Tak lupa diri, beginilah balas budi miliarder Jack Ma untuk ayah angkatnya. Salut dan bikin haru!

18.859 views
via: says.com

Siapa sih yang tidak tahu Jack Ma? Kalau beberapa di antara kamu masih asing dengan nama ini, mungkin lebih tepatnya: siapa sih yang tidak tahu Ali Baba Group? Nah, Jack Ma adalah Founder/Chairman Executive Ali Baba Group, yang merupakan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Pada 3 Februari 2017 lalu, miliarder asal Tiongkok ini merilis program beasiswa senilai jutaan dolar! Lelaki berusia 52 tahun tersebut memberikan beasiswa USD 20 juta (atau sekitar Rp 266,8 miliar) pada University of Newcastle, Australia; sebagai bentuk terima kasih pada keluarga Ken Morley yang telah membantunya hingga bisa menjadi seperti sekarang.


BACA JUGA : Menakjubkan! Hanya lulusan SMA, lelaki asal Tulungagung ini sukses jadi CEO di Jepang! Bagaimana kisahnya?


Memang, tidak banyak yang tahu tentang kisah Jack Ma dan Ken Morley ini—ayah angkat Jack Ma. Dan Kawan Muda mungkin bertanya-tanya, siapa sih Ken Morley yang sepertinya memiliki peran penting dalam kesuksesan Jack Ma ini?

Untuk menjawab rasa penasaran Kawan Muda, Kita Muda sudah merangkum kisah menyentuh hati antara Jack Ma dan ayah angkatnya Ken Morley. Yuk, kita simak sama-sama 🙂

Pertemuan pertama antara Jack Ma dan Ken Morley terjadi di tahun 1980. Ken Morley, sebagai perwakilan dari Australia-China Friendship Society, saat itu tengah mengunjungi Tiongkok untuk melakukan survey di beberapa tempat. Termasuk kampung halaman Jack Ma di Hang Zhou.

via: theaustralian.com.au

Anak Morley, David lah yang pertama kali berinteraksi dengan Jack Ma. Jack Ma sengaja mendatangi David untuk melatih bahasa Inggrisnya yang belum fasih. Sejak hari itu keduanya berteman dan bermain bersama.

via: dailymail.co.uk

Hubungan Jack Ma pun semakin dekat tidak hanya dengan David, tetapi juga dengan Ken Morley dan istrinya, Judi.  Selama di Hang Zhou, mereka menjadi kerabat baik. Ketika Ken Morley dan keluarga kembali ke Australia pun, hubungan mereka tidak berhenti di sana.

via: scmp.com

Jack Ma rajin menulis surat ke David dan keduanya menjadi sahabat pena. Meski surat yang dikirim Jack Ma masih berantakan tata bahasanya, Ken Morley sangat menyukainya.

via: says.com

Agar Jack Ma bisa belajar, Ken Morley memperbaiki tata bahasa Jack Ma dan mengirim surat itu kembali bersamaan dengan surat balasan dari David. Setelah saling surat menyurat selama 5 tahun, Ken Morley akhirnya mengundang Jack Ma untuk datang ke Australia.

via: scmp.com

Saat itu Jack Ma telah berusia 21 tahun dan sedang berkuliah di Universitas Hangzou. Karena tidak pernah keluar negeri, Jack Ma pun semangat. Berkat dukungan dari Ken Morley, Jack Ma berhasil mendapatkan paspor, tapi tidak dengan visanya.

via: afr.com

Setelah visanya ditolak 7 kali, Jack Ma akhirnya bisa pergi ke New Castle selama 29 hari. Mengunjungi negara baru, Jack Ma belajar banyak hal dan suatu hari dia ingin orang-orang Tiongkok bisa berpemikiran maju seperti orang Australia.

via: newcastle.edu.au

Ketika Ken Morley kembali ke Tiongkok, kali ini untuk mengunjungi Jack Ma, dia bisa melihat bagaimana kehidupan Jack Ma yang serba susah karena tekanan ekonomi. Karena Ken Morley yakin bahwa Jack Ma akan bersinar suatu hari nanti, dia pun memberi bantuan biaya kuliah senilai £122 (sekitar Rp1,8 juta).

via: forum.detik.com

Ken Morley tutup usia diusia 78 tahun pada September 2014 lalu. Ini membuat Jack ma sedih dan kehilangan. Jack Ma sudah menganggap Ken sebagai ayahnya, gurunya bahkan sahabatnya.

via: afr.com

Sebagai balas budi kepada ayah angkatnya, Jack Ma memberikan beasiswa USD 20 juta (sekitar Rp266,8 miliar) pada University of Newcastle, Australia.

via: theaustralian.com.au

Jack Ma berharap, anak-anak yang mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu bisa menggunakan beasiswa tersebut untuk melihat dunia luar.

via: eyerys.com