Sukses jadi pengusaha, siapa sangka kalau lelaki ini dulunya anak nakal yang suka bolos di sekolah!

Siapakah yang berhak sukses?

Kawan Muda mungkin sudah biasa mendengar hal ini: belajarlah yang giat agar kamu bisa sukses. Ya, kesuksesan memang bisa dicapai kalau kita mau berusaha lebih keras dan lebih giat dari yang lain. Tapi, apakah hanya orang-orang yang super pintar saja yang bisa sukses?

Pemikiran bahwa hanya anak-anak yang mendapat nilai bagus dan juara kelas lah yang akan sukses mungkin sudah ditanamkan oleh sebagian besar orangtua sejak kecil. Mereka-mereka yang nakal dan langganan mendapat nilai jelek ya pasti gagal.


BACA JUGA : Hebat! Dulu di-bully, kini Ayu Gani jadi model sukses dan berkarir di Inggris!


Padahal hal ini tak selamanya benar. Setiap orang pasti memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Ketika dia tidak ahli dalam satu hal, bukan berarti kita berhak melabelinya “kurang pandai” atau “gagal”—seperti yang umumnya terjadi di masyarakat. Tak ada yang tahu kan dia akan seperti apa di masa depan?

Seperti kisah pengusaha sukses Jaya Setiabudi. Siapa sangka, lelaki berusia 43 tahun yang kerap dipanggil JayaYEA ini dulunya adalah anak bandel dan bukan murid pintar kesayangan guru? Meski begitu, Jaya sudah punya minat dan rencana sendiri untuk menekuni dunia bisnis kelak. Tujuan inilah yang membantunya sukses.

Penasaran dengan lika-liku perjalanan Jaya? Yuk, kita simak kisahnya.

Semasa sekolah, lelaki berkacamata ini adalah murid yang sangat bandel dan hobi bikin masalah. Saking bandelnya nih, salah satu guru di SMP pernah menyumpahinya tidak akan sukses seumur hidup.


Kenakalan Jaya semakin menjadi ketika dia masuk STM. Jaya mengaku lebih suka berada di luar sekolah karena tidak suka mendengarkan materi di kelas. Dia pun makin sering bolos dari sekolah.


BACA JUGA : Jualan susu beromzet hingga Rp 1 miliar per bulan? Yuk simak kisah suksesnya dari pemuda ini!


Meskipun demikian, jauh di lubuk hati dia punya rencana sendiri untuk menekuni dunia bisnis. Jiwa wirausaha ini sudah ada dalam dirinya sejak lama dan ayahnya merespon baik tekat Jaya tersebut.


Sebelum merealisasikan mimpinya, Jaya melanjutkan pendidikannya dulu di bangku kuliah. Dia mengambil Jurusan Teknik Elektro. Setelah lulus, Jaya memilih untuk belajar dulu menjadi karyawan sebelum merintis bisnisnya sendiri.


Jaya pun melamar menjadi technical buyer, sebuah posisi yang jauh berbeda dengan apa yang dipelajarinya saat kuliah. Tujuan Jaya sederhana, karena dia bekerja dengan maksud mencari ilmu. Bahkan dia mengatakan hal ini saat tes wawancara.

via: Instagram @jayasetiabudi

Di sinilah Jaya belajar seluk beluk tentang sirkulasi dagang. Demi mendalami ilmu di bidang tersebut, Jaya rela lho lembur dan belajar di akhir pekan—dan tidak dibayar. Masa menimba ilmu di kantor inilah yang mengantar Jaya menuju kesuksesannya sekarang.

via: iloveaceh.org

Tapi, jangan dikira perjalanan Jaya selalu mulus meski sudah mahir ilmu berdagang. Bisnis pertama Jaya hanya bertahan 3 bulan saja dan mengalami kebangkrutan.

via: wirausahabarujabar.net

Meski pernah gagal dan bahkan kesusahan untuk membeli makan, Jaya tak pernah patah arang. Dia kembali merintis bisnisnya dari nol.

via: youtube.com

Kegagalan demi kegagalan Jaya temui dalam perjalanannya menuju sukses. Tidak hanya sekali, Jaya mengalami kebangkrutan berulang kali.

via: di-ta.com

Bukan Jaya namanya kalau putus asa dan menyerah. Tak peduli bagaimana kesulitan yang dihadapi, Jaya terus bekerja keras dan percaya bahwa dia mampu meraih mimpinya.

via: veryfund.co

Sekarang, Jaya sudah bisa menuai hasil dari usahanya. Dia telah berhasil merintis perusahaan yang bergera di bidang makanan, industrial automation, baja dan konstruksi ringan, dan lain-lain.

via: jualebookbisnisonline.wordpress.com

Nah itu tadi lika-liku perjalanan Jaya. Meski dulunya anak nakal yang suka bolos, Jaya ternyata sudah punya tujuan dalam hidup. Dia pun tidak mudah menyerah meski pada akhirnya harus belajar lebih keras dari yang lain.

Hmm…ternyata murid nakal pun bisa sukses kok asal dia tahu apa yang diinginkannya. Tapi ini bukan berarti Kita Muda menyuruh kamu jadi anak bandel ya, hehe. Semoga Kawan Muda bisa memetik pelajaran dari kisah Jaya Setiabudi ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *