Mengharukan! Beginilah Kisah Inspiratif Seorang Driver GO-JEK yang Menghidupi 126 Santrinya

Buat kamu yang sering mengeluh dengan gaji kecil yang kamu terima tiap bulannya, malulah dengan sosok Endang Irawan. Beliau merupakan sosok inspiratif yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini karena ketulusannya bekerja untuk menghidupi ke-126 anak santri yang diasuhnya.

Pondok yang diasuh Pak Endang ini, bernama Pondok Pesantren Nurul Iman. Pondok pesantren tersebut, ternyata telah berdiri sejak 12 tahun yang lalu. Perjuangannya membesarkan pondok pesantren tersebut diakuinya tak mudah. Ia yang dulunya bekerja di luar Pulau Jawa, bahkan bercerita kalau beliau sampai mencari nafka dihampir semua pulau besar yang ada di Indonesia.

Merasa memiliki tanggung jawab yang berat terhadap santri Рsantrinya tersebut, Pak Endang akhirnya kembali dan memilih untuk bekerja sebagai driver GO-JEK. Sebelumnya, ia yang bekerja sebagai mekanik elektri merasa, bahwa dengan rentan waktu 8 bulan sekali yang ia miliki untuk pulang, membuatnya tak bisa mengawasi para santri dengan lebih baik.

via: kumparan.com

BACA JUGA:


Tidak sia – sia, kini pondok pesantren Pak Endang berhasil mencetak santri penghafal Al-Quran di tingkat provinsi loh. Dengan menanggung tanggu jawab yang besar, Pak Endang selalu minta didoakan untuk sehat. Alasannya karena ia khawatir dengan nasib anak didiknya jika ia jatuh sakit.

Tak sekedar menafkai anak yatim yang ada di pondok pesantrennya, Pak Endang juga sering memberikan uang saku untuk para santrinya loh. Meski tak banyak, ia tertawa saat menceritakan kisah anak santrinya yang katanya memborong habis jualan yang masuk ke pondoknya.

Dengan semangat optimis yang Pak Endang miliki, ia mengaku selalu percaya dengan rezeki Tuhan yang tak akan perna salah. Mengingat banyaknya perut yang perlu ia isi, pak Endang ternyata tak pernah memilih – milih orderan yang masuk.

Satu lagi yang perlu kita contoh dari sosok beliau adalah keuletannya dalam bekerja. Pak Endang mulai keluar mencari nafkah saat subuh dan baru kembali malam hari atau saat ia merasa tak enak badan.

Jadi gimana? Kamu harusnya lebih percaya, kalau rezekimu itu udah diatur sama Yang di Atas.

Ssumber: Kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *