Jangan pernah kerja malas-malasan, kalau tak mau digaji sembarangan!

monoton
Source : LinkedIn.com

Kalau menuruti malas, semua orang ingin sekali malas. Karena memang, tidur di pagi hari itu sungguh nikmat sekali. Melakukan aktivitas berupa makan, tidur, ngelayap, dan menikmati keindahan-keindahan yang dunia sajikan, sungguh kemalasan tiada tara yang siapa pun pasti ingin sekali mencecapnya.

Namun, aturan main hidup tak demikian. Ini dunia, bukan surga! Sekalipun engkau ingin menyangkal bahwa di dunia ini manusia juga bisa menciptakan sendiri surga dunianya, namun tetap saja butuh biaya untuk bisa merasakannya. Yah, lagi-lagi kembali ke uang. Lalu, bagaimana uang itu bisa diperoleh? Ya bekerja dong!

Kita Muda ingin menunjukkan, mengapa Kawan Muda jangan sampai kerja malas-malasan, kalau memang tak ingin digaji sembarangan. Karena…

1. Kebutuhan hidup semakin meningkat. Menuruti kemalasan, sama dengan menyerah dengan keadaan.

pemalas
Foto : money-princess.whotrades.com

Ketika segala cara untuk meraih apa yang orang-orang sebut sebagai sukses itu telah dilakukan, tetapi hasil yang kau peroleh tak sesuai ekspektasi, tentu yang kemudian timbul adalah luka di hati. Ya tapi mau bagaimana lagi? Memang keadaannya begini.

Namun bukan berarti itu pertanda bahwa waktu menyerah bagimu telah tiba. Seperti kata d’Massive dalam lagunya “Jangan Menyerah” itu loh. Itu merupakan nasihat bahwa sebetulnya, gagalmu bukanlah ketidakberhasilanmu. Namun lebih kepada belum ketemunya cara terjitu saja. Jadi, tetap semangat bekerja!

2. Sebetulnya, bagaimana kamu bekerja, adalah untuk diri kamu sendiri. Orang-orang akan menganggap kinerjamu sebagai portofolio.

pebisnis
Foto : www.chainimage.com

Ah, ngapain kerja semangat-semangat! Toh, yang bakal kaya si bos juga!

Sungguh, pikiran di atas ialah pemikiran yang picik. Bila kamu bekerja bukan untuk membangun keahlian, bolehlah kalau kau berpikir begitu. Tetapi kalau kau bekerja karena membangun keahlian, maka justru itu akan membangun kredibilitasmu di mata klien.

Kalau orang-orang sudah percaya dengan kualitas yang kamu miliki, maka orang-orang tak akan segan merekomendasikanmu kepada mereka ketika ada proyek di masa mendatang. Tentu, apabila kamu kerjanya malas-malasan, orang-orang juga akan mengutarakan keburukan tentangmu, lalu disebarkan kepada yang lain.

3. Karena hasil pekerjaanmu ialah portofoliomu, seringkali relasi dan pekerjaan datang dari situ.

bekerja
Foto : www.fastcompany.com

Yah, ini masih ada kaitannya dengan poin di atas tadi. Apabila kinerjamu memang betul-betul baik dan layanannya memuaskan, maka orang lain tak akan segan-segan menyarankanmu kepada teman-temannya apabila sedang ada pekerjaan yang berhubungan dengan skil yang kamu miliki.

Tetapi kalau yang engkau torehkan adalah hal buruk, maka jangan salahkan apabila kelak mereka akan menyebarkannya juga.

4. Terkadang, bekerja itu tak hanya mengenai gaji. Tetapi juga soal dirimu yang kelak bakal menjadi teladan bagi anak-anakmu.

ayah dan anak
Foto : www.lds.org

Kawan Muda, pasti bangga kan, kalau kelak anak-anakmu kelak sampai bilang:

Aku ingin seperti ayahku!” atau “Aku ingin seperti ibuku!

Itu adalah tanda bahwa memang kamu seorang pekerja keras yang tak hanya membuat dirimu sendiri saja yang bangga. Tetapi juga orang-orang di sekitarmu. Terutama, anak-anakmu yang merupakan generasi harapanmu di masa yang akan datang.

Bagaimana Kawan Muda, tetap semangat untuk bekerja dan membangun karir, kan?

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.