5 pelajaran hidup saat remaja yang harus kamu ingat seumur hidup!

2.188 views
via: expertbeacon.com

Tanpa disadari, banyak nasihat-nasihat penting yang kita dapatkan dari kecil hingga remaja, yang ternyata berguna untuk modal bertahan hidup dan mengambil tindakan saat kita sudah dewasa. Namun, diri kita saat remaja dulu mungkin memberontak, tak mau mendengar nasihat yang diberikan orangtua.

Ketika berada di usia 20an dan merasa tantangan hidup semakin berat, kita akhirnya merenung dan membayangkan masa remaja dulu. Kita pun akhirnya sadar bahwa banyak hal-hal penting yang selalu diajarkan baik di rumah maupun di sekolah yang bisa membawa kita menuju hidup bahagia dan kesuksesan.


BACA JUGA: Mau terlihat 5 tahun lebih muda dari usiamu? Yuk, ikuti 7 langkah mudah ini!


Mungkin nasihat-nasihat tersebut sederhana, tapi Kawan Muda harus mengingatnya seumur hidup agar bisa bahagia. Kira-kira nasihat apa saja? Ini dia…

1. Jadilah orang yang jujur pada diri sendiri dan orang lain

via: salemwebnetwork.com

Sedari kecil hingga remaja, orangtua tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk menjadi orang yang jujur. Di sekolah pun kita belajar untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain. Begitu pentingnya menjadi pribadi yang jujur agar hubungan kita dengan orang lain terjalin dengan baik.

Ya, menjadi jujur bukanlah perkara yang mudah apalagi kalau kamu harus jujur pada diri sendiri. Kadang yang kita ucapkan dan lakukan itu enggak sinkron dengan perasaan kita. Misal, saat kamu merasa enggak nyaman dengan seseorang dan memilih bertahan. Namun, kalau kamu ingin bahagia ingatlah untuk selalu jujur tentang apa yang kamu rasakan.

2. Jangan egois, kamu bukanlah pusat dunia!

via: mirror.co.uk

Kamu sudah berusia 20an, tapi masih ingin diutamakan dan diperhatikan? Kalau masih begini, kamu hanya mempersulit hidup saja. Ingatlah, kamu bukan anak kecil lagi yang harus dilayani. Bahkan saat kecil pun kamu diajarkan bukan untuk tidak egois?


BACA JUGA: Hati-hati girls, cowok bisa melakukan 5 hal ini agar kamu marah dan mutusin dia duluan


Terkadang, kita ingin dimengerti orang lain, kita ingin diperhatikan orang lain, dan kita ingin dipedulikan orang lain. Tapi sudahkah kita mengerti orang lain, sudahkah kita memperhatikan orang lain, sudahkah kita peduli pada orang lain? Kamu bukanlah pusat dunia, jadi lihatlah dunia di sekitarmu juga.

3. Internet bisa jadi teman sekaligus musuh kita

via: utahpeoplespost.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet telah membuat kita “terhubung” dengan semua orang di penjuru dunia. Internet juga menyediakan berbagai macam informasi setiap menit bahkan setiap detiknya. Namun, di balik hal-hal positif yang kita dapatkan, Internet (khususnya media sosial) bisa membuat kita ketergantungan.

Kita pun jadi jauh dari realitas yang sesungguhnya karena sibuk memandangi layar smartphone. Tanpa disadari, banyak waktu terbuang sia-sia saat kita sibuk membuka situs yang sebenarnya tidak penting. Karena itulah, ada baiknya kamu kembali ke dunia nyata. Berinteraksilah dengan sekitar, temukan hal-hal menarik di luar smartphone-mu.

4. Ibumu selalu benar karena dia tahu apa yang terbaik untukmu

via: southwestdomestics.org

Saat remaja, kamu mungkin kesal dengan ibu yang selalu cerewet menuntutmu untuk ini dan itu. Belum lagi apa yang kamu lakukan selalu salah di matanya. Kamu mungkin kesal dengan sikap ibumu yang merasa selalu benar. Diam-diam kamu berharap segera dewasa agar tidak mendengarkan celotehannya lagi.


BACA JUGA: Ibu ini rela berhenti kerja demi membawa putrinya keliling dunia


Padahal, apa yang dilakukan ibumu—terlepas kamu suka atau tidak—adalah yang terbaik untukmu. Insting seorang ibu tidak pernah salah karena dia selalu tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya. Di usiamu yang sudah 20-an, perlahan kamu akan menyadari bahwa nasihat ibu dulu memang ada benarnya—bahkan hampir seluruhnya benar.

5. Bermimpi boleh setinggi langit, tapi kamu harus sabar

via: eremedia.com

Perjalanan mewujudkan cita-cita tidak selalu sederhana. Kadang hambatan yang kamu temui begitu besar, dan mimpimu terpaksa tak bisa diwujudkan sekarang. Ketika kamu berada dalam kondisi seperti ini, jangan panik dan menyerah.

Kamu pasti pernah mendengarkan nasihat orang tua saat remaja, untuk berani bermimpi setinggi langit dan harus sabar meraihnya. Karena mewujudkan mimpi itu butuh proses, tidak bisa instan. Kini, ketika mimpimu terasa jauh, ingatlah bahwa semua kerja kerasmu akan terbayar lunas. Jadi, jangan pernah menyerah dan jangan pernah terburu-buru. Nikmati saja prosesnya.