Mahasiswa Doktoral Ini Menderita Penyakit Otak Mematikan, Permintaan Terakhirnya Bikin Trenyuh :(

834 views
kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

Bagaimana perasaan Kawan Muda jika kamu tiba-tiba didiagnosis penyakit mematikan, di usiamu yang masih separuh abad? Hal ini tentu membuatmu shock dan tidak percaya. Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa di usia semuda ini dan kenapa harus sekarang? Takut, sedih, dan kalut, wajar jika kamu merasa demikian. Namun tidak dengan  Lou Tao, mahasiswi doktoral di Peking University.

Setelah didiagnosis menderita penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau lebih dikenal dengan nama Penyakit Lou Gehrig pada Oktober 2015 lalu, Lou Tao ikhlas jika dirinya harus pergi dan sebagai permintaan terakhir, dia ingin mendonasikan otaknya untuk penelitian penyakit ALS dan organ tubuh lainnya untuk mereka yang membutuhkan.

kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

Permintaan terakhir Lou Tao tentu membuat siapa pun yang mendengarnya tersentuh. Bagaimana tidak, sungguh mulia sekali hati perempuan 29 tahun ini. Dan pada tanggal 9 Oktober lalu permintan Lou Tao akhirnya dikabulkan kedua orangtuanya.


BACA JUGA:


Lou Tao pertama kali mengalami gejala ALS pada Agustus 2015 lalu. Saat itu dia merasa fisiknya begitu lemah. Dua bulan kemudian, tepatnya di bulan Oktober, Lou Tao tak bisa menggerakkan jari kakinya. Dia pun langsung menjalani beberapa tes dan pada bulan Januari 2016 dia didiagnosis menderita ALS.

kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

Meskipun dirawat di ruang perawatan intensif, kandidat doktoral di bidang sejarah tersebut tak pernah menyerah dalam studinya. Ya, selama dirawat dia telah mendengarkan lebih dari 60 buku. Pada suatu hari, dalam keadaan sadar dan sehat (dan telah ikhlas menerima kematiannya), Lou menulis surat wasiatnya.

“Setelah aku pergi, aku ingin mendonasikan “kepala-ku” untuk penelitian penyakit ini. Aku berharap penyakit motor neuron bisa segera diatasi agar penderitanya tak merasakan sakit lagi. Selain itu, tolong kabulkan permintaan terakhirku ini: aku juga ingin menyumbangkan organ tubuhku yang lain untuk pasien yang membutuhkan, selama itu bisa menyelamatkan hidup mereka…”

kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

Lou juga berpesan, dia tak menginginkan pemakaman. Dia ingin tubuhnya dikremasi dan abunya disebarkan di Sungai Yangtze. Dia ingin pergi dengan tenang, tanpa jejak, seakan-akan dia tidak pernah ada di dunia ini.

Kisah Lou ini telah menyentuh hati banyak orang di Tiongkok. Mereka berbondong-bondong mengumpulkan donasi untuk perawatan Lou Tao dan berharap ada kejaiban sehingga Lou Tao bisa kembali sehat.

kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

ALS adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang berdampak pada sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Dari otak, motor neuron mencapai sumsum tulang belakang kemudian ke otot di seluruh tubuh. Degenerasi progresif dari motor neuron pada ALS akhirnya mengantarkan penderitanya kepada kematian.

penyakit lou gehrig
via: stemcellmedicare.com

Ketika motor neuron mati, kemampuan otak untuk memulai dan mengontrol pergerakan otot pun hilang. Pada tahap akhir dari penyakit ini, pasien dapat menjadi lumpuh total. Meskipun orang yang menderita penyakit ini masih bisa panjang umur, kemungkinannya sangat kecil sekitar 5% saja.

penyakit lou gehrig
via: giostar.com

Penyakit ini juga belum ada obatnya, tapi penderita ALS bisa mengonsumsi obat Riluzole yang bisa meringankan gejala dan memperlambat pengembangan penyakit tersebut.

kisah mengharukan
via: woldofbuzz.com

“Makna hidup tidak ditentukan oleh seberapa lama kita hidup di dunia; sebaliknya, makna hidup  diukur dari bagaimana kualitas kita saat menjalani kehidupan di dunia.” –Lou Tao.

Sumber: World of Buzz