Selama ini kalau berurusan dengan hal-hal legal, pasti kita perlu membubuhkan tanda tangan diatas materai, kan? Nah, Materai adalah suatu pajak yang dikenakan untuk suatu dokumen agar dapat memberikan nilai hukum, sehingga nantinya dapat berubah menjadi surat berharga. Di Indonesia, kita mengenal dua jenis materai, yaitu materai 3000 dan 6000. Apa sih sebenarnya perbedaan dari dua materai ini?

Menurut Pasal 2 ayat 1 – 4 UU no. 13 tahun 1985, suatu dokumen dapat dikatakan harus menggunakan materai apabila:

  • a. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata
  • b. Akta-akta notaris termasuk salinannya
  • c. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap-rangkapnya
  • d. Surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp 1.000.000:
    1) Yang menyebutkan penerimaan uang
    2) Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank
    3) Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank
    4) Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan
  • e. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep, dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp 1.000.000
  • f. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp.1.000.000.

Selain itu, berdasarkan ayat 2 dalam pasal 2 tersebut, dikatakan bahwa dokumen yang tercantum dalam ayat 1 baik poin a, b, c, d, e, dan f, dikenakan materai sebesar 1.000. Sedangkan berdasarkan ayat 4, dokumen yang memiliki harga nominal lebih dari Rp 100.000 tetapi tidak lebih dari Rp 1.000, dikenakan materai tarif Rp 500, dan apabila nominalnya tidak lebih dari Rp 100.000 maka tidak terhutang materai.

Bingung ya? Gini, secara keseluruhan sih, materai 6.000 lebih digunakan untuk dokumen yang nilainya lebih dari Rp 1.000.000, seperti akta notaris, akta tanah,atau  surat perjanjian. Sedangkan materai 3.000 digunakan untuk dokumen yang bernilai Rp 250.000 sampai 1.000.000. Tapi untuk dokumen yang bernilai kurang dari Rp 250.000 tidak harus memakai materai.

via: blogspot.com

Gitu Kawan Muda! Sudah mengerti kan, cara menggunakan materai gimana? Jadi kalau beli di fotokopian nggak usah bingung lagi, ya! Asal tahu nilai dari dokumenmu, kamu sudah tahu harus menggunakan materai nilai apa. Oke, Kawan Muda?

Via : Brilio.net