Hari gini enggak sekolah? Mau jadi apa nantinya? Kawan Muda pasti sering mendengar ucapan tersebut.

Meskipun saat ini sekolah menjadi salah satu hal wajib dan juga dipercaya mampu mengubah nasib seseorang, ada juga orang yang percaya dia bisa sukses tanpa sekolah. Misalnya Mark Zuckerberg, yang memutuskan berhenti kuliah dan fokus untuk mengembangkan bisnisnya?

Kalau Mark Zuckerberg memutuskan berhenti kuliah untuk mengembangkan Facebook saat itu, seorang pria asal Malaysia memutuskan berhenti sekolah saat masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Alasannya? Ingin menjadi peternak yang sukses.

drop out of school
Via legalbeagle.com

Nah loh, hebat ya, Kawan Muda, walaupun masih kelas 6 SD, tetapi Saipol sudah tau fokusnya ke mana dan jadi apa.

Meskipun keputusannya berhenti sekolah saat masih SD tidak dapat dibenarkan, untuk anak SD pemikiran Saipol bisa dibilang keren, loh, Kawan Muda.

Tidak punya modal tentu tidak menyurutkan semangat Saipol Azmir Zainuddin yang saat itu memutuskan untuk berhenti sekolah di usianya yang baru menginjak 12 tahun.

Saipol juga selalu dianggap bahwa ia tidak memiliki masa depan suram, apa lagi saat Saipol memutuskan menjadi pekerja bangunan.

Saat menjadi pekerja bangunan, Saipol mendapatkan gaji sebesar RM 750 atau setara dengan 2,6 jutaan. Gaji pertamanya tentu tidak digunakan untuk berfoya-foya. Saipol justru membeli anak sapi yang saat itu seharga RM 450 per ekor.

wirausaha
Via keepo.me

Arman terus melakukan hal ini, setiap kali ia mendapatkan gaji dari pekerjaannya sebagai tukang bangunan tersebut. Tidak menyangka, ternyata saat usianya mencapai 18 tahun, Saipol sudah memiliki 300 ekor sapi.


BACA JUGA:


Tidak hanya berfokus menghasilkan, Saipol selalu memastikan ternak-ternaknya sehat dan bebas dari penyakit apa pun karena ia tidak ingin para pelanggannya menghadapi kesulitan apa pun setelah bertransaksi.

Baginya, kesehatan ternak dan kepuasan pelanggan adalah hal nomor satu yang harus diterapkan.

Setahun kemudian, Saipol memutuskan untuk menjual sebagian sapinya sebagai tambahan modal untuk memperluas bisnisnya itu. Tidak hanya menjual sapinya, Saipol juga mendapat pinjaman uang sebesar RM 100.000 atau sekitar 348 juta dari Farmer’s Organization Authoritiy Malaysia (LPP).

Uang tersebut digunakan untuk membeli lahan seluas 0,8 hektar yang dia gunakan untuk membuka peternakan sapi yang lebih besar. Bahkan di usianya yang ke-19 tahun Saipol sudah memiliki mobil dan rumah dari uangnya sendiri.

wirausaha
Via Keepo.me

Saat ini di usianya yang ke-33 tahun, Saipol sudah punya sekitar 700 sapi, 150 kambing, dan 30 kerbau. Penghasilannya saat ini sebesar RM 1.000.000 atau setara dengan Rp 3,4 miliyar dari hasil penjualan ternaknya. Bahkan saat ini, Saipol bersedia mengajarkan anak-anak muda yang ingin belajar bagaimana mengelola usaha peternakan dari nol.

Sumber : Keepo.me