Berpisah dengan Suami, 6 Single Mom Ini Buktikan Bisa Jadi Tulang Punggung Keluarga. Kerja Kasar pun Dijabanin, Salut!

4.984 views
via: boombastis.com

Tak ada satu pun perempuan yang ingin menjadi janda. Perempuan mana pun tentu ingin mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Namun, hidup ini kadang sukar ditebak. Sebaik apa pun kamu merencanakannya, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada hidup ke depannya. Hal tersebut juga berlaku dalam pernikahan.

Menjadi janda mungkin tampak seperti mimpi buruk di mata sebagian besar perempuan. Ya, entah mengapa status janda selalu identik dengan hal-hal yang berbau negatif, mulai dari perempuan lemah yang enggak bisa apa-apa hingga perempuan genit. Padahal, enggak semua perempuan berstatus janda seperti itu! Ini hanyalah pandangan yang luar biasa salah kaprah!

Di luar sana, banyak kok perempuan berstatus janda yang mampu membangun hidup mereka. Yup, selain menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, mereka juga menjadi sosok ayah yang kuat dan bahkan enggak malu lho jadi pekerja kasar. Enggak percaya? Simak yuk ulasan Kita Muda tentang single mom ‘perkasa’ berikut ini.

1. Mengalami KDRT, Rukha harus rela bercerai dari suaminya. Karena dapur harus terus mengepul, pekerjaan menjadi sopit truk sembako pun dijalaninya.

via: boombastis.com

Rukhayati, atau yang akrab dipanggil Rukha, menjadi janda di usia yang sangat muda. Semenjak mengalami KDRT, dia berpisah dengan sang suami dan hingga kini masih trauma dengan pernikahan.

Perempuan asal Sumatera Selatan itu sempat mengalami masa-masa sulit, tapi dia berhasil bangkit dan bahkan mampu menghidupi diri sendiri dengan menjadi sopir truk sembako. Meskipun berprofesi sebagai sopir truk, Rukha mengaku bahwa dirinya tak pernah malu dengan statusnya.

2. Berpisah dengan suami tak membuat Jarmini terus-menerus meratap. Demi menghidupi kedua anaknya, dia tak protes meski harus menjadi kuli bangunan sekalipun!

via: boombastis.com

Selama badan masih sehat, Jarmini merasa oke-oke saja jika dirinya harus menjalani pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh para pria tersebut. Menjadi kuli bangunan memang tak mudah, tapi kedua buah hati adalah penyemangatnya.

Jarmini tak ingin anak-anaknya putus sekolah.  Ya, meskipun dia harus menelan pil pahit lainnya saat digoda oleh teman-teman kuli bangunan lain yang rata-rata memang laki-laki.


BACA JUGA:


3. Ade Indrawati rela bekerja tanpa henti sebagai driver online demi menghidupi ketiga buah hatinya.

via: boombastis.com

Setelah dikhianati sang suami, perempuan 48 tahun ini harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhannya dan ketiga anaknya. Keberadaan ojek dan taksi online sungguh memudahkan Ade Indrawati dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Ya, dia rela bekerja siang-malam menjadi driver ojek maupun taksi online. Bahkan demi membahagiakan ketiga anaknya saat lebaran, dia jarang pulang ke rumah demi mengejar promo.

4. Selanjutnya ada Nur Fatmawati, janda berusia 33 tahun yang berprofesi sebagai sopir truk cabe.

via: boombastis.com

Menempuh perjalanan Banyuwangi—Situbondo, Mataram, dan bahkan Palembang adalah hal yang biasa bagi Nur Fatmawati.

Meskipun risiko menjadi sopir truk sangat besar, apalagi menempuh jarak yang jauh dan membawa muatan cabe, Nur Fatmawati malah bangga karena semua ini dilakukan untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil.

5. Berkat dukungan dari delapan anaknya, Syarifah Firdaus mantap melanjutkan profesinya sebagai sopir dump truck.

via: boombastis.com

Mengendarai truk sambil membawa muatan tanah dan pergi dari satu kota ke kota lain sudah menjadi pekerjaan sehari-hari Syarifah Firdaus. Ketika ditanya apakah dirinya malu menjadi seorang sopir truk, tak sedikit pun kekecewaan tergambar di wajahnya.

Bahkan dia menjawab dengan tegas bahwa dirinya bangga, apalagi kedelapan anaknya mengizinkan dan ikut bangga dengan pekerjaan yang dijalani ibunya. Inilah yang menjadi penyemangat Syarifah Firdaus.

6. Karena ketiga anaknya lumpuh, Riatun harus kerja keras banting tulang menjadi buruh tani untuk menghidupi ketiganya.

via: boombastis.com

Tak ada suami dan ketiga anaknya yang lumpuh sangat membutuhkan perhatiannya, inilah yang membuat Riatun tak pantang menyerah dalam menjalani profesinya sebagai buruh tani.

Uangnya memang tak cukup untuk membawa ketiga anaknya ke rumah sakit, tapi dia tak pernah menelantarkan anak-anaknya. Sebisa mungkin dia merawat ketiga anaknya, sembari mencari uang dengan menjadi buruh tani.

Kisah 6 perempuan yang menjadi orang tua tunggal di atas seakan menepis stigma yang mengatakan bahwa ‘janda’ adalah sosok yang lemah atau hanya bisa menggoda suami orang.

Lihatlah single dan super mom di atas. Meski sendiri dan menjalani pekerjaan kasar, mereka tak pernah mengeluh atau menggantungkan diri pada orang lain.

Benar-benar menginspirasi, ya! Semoga kisah ibu-ibu perkasa di atas bisa jadi panutan ya buat kita semua  😉

Sumber: Boombastis