Beroperasi Setahun Lagi, Perempuan-Perempuan Muda Ini Sudah Siap untuk Menjadi Masinis Pertama yang Menjalankan MRT!

1.315 views
mrt
via detik.com

Mass Rapid Transit (MRT) adalah transportasi masal publik berkelas dunia. MRT akan mulai beroperasi pada Maret 2019 di Jakarta yang akan menjadi MRT pertama di Indonesia. Peletakan batu pertama pada pembuatan MRT dimulai pada 10 Oktober 2013. Saat ini pembangunan jalurnya sudah mencapai 90%. Bahkan PT MRT Jakarta sudah mendatangkan 12 unit Kereta MRT di Depo Lebak Bulus.

Supaya MRT berjalan dengan baik, tentunya kita tidak hanya mengandalkan keretanya saja. Operasional dan sumber daya manusianya pun juga dibutuhkan, seperti masinisnya untuk menjalankan MRTnya.

Bagi masyarakat Indonesia, masinis kereta biasanya adalah laki-laki. Sehingga beberapa orang akan meng-underestimate perempuan. Tapi kalian tahu nggak sih, kalau masinis MRT ada yang perempuan loh, Kawan Muda!

Dari 41 calon masinis MRT Jakarta, 6 di antaranya adalah perempuan umurnya pun masih terbilang muda di bawah 25 tahun. Yuk kita kenalan sama tiga di antaranya. Ada Indri Yulia Erlanita (23), Nidya Laras (22), dan Tiara Alincia Fitri (21).

MRT
Via Instagram.com/tiaralincia

Tiara, calon masinis termuda di MRT adalah lulusan dari Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) di Madiun yang lulus pada bulan Agustus 2017. Perempuan yang memiliki hobi traveling ini tidak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang masinis. Bahkan saat mendapatkan posisi ini, Tiara sempat grogi dan tidak yakin. Namun menurutnya pihak MRT Jakarta saja percaya kepada Tiara, masa iya dia tidak percaya dengan kemampuannya sendiri?


BACA JUGA :


Masinis MRT
Via detik.com

Selanjutnya ada Laras. Ia lulusan dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi angkatan ke-34. Laras adalah satu dari enam orang yang berasal dari sekolahnya yang mendaftar pada saat perekrutan. Laras sangat bersemangat saat mengetahuin dirinya diterima menjadi masinis perempuan MRT pertama. Ditambah lagi dukungan dari keluarganya yang menambah semangatnya.

Baginya, saat ini tantang terbesar adalah mengubah mindset masyarakat yang selalu menganggap bahwa masinis adalah laki-laki. Padahal di negara lain, masinis banyak sekali perempuan.

masinis perempuan
Via Instagram.com/indriyulia_erlanita

Satu lagi ada Indri Yulia Erlanita. Ia juga lulusan STTD Bekasi angkatan 35. Ia berasal dari Lampung. Dia pernah membaca bahwa transportasi yang baik adalah yang mampu membawa banyak orang. Ia tidak pernah berpikir untuk menjadi masinis, terlebih lagi belum ada sejarah masinis perempuan di Indonesia.

ia diinterview oleh pihak MRT untuk menjadi masinis permepuan, ia sempat mempertanyakannya, “apakah mungkin menjadi masinis perempuan di Indonesia?”, namun jawaban yang mengagumkan dari pihak MRT membuatnya yakin “dengan sistem belajar yang sama, sertifikasi yang sama, pasti perempuan dan laki-laki akan sama mampunya.”

Untuk menjadi masinis pertama tentu bukanlah hal yang mudah. Para calon masinis ini terlebih dulu dilatih di Malaysia, karena sistemnya yang mirip dengan yang akan diterapkan di Indonesia. Bahkan saat latihan, mereka harus mampu mengangkat beban seberat 40 kilogram.

Sumber : Berbagai sumber