Nilai C bukan bencana. Justru golongan mereka adalah calon orang-orang sukses. Ini dia alasannya …

Source : www.pirasi.com

Banyak orang mengira bahwa dengan mendapat nilai bagus dalam kuliah, berarti masa depan akan cerah. Bahkan ada yang berpikir: “Semakin tinggi IPK, maka semakin luas juga peluang untuk sukses.

Sayangnya, hal itu tidak selalu benar. Nilai yang baik dan ijazah memang penting. Tapi ketika kamu sudah memasuki dunia kerja, semua hal itu tidaklah penting. Orang-orang atau perusahaan nggak mungkin akan memperioritaskan nilai transkrip semata. Tetapi semua calon karyawan harus mengikuti tahapan tes yang tersedia.

Bagi kamu yang masih bersekolah atau kuliah dan sedang mati-matian mengerjakan skripsi, mungkin akan sulit menerima hal ini. Tapi jika sudah bergelut dalam dunia kerja, pasti kamu akan melihat bagaimana kondisi teman-temanmu yang dulu memiliki nilai akademis di bawah rata-rata, entah kenapa kini menjadi lebih sukses dibandingkan beberapa teman lain yang nilainya jauh lebih bagus.

Berikut beberapa ulasan Kita Muda tentang alasan kenapa banyak mahasiswa yang memiliki nilai C justru lebih sukses, baik secara kepribadian maupun finansial, dalam dunia nyata.

Baca Juga : 5 Kebiasaan sukses para miliarder berikut ini bisa kamu tiru

#1 Mereka yang bernilai C sangat memahami betul apa yang mereka inginkan.

Para mahasiswa yang memiliki nilai kurang bagus, seringkali memiliki kelakuan yang menyimpang. Bukan negatif. Tapi menurut Kita Muda lebih cenderung unik sih.

Saat sedang berada di kelas, mereka selalu saja ada alasan untuk pergi keluar kesana-kemari mencari alamat bersama Ayu Ting-Ting. Dan, mereka tentu akan lebih bersemangat melakukan hal ini jika mata kuliahnya tidak mereka suka. Bahkan, mereka cenderung lebih memilih untuk membolos.

Hal ini mereka lakukan, karena pada dasarnya otak mereka memiliki cara pandang tersendiri. Mereka lebih memilih untuk belajar di luar, untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Orang-orang seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Bill Gates adalah contoh-contoh orang yang bukan cuma mendapat nilai C, tapi drop out, malahan. Tapi nyatanya, mereka berhasil pada bidang masing-masing, karena mereka tahu dan berfokus pada apa yang mereka sukai. Jadi kalau kamu menyukaiku, dan memilih untuk fokus menyukaiku, kamu juga akan sukses. Ya, sukses menyukaiku.

Kira-kira begitu.

Baca Juga : Suksesmu bakal terhambat jika kamu masih saja berperilaku seperti ini …

#2 Membolos adalah salah satu cara mereka menikmati hidup dari sekian rutinitas yang tak henti-hentinya menggempur setiap hari.

Meski pada akhirnya mereka lebih besar punya potensi untuk mengulang mata kuliah gara-gara keseringan membolos, tapi nggak sepenuhnya hal yang mereka lakukan adalah kesalahan kok.

Coba bayangkan, apa jadinya jika hidup diisi dengan belajar, belajar dan terus belajar demi mengejar nilai A, mengejar nilai A dan mengejar nilai A.

“Kalau terus-terusan mengejar nilai A: kapan mengejar aku-nya?”

Mahasiswa dengan nilai C sangat tahu bagaimana menikmati hidup. Mereka lebih dulu sadar bahwa hidup dan kesuksesan itu bukan melulu soal ijazah, melainkan pengalaman.

#3 Mereka yang leha-leha dalam mengikuti pelajaran, seringkali lebih mementingkan pengalaman.

pengalaman kerja
Foto : uts.edu.au

Seperti yang Kita Muda ungkapkan tadi, mahasiswa bernilai C rata-rata mementingkan pengalaman dalam bidang apapun. Termasuk secara iseng untuk coba-coba kerja sambil kuliah. Seperti pada gambar di atas.

Meski pada akhirnya kuliah keteteran, tapi entah kenapa mereka lebih bangga aja. Karena mungkin menurut mereka, ilmu yang paling berharga adalah dari pengalaman. Belajar masih bisa diulang, tapi kalau pengalaman, datangnya cuma sekali. Tentu ini lebih berharga ketimbang sekadar mendapat nilai A dong.

Baca Juga : Pria kaya menyenangkan. Tapi pria pekerja keras jauh lebih menentramkan

#4 Tentu, selain mencari pengalaman, mereka juga memiliki tujuan untuk memperluas relasi yang kelak pasti akan berguna. Entah kapan.

Di saat mahasiswa lain sedang rajin-rajinnya berburu untuk mendapatkan nilai A, mungkin sekarang kamu malah lagi sibuk membangun relasi dan nongkrong di sana-sini. Tapi nggak apa-apa, karena justru ini ilmu yang berharga loh.

Coba sini tunjukkan ke Kita Muda: mata kuliah mana yang mengajarkan untuk memperluas relasi?

Nah, justru kegiatan ekstra seperti nongkrong inilah yang menjadi kesempatan emas untuk mengasah diri dalam membangun relasi. Seringkali, ada peluang besar dibalik luasnya relasi. Bisa bisnis, dan bisa juga jodoh. Syukur-syukur, dapat jodoh yang ternyata cocok untuk dijadikan mitra bisnis.

Saat kamu berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya, relasi dan kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh bagi kesuksesan seseorang. Beneran deh!

Baca Juga : Kamu yang ingin cepat kaya, profesi-profesi dengan gaji tinggi ini bisa jadi pilihanmu

#5 Mereka yang suka nongkrong dan mendapat nilai C, cenderung lebih simpel dalam segala hal, termasuk menemukan solusi maupun jodoh.

Mereka nggak ribet, hidupnya woles tapi penuh arti dengan tahap-tahap yang pasti. Mereka lebih mementingkan pengalaman, sehingga banyak melakukan praktik daripada teori. Mereka lebih suka melakukan terlebih dahulu. Lalu belajar bersama dengan kegiatan dalam melakukan tersebut. Bukan malah belajar dulu, baca-baca buku dulu, bikin rencana yang banyak dulu, baru action.

Kelamaan!

Bill Gates bahkan pernah mengatakan begini:

“Saya akan selalu memilih orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit. Karena dia akan menemukan cara yang mudah untuk melakukannya.”

Coba itu dibaca dengan saksama. Kali aja kamu termasuk orang-orang yang suka menunda pekerjaan dan malas, tapi sekalinya mengerjakan, bisa menyelesaikannya secara simpel dan kreatif.

#6 Dengan telaten, mereka menapaki setiap mimpi-mimpinya.

kerja keras
Foto : ronalvesteffer.com

Jangan salah…

Mahasiswa dengan nilai C juga bisa memiliki mimpi yang nggak kalah keren daripada mahasiswa dengan nilai A. Bukan bermaksud membandingkan loh. Tapi dalam banyak kasus, malah mahasiswa dengan nilai C yang punya mimpi dan pencapaian keren. Itu realita, loh.

Baca Juga : Sepucuk surat untuk diri sendiri yang masih sering mengeluh

Mereka lebih percaya pada mimpi mereka, dibandingkan dengan teori-teori yang sering disampaikan oleh guru maupun dosen di dalam kelas. Itu kenapa di dalam otak mereka kebanyakan berisi bagaimana cara untuk menggapai mimpi, ketimbang bagaimana cara untuk mendapatkan nilai A.

#7 Ketelatenan mereka berbuah pada penghargaan atas proses dan perjuangan.

Para mahasiswa dengan nilai C yang sukses, selalu memiliki visi dan sangat memahami tentang apa arti berjuang serta bagaimana mewujudkannya.

Mereka juga memahami bahwa kesuksesan itu membutuhkan kecerdasan emosional, ketekunan, semangat dan yang paling penting ialah tentang bagaimana cara untuk mengatasi kegagalan.

“Emang, cara mengatasi kegagalan itu gimana?”

“Jangan gagal! ITU!”

“….”

Baca Juga : Secuil pesan buatmu fresh graduate yang sampai saat ini belum juga dapat kerja

Dalam kondisi lapangan, misal dalam dunia bisnis, yang namanya pasang-surut itu pasti ada. Seperti dalam menjalin hubungan, lah. Nggak selamanya seneng terus. Pasti ada bosan-bosannya juga. Sama seperti air mineral yang sekarang rasanya nggak cuma hambar. Tapi juga kayak ada manis-manisnya gitu.

Jadi para mahasiswa yang punya banyak nilai C: mana suaranya?

Written by Indah Puspita Hardinoto

Profile photo of Indah Puspita Hardinoto

Talk active ll Endel boleh, asal cerdas dan berkelas ll