Pemuda Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude dan Dapat Tawaran Bekerja Sekaligus S-2 di Luar Negeri. Tapi Ia Pilih Menjadi Kreator dan Membangun Bisnisnya

1.493 views
Wirausaha muda
via Kompas.com

Bagi kalian yang walaupun sudah duduk di bangku kuliah, pasti masih banyak deh yang merasa kalau jurusannya nggak sesuai sama passion kalian. Emang sih sebenarnya udah telat banget kalau duduk di bangku kuliah tapi masih nggak tau mau ke mana atau mau jadi apa. Eits, tapi kalaupun jurusanmu nggak sesuai sama minat dan bakatmu, jangan jadikan alasan kamu untuk dapat ipk pas-pasan loh ya.

Contohlah David Wijaya, sarjana lulusan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Mikroskil, Medan. Hobinya adalah menggambar, namun jurusannya berbeda dengan hobinya tersebut. Meskipun begitu, ini tidak membuat David mau-tidak mau menjalankan kuliahnya. Ia bahkan lulus dengan predikat cumlaude loh!

Sebelum lulus, David sudah direkrut oleh perusahaan yang menginginkan dia bekerja di kantornya. Bahkan menawarkan David untuk dapat melanjutkan kuliah S-2 di luar negeri.

Sewaktu SMA, David iseng-iseng membuka jasa menggambar doodle art. Keisengannya ini berhasil membuatnya mendapatkan 30 buah orderan kartu ucapan hari Ibu. Walaupun tahu, terdapat peluang bisnis di bidang ini, tetapi mengesampingkannya dan fokus untuk berkuliah.

doodle
via Instagram.com/dwskellington

Ketika kamu sudah lulus dari dunia perkuliahan, mungkin kamu akan bingung ke mana kamu harus melanjutkan hidupmu. Jangkan yang belum dapat kerja, yang sudah ditawari perkejaan sebelum lulus aja bingung mau nerima tawaran itu atau melanjutkan hobinya dan mulai dari awal untuk memulai bisnis.


BACA JUGA:


Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya David menolak tawaran tersebut dan fokus dengan hobinya menjadi kreator lokal.

Semuanya dimulai dari nol. Mulai dari memberi nama produknya, membuat akun Instagram khusus jualannya, hingga menawarkan dagangannya ke orang-orang terdekat.

Ketika semuanya sudah siap untuk memulai bisnis ini tentu sebagai pemula yang berkecimpung di dunia bisnis pasti berharap kalau hal ini akan membuat konsumen tertarik. Tapi nyatanya memang tidak semudah yang dibayangkan.

Enam bulan pertama David membuka toko online-nya, sama sekali tidak ada orderan masuk. Ini membuatnya berhemat, seperti tidak makan sewaktu kumpul bersama temannya.

Sebagai anak, tentu kita tidak ingin melihat orangtua kita berpikiran kalau kita tidak dapat diandalkan, kalau kita menyia-nyiakan hal yang menjanjikan untuk sesuatu yang tidak berguna.

David selalu pura-pura sibuk untuk menunjukkan ke orangtuanya bahwa bisnisnya berjalan lancar. Dari mulai berkreasi menggambar sesuai imajinasinya hingga memikirkan produk apa yang harus dia jual untuk mendapatkan konsumen.

Saat ini hasil karyanya sudah diaplikasikan di berbagai media. Doodle art dalam bingkai atau kaus, sarung bantal, kotak berisi doodle art tiga dimensi lengkap dengan hiasan lampu dan musik.

gift
via Instagram.com/dwskellington

Karya-karyanya sangat cocok untuk dijadikan sebagai hadiah ulang tahun, anniversary, atau teman saat lulus menjadi sarjana.

Saat ini omzet David berkisar Rp7 – 10 juta per bulan, dengan rata-rata jumlah pesanan mencapai 100 item.

David mengatakan, sebagai manusia kita harus konsisten dengan apa yang sudah kita pilih. Kita harus tetap menjalani apa yang kita pilih walau terkadang memang tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena ketika kamu buka usaha, tentu banyak sekali cobaannya apa lagi di awal-awal. Di saat itulah, di mana kita sedang diuji.

Sumber : Kompas.com