Jika biasanya orang memiliki hobi berenang dan membaca. Di Australia ada seorang kakek yang sangat gemar mendonorkan darahnya. 

Namun karena hobinya itu, sang Kakek mampu menyelamatkan jutaan bayi di negara tempat tinggalnya.

  1. Mendonor darah setiap dua minggu sekali

donor darah
Via keepo.me

Di Indonesia untuk mendonor darah hanya diizinkan setiap tiga bulan sekali, tidak boleh kurang dari waktu yang sudah ditentukan. Di Australia, kakek ini justru diizinkan mendonorkan darahnya setiap dua minggu sekali.

  1. Memiliki darah yang langka

blood type
Via thelifestylecafe.com

Bukan tanpa alasan, kakek bernama James Harrison (82) ini memiliki darah yang termasuk dalam kategori langka di negaranya. Darah dalam tubuhnya mampu menyelamatkan jiwa bayi yang bermasalah dengan rhesus ibunya.

Darahnya memiliki antibodi khusus yang mampu digunakan untuk memproduksi ANTI-D yang amat berguna buat wanita hamil dengan RhD Negatif di dalam darahnya.

ANTI-D tersebut berguna bila sang bayi memiliki RhD Positif. Dengan ANTI-D tersebut, bayi dapat diselamatkan dari kerusakan otak dan kematian akibat perbedaan RhD.

  1. Sudah menyelamatkan nyawa 2,4 juta bayi

cucu
Via keepo.me

Pasalnya, hanya 1 dari 50 orang di Australia yang mempunyai darah ini. Sudah 60 tahun Kakek James menjadi satu-satunya orang yang mendonorkan darahnya dan menyelamatkan 2,4 juta bayi di negaranya tersebut. Kakek James juga menyelamatkan kedua cucunya yang berasal dari anak perempuannya.


BACA JUGA:


  1. Sayangnya, kakek James dilarang mendonorkan darahnya lagi

donor darah
Via merdeka.com

Memasuki usia ke-82, Kakek James sudah tidak diizinkan untuk mendonorkan darahnya. Bukan tanpa alasan, menurut peraturan pemerintah Australia bahwa usia pendonor darah maksimal 81 tahun.

  1. Rasa terima kasih dari Palang Merah Australia

red cross australia
Via flagship.agency

Pelayanan Darah Palang Merah Australi sangat berterima kasih kepada Kakek James yang setia mendonorkan darahnya hingga usia “pensiun”nya. setiap ANTI-D yang dihasilkan di Australia berasal dari darah Kakek James.

Pensiunnya Kakek James sebagai pendonor darah tentu menjadikan pembuatan ANTI-D menjadi berhenti. Karena peneliti belum mengetahui mengapa darah Kakek James bisa dibuat sebagai ANTI-D.

Palang Merah Australia berharap akan ada Kakek James selanjutnya yang meneruskan jejak Kakek James untuk membuat ANTI-D lagi.

Sumber : Keepo.me