Berat Badan 117 Kg Tidak Menyurutkan Niatnya untuk Menaklukan Gunung Rinjani

1.442 views
gunung rinjani
Via Instagram.com/gilangpranjuni

Banyak yang bilang orang gemuk atau yang mempunyai kelebihan berat badan dianggap tidak mampu atau tidak bisa menjalani aktivitas outdoor pada umumnya. Banyak yang beranggapan jika orang gemuk cenderung susah melakukan olahraga yang perlu mengasah fisik maupun mental seperti mendaki gunung contohnya.

Ketika orang gemuk berusaha untuk naik gunung, banya orang yang meragukannya bahkan membullynya, seperti mirip bola, awas gelinding pas naik gunung. Bahkan kemampuan fisik mereka juga diragukan, dianggap lamban karena cepat lelah, bahkan mungkin dianggap merepotkan oleh teman-temannya.

Bullying semacam itu tentu bia membuat nyali seseorang kecil, tapi ada juga yang justru bersemangat untuk membuktikan bahwa perkataan orang-orang itu salah. Seperti yang dialami oleh Dachlan Suwito, pria berusia 27 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Mimpinya untuk mendai gunung sempat diremehkan karena beratnya mencapai 117kg. Orang-orang menganggap ia akan  menjadi beban bagi timnya. Beruntung Dachlan memiliki tim yang selalu mendukungnya dan menyemangatinya bahwa ia mampu menaklukan gunung Rinjani puncak 3726 mdpl, yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di Indonesia.

gunung rinjani
Via Instagram.com/dachlan_suwito

Meskipun kamu yang memiliki berat badan ideal, kamu juga harus berolahraga selama kurang lebih seminggu. Begitu pun yang dilakukan Dachlan, ia berolahraga dua kali lebih banyak dari orang-orang yang berbadan ideal, supaya kuat ketika mendaki. Dachlan melakukan olahraga, seperti berenang dan lari.


BACA JUGA:


Dachlan memilikiki riwayat penyakit asal lambung, namun itu bukan menjadi penghalang baginya. Bersyukur, penyakitnya tidak kumat ketika menuju puncak Rinjani.

Dachlan mengaku sempat kesulitan saat melewati medan berpasir. Medan itu membuatnya pesimis dan tidak ingin melanjutkan perjalanannya.

gunung rinjani
Via Instagram.com/dachlan_suwito

Medan berpasir membuat perjalanan semakin berat. Ketika menginjak pasirnya, itu akan membuatnya longsor. Bahkan diam pun, pasirnya akan turun. Padahal Dachlan sudah membawa 2 stick untuk menopang badannya.

Tapi berkat dukungan penuh dari teman-teman satu timnya untuk sampai puncak bersama-sama, Dachlan pun membulatkan tekad dan menguatkan hatinya untuk menaklukan medan sulit tersebut dan bisa berdiri di puncak Gunung Rinjani.

Setelah sampai di puncak, Dachlan tak mampu menahan tangisnya. Ia sangat terharu karena akhirnya bisa membuktikan kalau semua omongan orang yang meremehkannya dapat ditangkal dengan keberhasilannya.

“Bersyukur kami bisa kompak sampai puncak, saya terharus karena saya bisa membuktikan dengan orang yang meremehkan saya tidak mampu sampai puncak Rinjani.” Ucapnya.

Jadi buat Kawan Muda, meskipun kamu memiliki bobot badan yang gemuk, jangan keburu putus asa oleh mereka yang meragukanmu. Jadikanlah sebagai motivasi dan kamu bisa membuktikan ke mereka, kalau omongan mereka yang meragukanmu itu salah.

Melangkah sendiri memang lah sulit, kamu harus mencari teman yang mendukungmu, hal ini akan membuat kamu semangat dalam mengerjakan hal itu.

Sumber : Keepo.me, kumparan.com