Dibuang orang tuanya karena buruk rupa, beginilah cara pemuda ini balas dendam pada dunia!

Kita semua tahu bahwa keluarga adalah tempat berlindung dari segala macam bahaya yang mengancam. Dalam dekapan orangtua kita bisa merasakan ketenangan, rasa aman, dan hangatnya kasih sayang.

Tapi, bagaimana jika orang tua tega “membuang” anaknya gara-gara mereka tak bisa menerima kekurangannya? Sulit memang membayangkan hal tersebut, tapi inilah kisah tragis yang dialami oleh pemuda asal Inggris, Jono Lancaster.


BACA JUGA : Hebat! Dulu di-bully, kini Ayu Gani jadi model sukses dan berkarir di Inggris!


Segera setelah dilahirkan, orangtua Jono menolak untuk merawatnya karena dia dianggap memiliki paras yang buruk rupa. Ya, Jono menderita Sindrom Treacher Collins, sebuah kelainan genetik langka yang membuat tulang wajahnya tak berkembang secara sempurna.

Tapi, Kita Muda salut banget dengan Jono yang berhasil melalui semua ini. Bahkan Jono mampu menginspirasi penderita Sindrom Treacher Collins lainnya untuk terus bangkit. Penasaran bagaimana Jono bisa bangkit dan menginspirasi banyak orang?

Sudah lebih dari 30 tahun Jono hidup dengan kelainan genetik langka Sindrom Treacher Collins. Banyak hal telah dilalui olehnya dalam rentang waktu tersebut.

via: lifebuzz.com

Penyakit ini membuat Jono memiliki mata yang miring ke bawah, telinga yang kecil dan tak normal, dan terdapat lubang di bawah kelopak mata.

via: lifebuzz.com

Orangtuanya menolak untuk merawat dan tega menelantarkan Jono sehari setelah dirinya dilahirkan.

via: lifebuzz.com

Meskipun dibuang, Jono luar biasa beruntung. Umumnya, orang dengan penyakit ini harus melewati 80 kali operasi terpisah sepanjang hidup mereka untuk mendapatkan bentuk wajah yang “nyaman.”

via: lifebuzz.com

Tak hanya itu, banyak orang baik di luar sana yang mau peduli padanya. Salah satunya Jane Lancaster yang kemudian mengadopsi Jono. Berkat Jane, Jono bisa merasakan kehidupan yang layak dan normal.

via: lifebuzz.com

Ya, walaupun sangat sulit baginya untuk benar-benar hidup normal seperti anak-anak pada umumnya.

via: lifebuzz.com

Jono pun mengalami masa-masa sulit di sekolah. Teman-temannya selalu membuang muka ketika berpapasan. Bahkan, ada yang takut tertular penyakit serupa jika berada di dekatnya.  

via: lifebuzz.com

Karena tak ingin membuat Jane bersedih, Jono berusaha untuk sabar dan bertahan. Namun tak berlangsung lama karena dirinya memutuskan untuk “memberontak” saat remaja.

via: lifebuzz.com

Menyadari bahwa memberontak atau marah terhadap kondisinya tak akan merubah apa pun, Jono berusaha untuk memperbaiki hidupnya.

via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com

Dia sempat bekerja di sebuah bar, tapi tak berlangsung lama. Setelah meraih gelar diploma di bidang olahraga, Jono melamar menjadi instruktur fitness. Pekerjaan ini membuat Jono semakin percaya diri. Tak hanya itu, dia juga bertemu dengan Laura Richardson yang kemudian menjadi istrinya.

via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com

Sekarang, Jono menjadi seorang guru sekaligus motivator yang mengedukasi semua orang tentang Sindrom Treacher Collins. Jono tak segan berkeliling ke banyak negara untuk menginspirasi mereka yang memiliki kondisi serupa.

via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com

Bersama organisasi Love Me, Love My Face Foundation, Jono berhasil mengumpulkan banyak dana untuk membantu mereka yang terkena Sindrom Treacher Collins.

via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com

Jono pun diundang untuk wawancara khusus dengan BBC, lho! Keren, kan?!

via: lifebuzz.com

“Saya ingin anak-anak seperti saya bisa tetap percaya diri. Semua hal bisa mereka capai meskipun dengan kondisi yang tak sempurna, itu yang ingin saya tekankan.

via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com
via: lifebuzz.com

Tak ada seorang pun atau apa pun yang bisa menghalangimu untuk sukses atau meraih cita-cita. Setuju kan, Kawan Muda?

via: lifebuzz.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *