Kawan Muda tahu enggak sih, berdasarkan riset yang dilakukan Kementerian Kesehatan, penyakit jantung koroner kini semakin banyak diderita oleh kelompok usia muda. Sebanyak 22 % dari penderita jantung berada di kisaran usia 15—35 tahun!

Penyakit jantung koroner ini terjadi ketika arteri koroner (yang merupakan pembuluh darah yang penting karena sirkulasi darah kaya oksigen ke semua organ dalam tubuh—termasuk jantung) tersumbat atau menyempit.

Saat hal tersebut terjadi, aliran darah ke jantung bisa turun secara signifikan atau berhenti sama sekali, yang kemudian menyebabkan serangan jantung. Nah, kenapa pembuluh arteri koroner sampai tersumbat? Banyak hal nih yang bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri koroner, salah satunya adalah pola makan kita.

Ada beberapa jenis makanan yang tidak baik untuk jantung. Sebenarnya, makanan-makanan tersebut boleh-boleh saja dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Baru deh kalau dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut bisa membunuhmu.

Lantas, makanan apa sajakah itu? Simak yuk daftarnya di bawah ini.

1. Burger cepat saji

Burger daging lezat bisa merusak kesehatan jantung | via: hfburger.com

Siapa sih yang enggak suka seporsi burger daging lezat dengan keju dari sebuah restoran cepat saji favorit? Eitss, tapi jangan jadikan menu ini sebagai menu makanan sehari-hari Kawan Muda, ya. Kandungan lemak jenuh dalam burger cepat saji bisa merusak kesehatan jantung.

Yup, lemak jenuh dari hewan (daging burger yang kamu makan) yang dikombinasikan dengan karbohidrat (roti burger), jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa mengganggu kesehatan jantung.

2. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, hot dog, salami, daging kornet, dendeng, dan ham mengandung lemak jenuh dan garam yang tinggi | via: bonappetit.com

Mengomsumsi daging sebenarnya enggak berbahaya bagi kesehatan. Ya, daging adalah bahan makanan yang tinggi protein. Nah, protein ini sangat penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan, produksi antibodi, serta menguatkan sistem imun tubuh. Namun perlu digaris bawahi, manfaat tersebut akan dirasakan saat kita mengonsumsinya dalam jumlah wajar dan daging ‘asli’.

Yang dimaksud daging asli adalah daging yang berbentuk utuh, bukan yang diolah menjadi sosis, hot dog, salami, daging kornet, dendeng, dan ham, kenapa? Karena daging olahan tersebut mengandung lemak junuh tinggi dan kandungan garamnya tinggi sehingga membahayakan kesehatan jantung.

3. Gorengan

Minyak yang digunakan berkali-kali untuk menggoreng berpotensi meningkatkan kolesterol jahat | via: Tribunnews.com

Orang Indonesia mana coba yang enggak suka gorengan! Gorengan menjadi salah satu camilan favorit orang Indonesia. Sayang, camilan satu ini ternyata kurang menyehatkan dan bisa mingkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi berlebihan.

Apalagi kita enggak tahu kan minyak yang digunakan tukang penjual gorengan itu minyak baru atau minyak yang sudah digunakan berkali-kali? Karena minyak yang digunakan berkali-kali untuk menggoreng akan menciptakan lemak trans, yang berpotensi meningkatkan kolesterol jahat.

4. Gula

Asupan gula per harinya harus dikontrol agar enggak memunculkan risiko penyakit jantung | via: theconversation.com

Hidup tanpa gula seharian? Siapa yang bisa tahan! Bagi sebagian orang, makanan mengandung gula sudah menjadi kewajiban yang harus dikonsumsi setiap hari. Sebenarnya enggak ada yang salah dengan konsumsi gula. Sayangnya, kita sering keblinger saat mengonsumsi gula. Tahu-tahunya mendadak kolesterol tinggi aja! Ngeri kan?

Oleh karena itu, asupan gula per harinya harus dikontrol agar enggak memunculkan ancaman kesehatan seperti obesitas, inflamasi, kolesterol tinggi, diabetes, dan bahkan risiko penyakit jantung! Nah, jumlah asupan gula per hari yang disarankan adalah 50 gram atau setara dengan 5—9 sendok teh.

5. Roti dan kue kering

Makanan panggang yang dijual biasanya dibuat dengan gula tinggi dan mentega (lemak jenuh) yang buruk bagi pembuluh darah | via: bettycrocker.com

Makanan panggang yang dijual biasanya dibuat dengan gula tinggi dan mentega (lemak jenuh), dua bahan yang tidak baik untuk kesehatan pembuluh darah. Boleh-boleh saja sih cemal-cemil roti dan cookies favorit, tapi pastikan jumlahnya masih wajar atau jangan terlalu sering mengonsumsinya agar enggak merusak kesehatan jantung.

6. Margarin

Kandungan lemak tak jenuh atau lemak trans dalam margarin ternyata sangat tinggi | via: news-medical.net

Margarin yang terbuat dari minyak sayur sering dianggap lebih aman dibandingkan mentega. Namun perlu kamu tahu nih, kandungan lemak tak jenuh atau lemak trans-nya ternyata sangat tinggi. Nah, makanan dengan kandungan lemak trans yang tinggi jelas bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seseoran jika dikonsumsi secara berlebihan tentunya.

7. Pizza topping daging

Seloyang pizza yang menggoda selera itu mengandung lemak dan garam yang sangat tinggi | via: medicaldaily.com

Tahu enggak sih, pizza menempati urutan kedua makanan yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Apalagi pizza dengan taburan berbagai macam daging olahan di atasnya! Seloyang pizza yang menggoda selera itu mengandung lemak dan garam yang sangat tinggi.

Kita Muda sih enggak  ngelarang kamu buat makan pizza. Pizza memang enak banget. Namun, jangan sampai keblinger atau keseringan ya. Atau kamu bisa mengganti toppingnya dengan yang lebih sehat.

8. Minuman ringan kemasan atau jus yang diberi gula

Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan kemasan bahkan bisa meningkatkan risiko gagal jantung hingga 23 persen| via: exceptional-dentistry.com

Sekaleng atau sebotol minuman ringan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung secara dramatis. Menurut studi, kebiasaan mengonsumsi makanan ringan kemasan bahkan bisa meningkatkan risiko gagal jantung hingga 23 persen.

Selain itu, minuman ringan kemasan atau minuman tinggi gula bisa mengubah tekanan darah, diabetes, dan, stroke. Waduh, mengerikan, ya! Itulah sebabnya, jangan keseringan mengonsumsi minuman ringan kemasan dan perhatikan asupan gula harian pada minumanmu.

Nah, itulah tadi beberapa jenis makanan yang tidak baik untuk jantung. Untuk mengindari serangan jantung di usia muda, ada baiknya Kawan Muda menerapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang.

Pola hidup sehat yang dimaksud termasuk memperhatikan apa saja yang kamu konsumsi untuk mencegah terjadinya serangan jantung di usia muda.