Sering Sakit Kepala Bagian Belakang? Jangan Sepelekan!

2.141 views
via: twitter.com

Kawan Muda pernah enggak merasakan nyeri di kepala, tapi sakitnya berasa ngumpul di kepala bagian belakang semua?

Kalau sudah begini, berbagai asumsi bermunculan, mulai dari kurang makan atau belum makan, kebanyakan kafein, dehidrasi, hingga stres. Namun, apakah benar hal-hal tersebut yang menjadi penyebab sakit kepala belakang terus-menerus yang kamu alami selama ini?

Perlu diketahui, lokasi timbulnya sakit kepala itu berbeda-beda dan kemungkinan besar juga menunjukkan penyebab yang berbeda pula.

Meski kita enggak perlu terlalu panik jika sakit kepala tak diikuti oleh gejala lain yang berarti, ada baiknya kamu tidak menyepelekannya. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Jika merasa enggak nyaman dengan sakit kepala belakang yang kamu alami, enggak ada salahnya untuk melakukan medical check-up agar tahu penyebab sebenarnya sakit kepala belakangmu dan enggak sembarangan mengonsumsi obat sakit kepala belakang di apotek.

Nah, kali ini Kita Muda bakal kasih tahu penyebab sakit kepala belakang yang paling umum. Ini bisa jadi warning buat kamu agar lebih aware dengan kondisi tubuh. Yuk, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

1. Postur buruk (Posisi tubuh yang salah saat duduk atau ketika menjalankan aktivitas lainnya)

Posisi tubuh saat beraktivitas ternyata bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang yang kerap kali muncul | via: docjoints.com

Posisi tubuh saat beraktivitas ternyata bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang yang kerap kali muncul. Ketika kamu asyik bermain gadget misalnya, terlalu banyak menunduk bisa memicu timbulnya ketegangan di leher yang memicu sakit kepala.

Saat bekerja di depan komputer atau laptop (dan bahkan sedang menulis), biasanya posisi tubuh terlalu membungkuk. Nah, ini bisa membuat punggung, bahu, dan leher menjadi tegang sehingga kamu akan merasakan nyeri di bagian kepala belakang, rasanya seperti berdenyut-denyut.

2. Saraf terjepit

Gejala sakit kepala belakang bisa dipicu oleh saraf terjepit | via: health.detik.com

Saraf terjepit biasanya disebabkan oleh adanya tekanan berlebihan pada saraf oleh jaringan sekitarnya, sehingga memicu sakit kepala belakang, kebas, kesemutan, dan lemah fisik.

Nah, gejala sakit kepala belakang yang dipicu oleh saraf terjepit adalah nyeri di bagian belakang mata, rasa enggak nyaman di bahu dan lengan atas. Ketika kamu mencoba berbaring untuk meredakan sakit kepala belakang, rasa sakitnya malah makin menjadi.

Lantas, apa penyebab saraf terjepit? Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan jaringan menekan saraf, seperti postur tubuh yang enggak baik, rematik, stres yang berulang, melakukan aktivitas olahraga yang rentan cedera, dan kelebihan berat badan.

3. Radang sendi (rheumatoid arthritis dan osteoarthritis)

Peradangan atau pembengkakan di daerah leher bisa memicu sakit kepala belakang | via: pthealth.ca

Penyebab sakit kepala belakang selanjutnya adalah adanya peradangan atau pembengkakan di daerah leher. Ketika menderita sakit kepala belakang akibat radang sendi, leher juga terasa nyeri. Jika ada pergerakan sedikit saja, rasa nyeri menjadi semakin hebat.

Risiko radang sendi umumnya memang menyerang orang yang berusia senja. Namun banyak hal lain yang bisa memicu munculnya radang sendi, seperti riwayat cedera pada sendi, keturunan, jenis kelamin, dan obesitas.

4. Occipital Neuralgia

Sakit kepala belakang yang dipicu oleh occipital neuralgia juga menyebabkan rasa sakit seperti sengatan listrik di belakang kepala | via: healthcentral.com

Adalah suatu kondisi ketika saraf yang berada dari sumsum tulang belakang ke kulit kepala rusak. Rasa sakitnya hampir mirip dengan rasa sakit kepala sebelah atau migrain, yakni tajam, nyeri, berdenyut, yang dimulai dari pangkal kepala, leher, dan bergerak menuju kulit kepala.

Sakit kepala belakang yang dipicu oleh occipital neuralgia juga menyebabkan rasa sakit seperti sengatan listrik di belakang kepala, sensitif terhadap cahaya, dan sakit saat menggerakkan leher.

Nah, kamu mungkin bertanya-tanya, apa yang menjadi penyebab occipital neuralgia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh cedera/trauma pada belakang kepala, otot leher tegang, infeksi, encok, dan diabetes.

Itulah tadi beberapa penyebab sakit kepala belakang yang paling umum. Memang, gejala sakit kepala belakang yang kamu alami belum tentu dipicu oleh kondisi-kondisi di atas. Namun, kamu harus tetap waspada karena sakit kepala merupakan sinyal yang menunjukkan bawah kondisi tubuhmu sedang tidak seimbang.

Jika sakit kepala belakang reda dengan sendirinya dan enggak datang kembali dalam waktu singkat, kamu mungkin bisa sedikit bernapas lega. Akan tetapi, jika rasa sakit tersebut sering muncul, jangan ragu untuk memeriksakan kondisimu ke dokter, ya 😉