5 Cara yang bisa membuat kamu menjadi orang yang layak untuk naik jabatan

bekerja
Foto : www.superiorofficeinteriors.co.uk

Sebetulnya, ada yang jauh lebih penting ketimbang jabatan, yaitu kontribusi. Tanpa jabatan, seseorang bisa memberi kontribusi besar. Pada saat yang sama, juga banyak orang yang memiliki jabatan tinggi namun kontribusinya kecil. Maka, yang lebih baik ialah perkawinan keduanya: jabatan bagus dan kontribusi besar.

Jabatan tinggi yang tidak dibarengi dengan kontribusi yang tinggi, maka ia memakan gaji buta setiap bulannya. Jika ia pejabat publik, sungguh ia mengkhianati hati rakyat. Bila seseorang berada di sebuah perusahaan, atau instansi, sudah memberikan kontribusi tinggi tapi jabatan enggak naik-naik, ya kasihan juga. Lain waktu pasti ia akan mengalami titik jenuh berkontribusi. Maka, kontribusi haruslah diapresiasi.

BACA JUGA : Ikuti tips berikut ini, ganti motto hidup kamu dengan ‘Ayo Produktif !’

Kontribusi yang aktif bisa membuat seseorang yang berada di sebuah organisasi, instansi, atau perusahaan akan naik jabatan. Kontribusi memiliki banyak bentuk. Apa saja bentuk-bentuk kontribusi tersebut? Di sini, Kita Muda membedahnya khusus untuk kamu.

1. Aktiflah mengemukakan pendapat yang tepat sasaran.

Jangan jadi orang yang suka mengemukakan pendapat cuma biar dapat perhatian. Jangan. Harapan-harapan semacam itu akan sirna di kemudian hari, karena tak dibarengi dengan kesungguhan. Namun, jadilah orang yang memberikan pendapat yang tepat sasaran.

Bagaimana untuk bisa memberikan pendapat yang tepat sasaran? Pahami teknis pekerjaan, pahami permasalahan, dan selalulah berpikir untuk mencari solusi serta inovasi. Bukan mencari sensasi. Apakah inovasi itu? Inovasi ialah menjadikan suatu hal menjadi lebih sederhana, tanpa mengurangi fungsi utama dari hal tersebut.

2. Jangan suka drama!

Jangan jadi orang yang kalau ada hal kecil, langsung dibesar-besarkan. Biar terkesan heboh. Jangan pula jadi orang yang seneng ngurusin hidup orang lain. Kalau ngurusin badan orang lain, enggak apa-apa. Siapa tahu ada temen yang emang mau diet.

Kalau tahu ada orang lain salah, berilah nasihat. Bukan malah diam saja, padahal kamu tahu letak masalahnya, tahu langkah-langkah mengatasinya, tapi malah diam saja dan membiarkan seseorang atau program perusahaan masuk ke dalam jurang kesalahan. Lalu sebagai pihak yang tahu, kamu malah menjadikan itu sebagai bahan-bahan gunjingan bersama karyawan lain.

Jadi, jangan drama, ya!

BACA JUGA : Lakukan tips berikut agar kamu bisa keluar dari belenggu “suka menunda pekerjaan”

3. Jadilah orang yang ramah kepada semua orang dan murah senyum.

smile in office
Foto : www.businessmanagementdaily.com

Siapa sih yang mau bergaul dengan orang yang mukanya anyep dan penuh dengan amarah?

Oke, mungkin ini enggak ada hubungannya dengan skil. Namun ini ada sedikit pengaruh dengan naik atau tidaknya jabatan seseorang di sebuah perusahaan atau instansi. Kalau bos sudah suka, lainnya bisa apa. Maka, jadilah orang yang ramah dan murah senyum.

4. Jadilah orang yang suka mencatat, terutama untuk hal-hal penting.

Perusahaan memang sering mengadakan briefing. Karena briefing ialah saat yang tepat bagi bos maupun para karyawan untuk mengemukakan pendapat satu sama lain, serta permasalahan yang ditemui di lapangan selama bekerja. Namun bukan berarti bos, atau karyawan lain, bisa saja memberikan masukan atau instruksi sewaktu-waktu. Kalau kamu bilang ‘nanti’ untuk mencatat, sudah pasti akan lupa. Maka dari itu, selalu siapkan buku kecil dan bolpen, atau bisa juga fitur notes di smartphone, untuk mencatat.

5. Jangan terlalu berekspektasi, bahwa memberi banyak kontribusi, akan mendapat posisi tinggi.

Bahasan ini bisa dibilang, senada dengan yang menjadi pembahasan di awal. Bahwa yang jauh lebih penting dari ini semua ialah memberikan kontribusi, bukan meminta posisi. Maka tatkala membesarkan kontribusi, janganlah berharap, dan lakukan itu karena memang seperti itulah seharusnya.

Bila kontribusi dilakukan terus-menerus, melebihi keinginan untuk memperoleh posisi, maka tak perlu lagi untuk pamer ke sana-sini karena sudah ada yang akan berbicara lebih banyak: yaitu prestasi.

BACA JUGA : Sukses di usia 20-an bukan lagi impian. Dengan tips ini, kamu akan lebih mudah menggapai kesuksesan

Written by Ahmad Mufid

Profile photo of Ahmad Mufid

Baru rilis buku novel komedi 'Pharmacophobia', lagi bikin podcast 'Teman Becandamu' dan masih berusaha meyakinkan orangtuamu agar beliau jangan menikahiku.