Suka Bubble Tea? Hati-Hati Bahaya di Balik Manisnya Minuman Ini

838 views
bahaya tersembunyi bubble tea
via: dmagazine.com

Siapa yang tak kenal bubble tea? Minuman yang sangat populer di kalangan anak muda ini begitu menyegarkan dikonsumsi saat cuaca panas.  Namun, Kawan Muda harus berhati-hati jika terlalu sering mengonsumsi minuman ini. Karena kandungan di dalamnya ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Seperti yang kita tahu, minuman bubble tea terdiri dari teh, susu, dan biji mutiara hitam kenyal yang terbuat dari tepung tapioka. Dalam penyajiannya, penjual akan menambahkan sejumlah sirup gula untuk memperkaya rasa.

Coba kita pikir lagi, berapa banyak gula yang ada dalam segelas bubble tea ukuran medium saja? Karena biji mutiara atau pearl yang kenyal itu juga mengandung gula! Belum lagi gula dari susu dan sirup gula!

Inilah yang menjadi alasan mengapa bubble tea memiliki potensi membahayakan bagi kesehatan kalau diminum terlalu banyak dan terlalu sering!  Biar Kawan Muda tetap bisa menikmati kesegaran bubble tea tanpa merasa bersalah (dan tetap sehat!), Kita Muda akan mengulas beberapa fakta mengejutkan di balik segelas bubble tea.

1. Kandungan gula yang cukup ekstrem

bahaya tersembunyi bubble tea
Kandungan gula pada bubble tea sangat banyak | via: theurbanlist.com

Segelas bubble tea mengandung setidaknya 50—55 gram gula. Kelihatannya sedikit, tapi jumlah tersebut sudah setara dengan jumlah asupan gula yang dianjurkan setiap harinya.

Ya, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per hari kita disarankan untuk mengonsumsi sekitar 50 gram gula atau setara dengan 5—9 sendok teh.

Jumlah tersebut bukanlah gula tambahan yang kita campurkan dalam makanan atau minuman, tetapi total keseluruhan gula yang ada pada makanan atau minuman yang dikonsumsi pada hari itu.

Kalau Kawan Muda minum segelas bubble tea, itu artinya kamu sudah memenuhi kebutuhan gula yang dianjurkan dalam sehari. Lalu, bagaimana dengan gula lain dari nasi, buah-buahan, atau makanan ringan lainnya?

Jika hal tersebut tidak dikontrol, lama-kelamaan kamu bisa mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius. Gula yang membuat hidup lebih manis pada akhirnya menjadi penyebab utama obesitas, diabetes, dan penyakit jantung saat kita tidak mengontrol penggunaannya. Ngeri juga, ya?

2. Kalori yang sangat tinggi, mengalahkan kalori dalam seporsi nasi!

bahaya tersembunyi bubble tea
Bubble tea adalah minuman yang tinggi kalori | via: healthynibblesandbits.com

Buat kamu yang merasa sulit mempertahankan berat badan padahal sudah mengurangi makan nasi atau menghindari karbo, coba deh cek kembali konsumsi minuman manisnya. Jangan-jangan kamu enggak makan nasi, eh, malah suka jajan  bubble tea! Ini sih sama saja menimbun kalori!

Selain kandungan gula yang ekstrem, bubble tea juga menyumbang banyak kalori dalam tubuh. Seporsi nasi putih mengandung sekitar 242 kalori, sedangkan dalam segelas bubble tea terdapat sekitar 112 kalori. Cukup banyak, kan? Padahal hanya minuman.

Coba bayangkan jika kamu jajan bubble tea lebih dari sekali dalam sehari, belum lagi camilan lain. Sekeras-kerasnya kamu mengurangi nasi, tetap saja kalori menumpuk kalau konsumsi minuman semacam bubble tea tidak dikontrol.

3. Bubble tea juga mengandung lemak jahat

bahaya tersembunyi bubble tea
Bahaya mengonsumsi bubble tea terlalu sering | via: richmond-news.com

Selain kandungan gula dan kalori, Kawan Muda juga harus berhati-hati pada kandungan lemak trans atau asam lemak tak jenuh yang ada pada segelas bubble tea. Asam lemak tak jenuh ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh dan bisa memicu risiko timbulnya penyakit stroke, jantung, dan diabetes tipe dua.

Ini bukan  berarti kamu tidak boleh mengonsumsi bubble tea sama sekali, ya. Boleh, tapi lebih baik tidak terlalu sering dan seimbangkan dengan asupan makanan atau minuman lain yang mengandung nutrisi.

Karena pada dasarnya bubble tea hanya mengandung sangat sedikit mineral dan vitamin tanpa serat, dan lebih banyak karbohidratnya :”)