinlah mencatat pemasukan dan pengeluaran termasuk menyimpan bon belanja.

mencatat
Foto : www.danielnugroho.com

Meskipun terlihat mudah tapi kegiatan ini yang paling sulit dan bikin malas. Apalagi kalau pengeluaran nggak besar-besar banget seperti beli pulsa atau bayar parkir. Tapi paling nggak dengan mencatat setiap pengeluaran per harinya, itu membantumu menentukan pola pengeluaran per bulan. Jangan malas juga menyimpan bon belanja agar paham kapan naik turunnya harga kebutuhan rumah tangga dan diskon yang disediakan.

7. Selalu berpikir realistis!

belanja
Foto : www.cyprusupdates.com

Menikah bukan seperti di film-film romantis, setelah SAH lantas hidup bahagia tanpa masalah, segalanya mudah tanpa perlu proses. Dunia pernikahan bukan itu, tapi mulailah berpikir apa yang menjadi kebutuhan bersama bukan keinginan semata. Jika itu bukan termasuk kebutuhan dan dirasa nggak perlu-perlu amat kenapa harus dimiliki. Belilah barang-barang atau aset yang sifatnya produktif.

8. Alokasikan dana cadangan untuk kebutuhan mendadak.

uang
Foto : pendoasion.wordpress.com

Kejadian buruk dapat menimpa sewaktu-waktu. Mengalokasikan dana cadangan untuk keperluan mendadak adalah hal penting dan seharusnya bersifat fleksibel. Misalnya, orang tua atau mertua tiba-tiba sakit dan harus dirawat dengan tinggal bersama. Tentu pengeluaran harus dirancang ulang.

Written by Indah Puspita Hardinoto

Profile photo of Indah Puspita Hardinoto

Talk active ll Endel boleh, asal cerdas dan berkelas ll