Apa yang Akan Terjadi Pada Tubuhmu Ketika Berada di Luar Angkasa? 7 Hal Unik Ini Dapat Menjawab Pertanyaan dan Rasa Penasaranmu

Kawan Muda, pernah nggak ketika kamu kecil membayangkan bagaimana rasanya berada di luar angkasa? Dikelilingi bintang-bintang dan mempelajari luar angkasa pasti menyenangkan untuk dijadikan cita-cita. Apalagi kalau melihat film tentang luar angkasa, rasanya jadi semakin ingin merasakan hidup di luar bumi kan?

Nah tapi kalian pernah nggak sih membayangkan rasanya tinggal di luar angkasa? Apa yang tubuh kita akan alami begitu kita di luar angkasa? Pasti kalian penasaran dan mencoba membayangkannya. FYI nih, karena di luar angkasa nggak ada oksigen dan gravitasi, jadi tubuh kita akan otomatis berbeda kondisinya daripada saat di bumi. Apa saja ya kira-kira yang akan kita alami kalau di luar angkasa? Yuk, kita lihat:

1. Penglihatan akan terganggu

via: brightside.me

Istilah Visual Impairment Intracranial Pressure Syndrome (VIIP) adalah syndrome untuk mendefinisikan kondisi penglihatan seorang astronot setelah sekian lama berada di luar angkasa. NASA sendiri telah melakukan penelitian untuk membicarakan masalah tersebut, dan ternyata belum ada penyebab khusus dari berkurangnya penglihatan seorang astronot. Bahkan nih, misi penerbangan ke Mars sedang dipertanyakan akibat adanya syndrome penglihatan tadi.

2. Kamu akan bertambah tinggi sedikit

via: brightside.me

Ajaib kan? Tapi ini memang benar terjadi, lho! Bertambahnya tinggi badan disebabkan oleh hilangnya daya gravitasi yang menekan tulang belakang, akibatnya banyak astronot ketika di luar negeri bertambah tinggi karena hal ini. Tapi ketika kembali ke bumi, astronot tadi akan kembali ke tinggi aslinya karena tubuhnya kembali menyesuaikan dengan daya gravitasi bumi.

3. Kuku kamu akan lepas dari jari

via: brightside.me

Penelitian menunjukkan bahwa ketika di luar angkasa, kuku lepas dari jari karena ada tekanan yang besar dalam desain sarung tangan pada baju khusus astronot. Sekitar 22 astronot melaporkan telah kehilangan kuku mereka ketika melakukan perjalanan ke International Space Station. Hmm….berarti desain sarung tangannya yang harus diperbaiki, nih!

4. Bermasalah dengan cairan tubuh

via: brightside.me

Tidak adanya gravitasi bumi bukan hanya berpengaruh terhadap tinggi tubuh, tapi juga cairan tubuhmu. Akibat gravitasi aliran darah dapat mengalir turun ke seluruh bagian tubuh, tetapi ketika tidak ada gravitasi maka yang terjadi adalah aliran darah mengalir menuju kepala. Inilah salah satu penyebab kenapa banyak astronot yang bentuk kepalanya menjadi lebih “bulat” ketika kembali ke bumi.

5. Berubahnya fungsi dan bentuk jantung

via: brightside.me

Peracaya atau nggak, jantung termasuk salah satu organ yang memiliki banyak perubahan ketika berada di luar angkasa. Darah yang dipompa oleh jantung menjadi lebih sedikit, dan mengubah bentuknya menjadi lebih bulat. Penelitian mengenai jantung di luar angkasa ini dapat membantuk untuk menghindari masalah jantung tidak hanya bagi masyarakat bumi, namun untuk mereka yang di luar bumi nantinya.

 6. Otot tubuh menjadi lebih lemah

via: brightside.me

Kalau kamu menjadi astronot di luar negeri, kamu nggak bisa hanya tidur-tidur dan berdiam diri terus menerus. Tapi kalian harus bergerak! Seorang astronot ketika di luar angkasa akan mengalami suatu kondisi bernama atrophy. Atrophy ini merupakan kondisi ketika otot atau bagian tubuh lainnya mengecil dari ukuran sebenarnya. Nah atrophy akan membuat lemah otot dan tulang setelah sekian lama berada di luar angkasa. Jadi, untuk mengatasi ini mereka harus berolahraga setiap harinya.

7. Bagian dalam telinga akan berhenti berperan sebagai accelerometer

via: brightside.me

Bagian dalam telinga manusia memiliki peran sebagai accelerometer, yaitu fungsi yang membantu manusia untuk menyeimbangkan apabila ada perubahan orientasi. Nah fungsi ini berguna banget untuk membantu kita agar tidak sakit telinga, tetapi di luar negeri fungsi ini nggak bisa digunakan. Ketika di luar negeri, accelerometer ini “pecah” dan membuat astronot mengalami motion sickness selama 1 atau 2 hari di luar angkasa. Duh, serem banget!

Nah gimana Kawan Muda, masih ingin untuk menjadi astronot? Kalau iya nggak apa-apa Kawan Muda, asal jangan lupa untuk risikonya, ya!

sumber: brightside

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *