Orang Tua Wajib Tahu 5 Tanda Dalam Perilaku Anak yang Memiliki Kepribadian Psikopat. Waspadalah!

3.459 views

Memiliki seorang anak yang baik dan berbudi luhur tentu menjadi keinginan setiap orang tua. Anak dididik untuk memiliki perilaku sopan, tata krama yang santun, demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri. Namun sayangnya, setiap orang tua lupa bahwa ada anak yang memiliki sisi buruk, dan dapat menghancurkan kehidupan mereka nantinya. Salah satu sisi buruk tersebut adalah menjadi psikopat.

Tanda seorang anak yang menjadi psikopat sebenarnya sudah dapat dilihat ketika berumur 3 tahun. Ada beberapa perilaku orang tua yang sebenarnya terlihat nggak penting, tapi jika ditiru anak dapat menumbuhkan sisi psikopat tersebut. Alhasil ketika dewasa, mereka tumbuh menjadi seorang psikopat dan tidak ada seorang pun yang mengetahui hal tersebut. Hiii, serem banget, kan?

Nah biar anak nggak menjadi seorang psikopat, atau minimal tidak berperilaku buruk yang merugikan orang lain, yuk kita lihat fakta mengejutkan dari tanda anak psikopat. Dilansir dari Brightside, ini dia:

1. Suka menyiksa binatang

via: brightside.me

Perilaku suka menyiksa binatang adalah salah satu tanda mudah untuk mengenali ciri psikopat sejak dini. Jeffrey Dahmer, salah satu pembunuh berantai yang legendaris di Amerika Serikat, foto masa kecilnya menunjukkan dia sedang mencekik kucing. Sudah gitu dia bisa berwajah tenang dan tersenyum bahagia tanpa merasa bersalah!

Kalau kamu memarahi anakmu dan bilang bahwa perilaku memukul atau menarik ekor anjing, kucing, dan hewan lainnya tidak baik, lalu dia mendengarkan dan menurut akan omonganmu, berarti kamu nggak perlu khawatir. Tetapi kalau anakmu masih tetap mengulangi hal yang sama, dan bahkan bertindak lebih parah, maka kamu perlu waspada dan turun tangan. Seseorang yang psikopat cenderung untuk mengekspresikan kemarahan mereka melalui penyiksaan terhadap hewan. Saking eratnya koneksi antara pembunuh berantai dan penyiksaan hewan, FBI bahkan sampai memeriksa kasus penyiksaan hewan dalam setiap catatan kriminal di Amerika Serikat, lho!

2. Enuresis

via: brightside.me

Enuresis atau kebiasaan sering mengompol merupakan hal yang normal bagi anak kecil, dan tidak ada jaminan 100% bahwa “pengompol” akan menjadi psikopat ketika dewasa. Tapi sebenarnya sering mengompol ini bisa jadi pemicu munculnya tanda psikopat, karena sering mengompol merupakan hal yang memalukan. Sudah gitu, mereka yang sering mengompol akan sering diomeli dan tidak jarang, dipukul oleh orang tuanya. Sehingga nanti akan membuat anak merasa marah dan tersinggung setiap kali mengompol. Dan akhirnya, memicu mereka untuk melakukan tindakan ekstrim seperti bermain api, menyiksa binatang, dsb.

Salah satu fakta mengejutkan adalah Andrei Chikatilo yang dulunya sering mengompol. Ibunya selalu memukul setiap kali dia mengompol, akibatnya adalah setiap kali ada anak yang di pukul oleh orang tuanya, dia akan senang dan menikmati hal tersebut. Ketika dewasa, Andrei Chikatilo adalah pembunuh beruntun terparah di Uni Soviet pada pertengahan tahun 1978-1990, dengan total 52 orang yang dibunuh.

3. Melanggar peraturan

via: wp.com

Setiap anak sewaktu kecil pasti pernah melanggar peraturan, mulai dari sering terlambat sekolah, memecahkan gelas secara tidak sengaja, dsb. Bagi seorang anak normal mereka cenderung takut jika melanggar peraturan, dan tidak akan mengulanginya lagi. Atau biasanya mereka akan berbohong untuk menutupi hal tersebut, karena takut akan dimarahi oleh orang tua. Tapi anak dengan tanda psikopat dalam dirinya akan merasakan hal yang berbeda, mereka akan senang dan merasakan excitement setiap kali melanggar peraturan.

Hal yang sama juga bisa diterapkan untuk tindakan mencuri. Lord Voldemort, karakter dalam Harry Potter juga sering mencuri saat kecil, karena dia senang ketika mengambil suatu hal yang berharga bagi orang lain. Ketika dewasa, Lord Voldemort tumbuh menjadi seorang penyihir terjahat dalam sejarah persihiran dunia. David Berkowitz, pembunuh beruntun di Amerika Serikat dulunya juga merupakan anak sering mencuri, bermain api, bahkan menyiksa binatang!

4. Berbohong tanpa merasa bersalah

via: tvdigital.de

Sejak kecil anak diajari oleh orang tuanya untuk tidak berbohong. Kejujuran menjadi hal penting yang dibutuhkan untuk membentuk karakter anak hingga dewasa. Jika seorang anak berbohong, maka besar kemungkinan dia akan berusaha menutupi karena takut akan dimarahi atau dihukum. Tetapi kalau anak menjadi sering berbohong tanpa merasa bersalah, maka kamu harus waspada.

Contoh dalam cerita fiksi adalah Letty Raines, karakter utama dalam serial TV Amerika Serikat Good Behavior. Dia merupakan seorang pembohong ulung dan pencuri, dan sudah melakukan hal tersebut sejak SD. Dia mampu berbohong dengan mudah mengenai pekerjaan dan kehidupannya, mulai dari mengaku sebagai guru SD hingga miliader kaya. Menurut dia perasaan senang, bangga, serta excited karena berhasil melakukan tindakan buruk membuat dia sulit untuk melepaskan dan memilih terus melakukan hal tersebut hingga dewasa.

Seorang anak yang memiliki tendensi untuk menjadi psikopat cenderung akan sering berbohong, dan merasa bangga serta cerdas jika orang lain percaya akan kebohongan mereka. Tetapi jika anak kebohongan tersebut terbongkar, mereka akan marah dan bahkan histeris, parahnya lagi emosi yang mereka tunjukkan tersebut merupakan bagian dari tindakan manipulatif. Agar nggak salah diagnosa, ada baiknya untuk mengajak anak mengunjungi psikiater atau psikolog demi tahu perkembangan mental yang sebenarnya.

5. Bullying

via: brightside.me

Tindakan bullying merupakan hal tidak baik karena merupakan bakal tumbuhnya jiwa kekerasan dalam diri. Memang seorang bully bukan berarti nantinya mereka akan menjadi psikopat di masa depan. Tapi satu hal yang kamu harus tahu, seorang anak yang psikopat melakukan bullying bukan untuk mencari perhatian, tapi demi kesenangan mereka sendiri. Banyak anak yang melakukan bullying simply because they want power, or attention. Tapi dalam kasus anak psikopat, seseorang yang tersiksa akan membuat mereka lebih bahagia, sehingga mereka akan melakukan hal tersebut lagi dan lagi.

Fakta mengejutkan lainnya adalah pembunuh anak yang terkenal, Jon Venables dan Robert Thompson, merupakan anak yang sudah sering mengincar anak kecil untuk dijadikan korban penyiksaan bagi mereka. James Bulger, korban mereka disiksa lebih dahulu sebelum akhirnya dia tertabrak oleh kereta.

Tanda-tanda diatas belum tentu dapat membuat seorang anak memiliki sisi psikopat dalam diri mereka, namun bersikap waspada menjadi hal yang patut kita miliki demi tumbuh kembang anak. Ada baiknya untuk tetap berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog, dan selalu curahkan kasih sayang dan perhatian kepada anak. Oke, Kawan Muda?