Pantang mengemis, Mbah Karduyun tetap jalankan usaha cukur rambut meski pelanggan makin surut.

1.678 views
via: regional.liputan6.com

Beberapa waktu lalu, sebuah reality show di salah satu stasiun TV swasta mengulik kehidupan tukang cukur rambut asal Kota Cirebon. Yang membuat tukang cukur rambut ini begitu istimewa adalah diusianya yang hampir menginjak kepala sembilan, dia masih semangat menanti pelanggan yang datang meski kadang dalam satu minggu hanya ada satu pelanggan yang datang!

Dengan bermodalkan meja cukur yang hampir rapuh, beragam gunting cukur kodok, dan air sabun yang disimpan dalam botol plastik, tukang cukur rambut yang akrab disapa Mbah Karduyun ini semangat menjalankan “salon” miliknya yang dijuluki “DPR” (di bawah pohon rindang) oleh warga sekitar.

via: regional.liputan6.com

Sehari-harinya, Mbah Karduyun ditemani oleh sang istri, Masniah, yang juga berjualan nasi lengko khas Pantura. Pasangan suami istri yang sudah senja ini tak kenal lelah mencari rezeki dan menolak mengemis meski pelanggan yang datang tak menentu.

“Kadang satu minggu hanya satu pelanggan yang datang minta saya cukur rambutnya. Sering sekali sepi apalagi pelanggan tetap saya banyak yang sudah meninggal,” ujar Mbah Karduyun. Ya, sudah lebih dari setengah abad dia menjadi tukang cukur rambut.

via: regional.liputan6.com

Sebelum salon modern dan barber shop menjamur, jasa tukang cukur rambut Mbah Karduyun bisa dibilang laris manis. Mbah Karduyun memang selalu memberikan pelayanan terbaik dan terkenal ramah di mata para pelanggannya.

Bahkan, pelanggan rela lho mengantre biar rambutnya bisa dicukur Mbah Karduyun. Pelanggan Mbah Karduyun pun sebagian besar adalah serdadu Belanda dan Jepang. Kini, di usianya yang sudah senja dan di tengah gempuran modernisasi, Mbah Karduyun selalu mensyukuri berapa pun uang yang dia dapat dari mencukur rambut.

via: barbershop-graz.at

“Berdagang itu lebih terhormat dibandingkan meminta-minta. Kalau tidak dapat ya disyukuri saja,” kata Mbah Karduyun.

Usia senja tidak menjadi alasan bagi Mbah Karduyun untuk bermalas-malasan. Semangat beliau malah tak pernah luntur dan masih sama seperti masih muda dulu. Ya, hanya penampilannya saja yang mungkin tak sesegar dan sekuat dulu.

via: regional.liputan6.com

Nah, semangat Mbah Karduyun patut kita contoh, Kawan Muda. Jangan sampai waktu muda kita terbuang sia-sia hanya untuk bermalas-malasan!

Sumber: Liputan6.com