Anak Pengayuh Becak Ini Mendapat Tawaran Beasiswa S3 di Luar Negeri

1.860 views
beasiswa s3
via berbagai sumber

Kawan Muda, masih ingat kah dengan Raeni, wisudawati terbaik di Universitas Negeri Semarang pada tahun 2014 dan sempat viral karena diantar Ayahnya menggunakan becak sewaktu wisuda?

Lulus dengan IPK 3.96 membuatnya banjir tawaran beasiswa untuk S-2. Waktu itu sudah ada tiga tawaran pasti, yaitu beasiswa Presidential Schoolarship yang memberikan kesempatan Raeni memilih satu dari 50 perguruan tinggi terbaik di dunia, lalu Government Schoolarship untuk kuliah di luar 50 universitas terbaik tersebut, dan beasiswa Bidikmisi S2 dari pemerintah.

Pada akhirnya Raeni memilih untuk melanjutkan S2-nya di University of Birmingham, Inggris, dan lulus pada tahun 2016. Lalu sejak 1 Januari 2017, Raeni tercatat sebagai dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi Konsentrasi Pendidikan Akuntansi, Unnes, Semarang. Tempatnya ia menimba ilmu sewaktu S-1.

Bagi Raeni, sekolah sama dengan investasi. Sekolah setinggi mungkin adalah bekal untuk menghadapi tantang di masa depan.

Beasiswa
via Kompas.com

Proses mendapatkan beasiswa ini tentu tidak mudah. Dalam proses pencarian kampus, Raeni mendaftar di beberapa kampus di berbagai negara. Tetapi setelah berkonsultasi, akhirnya dia memutuskan untuk lanjut di University of Birmingham, tempatnya studi S-2.


BACA JUGA:


Meskipun melanjutkan kuliah di tempat yang sama, Raeni tetap harus melewati proses wawancara dengan calon profesor dan program director S-3. Sayang kampusnya, tidak bisa meng-cover seluruh beasiswa untuk mahasiswa internasional.

Selanjutnya ia mencoba mendaftar Beasiswa Unggulan Dikti dan LPDP untuk dosen. Namun, Raeni belum memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) sehingga ia tidak bisa mendaftar.

Lalu ketika mendaftar beasiswa lanjutan LPDP, ia juga belum diterima karena tidak memenuhi salah satu syaratnya. Sehingga Raeni mencoba lagi di periode berikutnya dan lolos untuk direkomendasikan sebagai penerima beasiswa lanjutan dari magister ke doktoral LPDP pada 19 Januari kemarin, yang jika tidak ada halangan akan berangkat ke Birmingham pada September tahun ini untuk melanjutkan kuliah S3-nya.

umroh
via Kompas.com

Raeni sangat bersyukur sebab melalui pendidikan dan pekerjaannya saat ini ia bisa mengangkat derajat keluarganya. Bahkan mengubah kehidupannya, yang dulu hanya makan dengan kecap, kerupuk, tempe, sesekali dengan telur. Ayahnya pun sudah tidak mengayuh becak, melainkan bekerja di rumah mantan Bupati Kendal. Pada pertengahan Februari lalu pun, Raeni sekeluarga pergi umroh.

Sumber : Kompas.com