Amstirdam Coffee: Pelopor Konservasi Energi untuk Kedai Kopi di Malang Melalui Gerakan Mematikan Lampu Bersama Komunitas Earth Hour

932 views

Kondisi bumi saat ini semakin memburuk akibat perilaku manusia dalam memperlakukan bumi dengan semena-mena. Berbagai tindakan seperti penebangan hutan, perusakan konservasi pantai, hingga pembuatan rumah kaca menjadikan bumi saat ini mengalami perubahan iklim. Sehingga berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim tersebut, salah satunya adalah melalui Earth Hour.

Earth Hour sendiri merupakan sebuah gerakan yang mengajak masyarakat dunia untuk mematikan lampu listrik sejenak selama 1 jam, dimulai pukul 20.30 hingga 21.30. Gerakan yang digagas oleh WWF ini biasanya dilakukan pada hari tertentu di akhir bulan Maret, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bumi saat ini. Sejak pertama kali dilakukan di Sydney, Earth Hour sudah menarik banyak negara di dunia untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut, salah satunya di Indonesia.

Foto: Kitamuda / MyBite

Pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 kemarin, merupakan hari Earth Hour yang dilakukan di seluruh dunia. Beberapa kota besar di Indonesia pun turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut, salah satunya adalah Malang. Beberapa pusat hiburan di Malang pun turut berpartisipasi dalam gerakan Earth Hour ini. Mengusung slogan #NGALAMPETENGAN2018, acara ini berhasil menarik banyak kalangan untuk terlibat dalam gerakan Earth Hour.

Namun yang menarik kali ini ketika beberapa Kafe di Malang turut berpartisipasi dalam gerakan Earth Hour tersebut. Salah satu Kafe yang mendapat sorotan adalah Amstirdam Coffee. Kita Muda berhasil mewawancarai pemilik Amstirdam Coffee, yaitu Mas Raja. Menurut Raja, dia tertarik untuk mengikuti gerakan Earth Hour karena sejak awal mereka sudah tertarik untuk men-support lingkungan, sesuai dengan visi dan misi penggunaan paperless yang diusung oleh Amstirdam Coffee.

Foto: Kitamuda / MyBite

Menurut Raja, sebenarnya masih sulit untuk tidak menggunakan listrik di coffee shop, namun dengan mengurangi penggunaan papercup, hal tersebut menjadi salah satu untuk pelestarian lingkungan. Selain itu, Raja juga mengatakan bahwa kedepannya acara mematikan lampu ini akan diadakan selama seminggu sekali, bertepatan dengan penampilan akustik di Amstirdam Coffee. Namun sayangnya masih banyak coffee shop lain yang belum tertarik untuk mengikuti gerakan Earth Hour tersebut. Bahkan menurutnya hanya kedai kopinya saja serta satu orang temannya yang berpartisipasi. Sehingga Raja berharap kedepannya akan banyak coffee shop lainnya yang tertarik untuk mengikuti gerakan konservasi energi tersebut.

Foto: Kitamuda / MyBite

Selain gerakan mematikan lampu, acara lainnya yang menarik adalah accoustic music serta monolog mengenai konservasi bumi, yang ditutup dengan menyalakan lilin-lilin kecil nan indah bertuliskan BUMI. Hal yang dilakukan oleh Amstirdam Coffee tersebut merupakan langkah awal bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi pelopor bagi coffee shop lainnya untuk lebih aktif dalam gerakan konservasi energi. Semoga kedepannya semakin banyak coffee shop yang tertarik untuk mengikuti gerakan Earth Hour, demi lingkungan bumi lebih baik!

Reported by: Kintan Azzahra dan Auliya Wiskha